Berita Peristiwa

Tragedi Panam: Dua Anak Wartawan Jadi Korban Laka, Keluarga Minta Keadilan

426
×

Tragedi Panam: Dua Anak Wartawan Jadi Korban Laka, Keluarga Minta Keadilan

Sebarkan artikel ini
Pekan­baru, SniperNew.id – Suasana duka menye­limu­ti kelu­ar­ga seo­rang wartawan di Pekan­baru sete­lah dua putrinya men­ja­di kor­ban kece­lakaan lalu lin­tas yang meli­batkan seo­rang oknum anggota TNI AD. Peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di di Jalan HR Soe­bran­tas, tepat di sim­pang Jalan Pur­woda­di, Panam, pada Senin sore (8/9/2025) sek­i­tar pukul 18.00 WIB, Rabu (10/09/2025).
Ked­ua anak kor­ban, yang saat ini masih dalam kon­disi mem­pri­hatinkan, harus men­da­p­atkan per­awatan inten­sif pas­ca insi­d­en yang meny­isakan trau­ma men­dalam bagi kelu­ar­ga. Kasus ini pun menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik, teruta­ma kalan­gan jur­nalis dan aktivis, kare­na meli­batkan seo­rang pra­ju­rit yang bertu­gas seba­gai Bin­tara Pem­bi­na Desa (Babin­sa) di jajaran Koman­do Ray­on Militer (Koramil) 07 Tam­bang, Kodim 0313/Kampar.
Berdasarkan keteran­gan kelu­ar­ga, kece­lakaan bermu­la keti­ka kendaraan yang dike­mudikan anggota TNI berin­isial R. War­di Y melin­tas di ruas jalan padat HR Soe­bran­tas. Situ­asi lalu lin­tas sore itu memang dike­nal ramai kare­na jam pulang ker­ja dan aktiv­i­tas masyarakat di kawasan Panam.
Di ten­gah kepa­datan terse­but, dua anak wartawan yang sedang melin­tas diduga terserem­pet hing­ga ter­jatuh. Ben­tu­ran keras mem­bu­at ked­u­anya men­gala­mi luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sak­it.
“Anak-anak saya menderi­ta luka cukup parah. Sam­pai hari ini kon­disinya masih san­gat mem­pri­hatinkan,” ujar Ade Hari­as­an­ti, orang tua kor­ban yang juga wartawan dan mitra Korem 031/Wira Bima.
Dalam pen­je­lasan­nya, kelu­ar­ga menye­but pihak ter­duga pelaku belum menun­jukkan iktikad baik untuk bertang­gung jawab. Berba­gai upaya medi­asi yang diin­isi­asi baik oleh kelu­ar­ga maupun tokoh masyarakat, hing­ga kini belum mem­buahkan hasil.
Situ­asi semakin mem­anas sete­lah dalam sebuah perte­muan di sebuah kafe kawasan Panam, ter­duga pelaku diduga menyam­paikan kata-kata yang diang­gap aro­gan. Hal ini mem­bu­at suasana medi­asi berubah tegang.
“Kami awal­nya bicara baik-baik, berharap ada solusi bersama. Namun lama-kela­maan pem­bicaraan jadi kaku dan tegang kare­na sikap pihak ter­duga pelaku yang merasa tidak bersalah,” kata Larshen Yunus, prak­tisi hukum sekali­gus Ket­ua DPD KNPI Riau yang turut hadir dalam perte­muan terse­but.
Kasus ini meman­tik reak­si berba­gai kalan­gan, khusus­nya dari organ­isasi kepe­mu­daan dan komu­ni­tas pers di Riau. Ket­ua DPD KNPI Riau, Larshen Yunus, mene­gaskan bah­wa tin­dakan aro­gan dari oknum aparat negara tidak boleh dib­iarkan kare­na bisa menced­erai rasa kead­i­lan masyarakat.
“Oknum pra­ju­rit seper­ti itu yang men­coreng nama baik insti­tusi. Kami per­caya TNI seba­gai insti­tusi besar tidak akan mem­biarkan pra­ju­rit­nya bersikap aro­gan dan tidak bertang­gung jawab,” tegas­nya.
Ia juga mem­inta agar koman­do sat­u­an terkait, yakni Dan­ramil 07 Tam­bang dan Dandim 0313/KPR, segera mengam­bil langkah tegas. “Kami harap ada sanksi dan tin­dakan yang jelas. Jan­gan sam­pai kasus ini hilang begi­tu saja,” tam­bah­nya.
Pub­lik kini menung­gu perny­ataan res­mi dari pihak TNI AD. Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, upaya kon­fir­masi ke Kodim 0313/KPR masih dalam pros­es. Beber­a­pa sum­ber inter­nal menye­but bah­wa kasus ini sedang dalam tahap penelusuran dan akan dila­porkan ke koman­do atas.
Sejum­lah tokoh masyarakat menekankan pent­ingnya transparan­si dalam penan­ganan kasus ini. “TNI adalah insti­tusi yang san­gat dihor­mati. Jus­tru den­gan mem­bu­ka penan­ganan kasus ini secara ter­bu­ka, keper­cayaan masyarakat bisa tetap ter­ja­ga,” ujar seo­rang tokoh masyarakat Panam yang eng­gan dise­butkan namanya.
Semen­tara itu, kelu­ar­ga kor­ban masih berku­tat den­gan rasa trau­ma. Ade Hari­as­an­ti menu­turkan bah­wa dirinya tidak menyang­ka peri­s­ti­wa ini menim­pa anak-anaknya. “Kami hanya ingin kead­i­lan. Anak-anak saya sudah men­ja­di kor­ban, jan­gan sam­pai mere­ka juga kehi­lan­gan hak untuk men­da­p­at per­ha­t­ian,” katanya.
Menu­rut­nya, rasa kece­wa semakin bertam­bah keti­ka sikap pihak lawan terke­san tidak peduli. “Kami ingin ada per­tang­gung­jawa­ban. Ini bukan hanya soal materi, tapi soal kemanu­si­aan,” tegas­nya den­gan suara berge­tar.
Kasus ini meny­oroti posisi rentan para wartawan di daer­ah, yang ker­ap bek­er­ja sama den­gan berba­gai insti­tusi, ter­ma­suk TNI dan Pol­ri. Hubun­gan yang seharus­nya dilan­dasi sin­er­gi jus­tru bisa ter­gang­gu aki­bat sikap oknum yang aro­gan.
“Bagi kami, ini bukan sekadar kasus lalu lin­tas. Ini juga soal bagaimana seo­rang jur­nalis dan kelu­ar­ganya diper­lakukan. Jan­gan sam­pai ada kesan bah­wa wartawan bisa ditekan atau dia­baikan begi­tu saja,” kata salah seo­rang jur­nalis senior di Pekan­baru.
Aktivis dan masyarakat sip­il berharap kasus ini segera ditan­gani secara adil oleh aparat pene­gak hukum maupun insti­tusi TNI. Mere­ka menekankan bah­wa pene­gakan hukum harus berlaku sama untuk semua war­ga negara, tan­pa terke­cuali.
“Seti­ap war­ga negara pun­ya kedudukan yang sama di depan hukum. Tidak ada yang kebal hukum. Kalau memang bersalah, harus dipros­es sesuai atu­ran. Kalau ada kelala­ian, harus ada per­tang­gung­jawa­ban,” ujar Larshen Yunus.
Kelu­ar­ga kor­ban bersama kuasa hukum beren­cana melayangkan lapo­ran res­mi ke insti­tusi terkait, baik ke pihak kepolisian maupun ke POM TNI. Lapo­ran terse­but diang­gap seba­gai langkah hukum ter­akhir sete­lah medi­asi tidak mem­buahkan hasil.
“Jika memang jalan medi­asi bun­tu, kami tidak pun­ya pil­i­han selain men­em­puh jalur hukum. Ini pent­ing, bukan hanya untuk kelu­ar­ga kor­ban, tetapi juga untuk mem­beri pela­jaran agar kasus seru­pa tidak teru­lang,” jelas Ade Hari­as­an­ti.
Trage­di kece­lakaan di Panam ini men­ja­di pengin­gat bah­wa seti­ap war­ga negara, ter­ma­suk aparat negara, memi­li­ki kewa­jiban moral dan hukum untuk bertang­gung jawab atas tin­dakan­nya. Di satu sisi, kelu­ar­ga kor­ban masih berjuang meng­hadapi kon­disi anak-anak mere­ka yang ter­lu­ka. Di sisi lain, masyarakat menan­ti sikap tegas dari insti­tusi TNI AD untuk mem­buk­tikan bah­wa disi­plin dan tang­gung jawab tetap men­ja­di bagian dari jati diri seo­rang pra­ju­rit.
Dalam suasana duka yang men­dalam, kelu­ar­ga wartawan itu kini hanya berharap kead­i­lan bisa dite­gakkan. “Kami per­caya hukum dan kead­i­lan masih ada di negeri ini,” ucap sang ayah, lir­ih. (Rilis Ade)
  Tersengat Listrik Saat Pasang Saklar Pompa Air, Riki Tergeletak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *