Berita Peristiwa

Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Pemkab Pesisir Barat, Warga Harap Perhatian Pemerintah

239
×

Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Pemkab Pesisir Barat, Warga Harap Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Pesisir Barat, SniperNew.id – Hujan deras yang meng­guyur wilayah Pesisir Barat, Lam­pung, pada Senin sore (8/9/2025) menye­babkan ter­jadinya ban­jir ban­dang yang men­er­jang kom­pleks perkan­toran Pemer­in­tah Kabu­pat­en (Pemkab) Pesisir Barat.

Peri­s­ti­wa ini son­tak men­ja­di per­ha­t­ian masyarakat luas, teruta­ma sete­lah sejum­lah video dan foto yang merekam kon­disi ban­jir beredar di media sosial den­gan tagar #Pray­For­Pe­sisir­Barat.

Ban­jir yang ter­ja­di di Kelu­ra­han Pasar Krui, Keca­matan Pesisir Ten­gah itu mem­bu­at aktiv­i­tas war­ga sek­i­tar dan pegawai pemer­in­tah ter­gang­gu. Dalam video yang diung­gah akun media sosial Tre­ands dan dibagikan ulang oleh akun infor­masi daer­ah, ter­li­hat war­ga harus berjuang mele­wati deras­nya genan­gan air. Bahkan, ada pula yang ter­pak­sa men­dorong sepe­da motor kare­na sulit melin­tas aki­bat arus ban­jir.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun dari ung­ga­han media sosial dan keteran­gan war­ga, ban­jir ter­ja­di sek­i­tar pukul 15.00 WIB sete­lah hujan deras meng­guyur kawasan terse­but sejak siang hari. Hujan yang tidak kun­jung reda mem­bu­at salu­ran air melu­ap dan mengge­nan­gi jalan ser­ta hala­man perkan­toran Pemkab Pesisir Barat.

Air yang datang begi­tu cepat mem­bu­at banyak orang tidak sem­pat bersi­ap. “Hujan­nya deras sekali dari siang, tidak berhen­ti. Tiba-tiba air sudah ting­gi dan melu­ap ke jalan kan­tor bupati,” ujar seo­rang war­ga yang sem­pat merekam keja­di­an itu.

  Genangan Air Sekitar 45 Cm Rendam Ruas Jalan Gang Sekolah SMAN 1 Pringsewu

Dalam reka­man yang beredar, tam­pak beber­a­pa pegawai perem­puan berpe­gan­gan tan­gan menye­beran­gi ban­jir den­gan hati-hati. Semen­tara itu, kendaraan bermo­tor yang men­co­ba mele­wati genan­gan air harus diban­tu war­ga agar tidak ter­je­bak di ten­gah jalan.

Ban­jir ini menim­bulkan kere­sa­han masyarakat. Aktiv­i­tas perkan­toran ter­gang­gu kare­na akses jalan menu­ju kom­pleks Pemkab teren­dam air set­ing­gi betis hing­ga lutut orang dewasa. Beber­a­pa kendaraan bermo­tor dila­porkan mogok kare­na teren­dam.

Selain itu, war­ga yang bera­da di sek­i­tar lokasi juga ter­dampak. Mere­ka men­gaku kesuli­tan berak­tiv­i­tas dan khawatir apa­bi­la hujan deras kem­bali turun dalam wak­tu dekat.

“Kami takut air tam­bah naik. Ini baru hujan sehari, tapi air sudah deras seper­ti ini. Kalau hujan lagi beber­a­pa hari bertu­rut-turut, bisa lebih parah,” kata salah satu war­ga Kelu­ra­han Pasar Krui.

Mes­ki demikian, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an belum ada lapo­ran res­mi terkait kor­ban jiwa. Pemer­in­tah daer­ah masih melakukan pen­dataan untuk memas­tikan kon­disi lapan­gan dan keru­gian yang ditim­bulkan.

Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pesisir Barat melalui pihak terkait meny­atakan bah­wa ban­jir ini ter­ja­di aki­bat inten­si­tas hujan ting­gi dan sis­tem drainase yang tidak mam­pu menam­pung vol­ume air.

“Kami masih melakukan ases­men cepat di lapan­gan. Tim dari BPBD sudah dik­er­ahkan untuk meman­tau perkem­ban­gan situ­asi, memas­tikan kese­la­matan war­ga, dan mengevakuasi jika diper­lukan,” ujar salah seo­rang peja­bat yang dim­intai keteran­gan.

Pihak Pemkab juga mengim­bau masyarakat untuk tetap was­pa­da dan men­gu­ran­gi aktiv­i­tas di luar rumah saat hujan deras meng­guyur.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di viral sete­lah banyak peng­gu­na media sosial mem­bagikan video dan foto kon­disi ban­jir den­gan meny­er­takan tagar #pray­for­pe­sisir­barat, #kelam­punggeh, dan #neti­zen­lam­pung.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Ung­ga­han akun infor­masi daer­ah kelam­punggeh mis­al­nya, menuliskan.

“Ban­jir ban­dang men­er­jang kom­pleks perkan­toran Pemer­in­tah Kabu­pat­en (Pemkab) Pesisir Barat, Kelu­ra­han Pasar Krui, Keca­matan Pesisir Ten­gah, Senin (8/9/2025) sore. Ban­jir ter­ja­di usai wilayah terse­but diguyur hujan deras.”

Banyak neti­zen men­gungkap­kan rasa pri­hatin dan doa untuk kese­la­matan war­ga Pesisir Barat. Beber­a­pa komen­tar berharap agar pemer­in­tah segera turun tan­gan menan­gani masalah ban­jir ini.

Berdasarkan pan­tauan video, ban­jir ini lang­sung mem­pen­garuhi aktiv­i­tas pegawai Pemkab, masyarakat sek­i­tar, ser­ta peng­gu­na jalan yang melin­tas di kawasan terse­but.

Pegawai pemer­in­ta­han yang masih bera­da di kan­tor pada sore hari harus ber­jalan kaki men­em­bus genan­gan air untuk bisa pulang. War­ga lain, teruta­ma peng­gu­na kendaraan roda dua, tam­pak kesuli­tan men­gen­da­likan motor mere­ka kare­na arus cukup deras.

Pakar lingkun­gan di Lam­pung men­je­laskan, penye­bab uta­ma ban­jir ban­dang di daer­ah pesisir seper­ti Pesisir Barat adalah kom­bi­nasi curah hujan ting­gi, kon­disi topografi, ser­ta kurangnya kap­a­sitas salu­ran drainase. Jika sis­tem salu­ran air tidak memadai, maka limpasan hujan deras akan lang­sung mengge­nan­gi per­muki­man dan jalan raya.

Selain itu, aktiv­i­tas pem­ban­gu­nan di sek­i­tar kawasan perkan­toran tan­pa peren­canaan tata ruang yang matang juga bisa mem­per­bu­ruk kon­disi. “Jika tidak ada ruang resapan yang cukup, air hujan akan lang­sung men­galir ke jalan dan menye­babkan ban­jir,” jelas­nya.

Pemer­in­tah daer­ah bersama Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) segera menu­runk­an tim ke lapan­gan. Sejum­lah petu­gas mem­ban­tu war­ga yang kesuli­tan melin­tas ser­ta melakukan penge­cekan ter­hadap salu­ran air yang ter­sum­bat.

Langkah jang­ka pen­dek yang dilakukan adalah mengevakuasi kendaraan ter­je­bak, mem­bu­ka ali­ran salu­ran air, ser­ta menyi­ap­kan posko daru­rat jika inten­si­tas hujan terus meningkat.

  Jalur Longsor Aceh, Warga Pikul BBM Berjam-jam

Semen­tara itu, langkah jang­ka pan­jang yang diusulkan adalah mem­per­bai­ki sis­tem drainase, mem­ban­gun kolam penam­pun­gan air, ser­ta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk men­ja­ga lingkun­gan agar tidak mem­per­parah ban­jir.

Mes­ki situ­asi cukup sulit, war­ga Pesisir Barat sal­ing mem­ban­tu satu sama lain. Ter­li­hat dalam video, beber­a­pa orang lela­ki mem­ban­tu men­dorong motor yang mogok, semen­tara lain­nya meno­long pejalan kaki yang kesuli­tan menye­berang.

Sol­i­dar­i­tas ini men­ja­di pen­guat di ten­gah musi­bah. Banyak war­ga berharap ban­jir kali ini men­ja­di per­ha­t­ian serius pemer­in­tah agar solusi jang­ka pan­jang segera diwu­jud­kan.

“Kami tidak ingin seti­ap hujan deras selalu takut ban­jir. Hara­pan kami, ada per­baikan drainase dan langkah nya­ta dari pemer­in­tah,” ungkap seo­rang ibu rumah tang­ga yang ting­gal di sek­i­tar lokasi keja­di­an.

Peri­s­ti­wa ban­jir ban­dang yang men­er­jang kom­pleks perkan­toran Pemkab Pesisir Barat, Senin (8/9/2025), men­ja­di pengin­gat bah­wa ben­cana bisa datang kapan saja. Den­gan menge­tahui apa yang ter­ja­di, sia­pa yang ter­dampak, kapan keja­di­an­nya, di mana lokasinya, men­ga­pa ban­jir bisa ter­ja­di, dan bagaimana penan­ganan dilakukan, masyarakat dihara­p­kan lebih was­pa­da.

Musi­bah ini juga mem­bu­ka mata banyak pihak ten­tang pent­ingnya man­a­je­men tata ruang dan infra­struk­tur drainase yang baik. War­ga Pesisir Barat kini hanya bisa berharap, pemer­in­tah segera mengam­bil langkah nya­ta agar ban­jir tidak men­ja­di ben­cana tahu­nan yang terus beru­lang.

Tagar #pray­for­pe­sisir­barat bukan sekadar ungka­pan di media sosial, melainkan doa dan sol­i­dar­i­tas dari masyarakat luas agar Lam­pung, khusus­nya Pesisir Barat, segera pulih dan war­ganya bisa kem­bali berak­tiv­i­tas den­gan aman. (Abd/Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *