Berita Peristiwa

24 Mahasiswa KKN dan Perangkat Nagari Hilang Usai Masuk Hutan di Lima Puluh Kota

187
×

24 Mahasiswa KKN dan Perangkat Nagari Hilang Usai Masuk Hutan di Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini

Lima Puluh Kota, SniperNew.id – Sebuahkabar menggemparkan datang dari Nagari Pauah Sangkik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sebanyak 24 orang yang terdiri dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama perangkat nagari dikabarkan hilang setelah melakukan kegiatan peninjauan atau hiking ke dalam hutan di wilayah nagari tersebut, Sabtu (02/08/25).

Dalam sebuah unggahan akun Instagram pest_control_toxic yang telah diverifikasi, dibagikan video yang disebut sebagai dokumentasi terakhir dari para mahasiswa dan perangkat nagari sebelum dinyatakan hilang. Video tersebut menunjukkan sekelompok mahasiswa tengah berkumpul di dalam hutan. Beberapa dari mereka terlihat duduk di tanah, berbincang, sementara lainnya berdiri sambil minum air atau menyiapkan perlengkapan.

Keterangan dalam unggahan tersebut menjelaskan bahwa mereka berangkat untuk melakukan peninjauan ke dalam hutan sebagai bagian dari program KKN. Namun, setelah keberangkatan tersebut, mereka tidak kembali dan hingga kini keberadaan mereka belum diketahui.

Berikut kutipan lengkap dari unggahan Instagram tersebut. “Video Terakhir 24 Mahasiswa KKN Beserta Perangkat Nagari Sebelum Dinyatakan Hilang di Nagari Pauah Sangkik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Mereka berangkat ke dalam hutan untuk melakukan peninjauan atau hiking ke dalam hutan di wilayah nagari tersebut.
Video ini dibagikan akun TikTok izonmarizon dengan mengunggah postingan terakhir maps.
#pestcontroltoxic”

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau pemerintah daerah mengenai kondisi terakhir para mahasiswa dan perangkat nagari tersebut. Namun, unggahan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat, terutama keluarga para korban.

Video yang dibagikan juga memperlihatkan suasana terakhir sebelum mereka dinyatakan hilang, menambah kecemasan publik akan keselamatan mereka. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pencarian dan memberikan informasi resmi terkait perkembangan kasus ini.

Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Dalam situasi seperti ini, koordinasi dan dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan demi keselamatan para mahasiswa dan perangkat nagari yang terlibat.

Kabar ini masih terus berkembang dan akan diperbarui seiring adanya informasi lebih lanjut dari otoritas terkait. (Darma)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *