Berita Hukum

Komnas HAM Selidiki Kasus Polisi Tabrak Pengemudi Ojek Daring, CCTV Jadi Kunci

421
×

Komnas HAM Selidiki Kasus Polisi Tabrak Pengemudi Ojek Daring, CCTV Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Ket­ua Komisi Nasion­al Hak Asasi Manu­sia (Kom­nas HAM), Anis Hidayah, mene­gaskan pihaknya akan turun tan­gan menye­lidi­ki kasus dugaan penabrakan yang dilakukan oleh seo­rang anggota kepolisian ter­hadap penge­mu­di ojek dar­ing berna­ma Affan Kur­ni­awan, diku­tip dari ung­ga­han akun Tre­ands “jkt­newss” Senin (08/09). Hal ini dis­am­paikan lang­sung oleh Anis dalam kon­fer­en­si pers di Gedung Lem­ba­ga Ban­tu­an Hukum (LBH) Jakar­ta pada Ming­gu (7/9/2025).

Kasus ini bermu­la dari insi­d­en lalu lin­tas yang meli­batkan seo­rang polisi dan seo­rang penge­mu­di ojek dar­ing. Menu­rut infor­masi awal, kor­ban yang dike­tahui berna­ma Affan Kur­ni­awan, diduga men­ja­di kor­ban tabrak oleh oknum polisi saat sedang bertu­gas di jalan. Peri­s­ti­wa ini memicu per­ha­t­ian pub­lik kare­na menyangkut per­soalan kead­i­lan dan akunt­abil­i­tas aparat pene­gak hukum.

Ket­ua Kom­nas HAM, Anis Hidayah, menyam­paikan bah­wa pihaknya akan melakukan inves­ti­gasi men­dalam den­gan menekankan pent­ingnya buk­ti dig­i­tal beru­pa reka­man CCTV di sek­i­tar lokasi keja­di­an. “Kami akan memas­tikan kebe­naran kasus ini melalui penelusuran buk­ti-buk­ti, ter­ma­suk reka­man CCTV di titik-titik strate­gis yang bisa men­gungkap kro­nolo­gi sebe­narnya,” ujar Anis.

Kasus ini meli­batkan dua pihak uta­ma: 1. Affan Kur­ni­awan, seo­rang penge­mu­di ojek dar­ing yang men­ja­di kor­ban tabrakan. Affan dise­but men­gala­mi keru­gian dan trau­ma aki­bat insi­d­en ini.

  Hasil Penyidikan dan Visum, Penyidik Polres Pesawaran Jadwalkan Pemanggilan Eko Saputra

2. Seo­rang anggota kepolisian, yang hing­ga saat ini belum dise­butkan iden­ti­tas­nya secara res­mi. Pub­lik mende­sak agar aparat yang ter­li­bat segera diusut secara transparan.

Selain itu, Kom­nas HAM seba­gai lem­ba­ga inde­pen­den yang bertu­gas mene­gakkan hak asasi manu­sia di Indone­sia mengam­bil per­an pent­ing dalam penye­lidikan. Kehadi­ran Kom­nas HAM dihara­p­kan dap­at men­jamin pros­es yang objek­tif dan adil, tan­pa inter­ven­si pihak man­a­pun.

Insi­d­en tabrakan ter­ja­di beber­a­pa wak­tu lalu (tang­gal per­sis­nya masih dalam pros­es klar­i­fikasi lebih lan­jut oleh pihak terkait).

Perny­ataan res­mi Kom­nas HAM dis­am­paikan pada Ming­gu, 7 Sep­tem­ber 2025, di Gedung LBH Jakar­ta.

Taha­pan penye­lidikan akan segera dilakukan, dim­u­lai den­gan pemang­gi­lan sak­si, pemerik­saan lokasi, ser­ta penelusuran CCTV di sek­i­tar tem­pat keja­di­an.

Insi­d­en tabrakan dila­porkan ter­ja­di di sebuah ruas jalan di Jakar­ta (lokasi detail masih menung­gu klar­i­fikasi res­mi). Namun, perny­ataan penye­lidikan Kom­nas HAM diu­mumkan di Gedung LBH Jakar­ta, sebuah kan­tor advokasi yang sela­ma ini dike­nal aktif men­dampin­gi kor­ban keti­dakadi­lan hukum.

LBH Jakar­ta men­ja­di tem­pat strate­gis bagi Kom­nas HAM untuk mem­berikan keteran­gan kare­na banyak kasus pelang­garan hukum dan HAM yang men­da­p­atkan advokasi di sana.

Ada beber­a­pa alasan uta­ma men­ga­pa kasus ini men­da­p­at per­ha­t­ian khusus dari Kom­nas HAM:

1. Aspek HAM dan Kead­i­lan – Kor­ban adalah seo­rang penge­mu­di ojek dar­ing yang meru­pakan bagian dari masyarakat kecil yang men­cari nafkah di jalanan. Dugaan keter­li­batan aparat negara dalam kasus ini menim­bulkan kekhawati­ran akan adanya pelang­garan hak asasi.

2. Transparan­si Pene­gakan Hukum – Masyarakat menun­tut agar kasus ini tidak ditut­up-tutupi. Den­gan keter­li­batan Kom­nas HAM, dihara­p­kan penye­lidikan bisa berlang­sung secara ter­bu­ka.

  Badan Pemulihan Aset Akan Laksanakan Aanwijzing 

3. Preseden bagi Kasus Lain – Jika ter­buk­ti ada kesala­han aparat, kasus ini bisa men­ja­di pela­jaran pent­ing agar insi­d­en seru­pa tidak teru­lang kem­bali di masa depan.

Anis Hidayah menekankan bah­wa Kom­nas HAM tidak hanya akan berhen­ti pada tahap pengumpu­lan buk­ti, tetapi juga memas­tikan bah­wa hak-hak kor­ban ter­lin­dun­gi.

Dalam keteran­gan resminya, Anis Hidayah menye­butkan beber­a­pa langkah inves­ti­gasi yang akan ditem­puh Kom­nas HAM:

1. Pengumpu­lan Buk­ti Dig­i­tal
CCTV di sek­i­tar lokasi men­ja­di buk­ti uta­ma yang akan ditelusuri. Den­gan teknolo­gi ini, dihara­p­kan bisa diper­oleh gam­baran yang jelas ten­tang kro­nolo­gi keja­di­an, kecepatan kendaraan, arah datang, hing­ga posisi kor­ban dan pelaku.

2. Pemang­gi­lan Sak­si
Kom­nas HAM akan men­gun­dang sak­si-sak­si mata di sek­i­tar lokasi, ter­ma­suk pen­gen­dara atau pejalan kaki yang mungkin meli­hat lang­sung peri­s­ti­wa terse­but.

3. Koor­di­nasi den­gan LBH Jakar­ta
Kare­na kor­ban men­da­p­atkan advokasi hukum dari LBH, Kom­nas HAM akan bek­er­ja sama dalam hal pen­dampin­gan, ter­ma­suk menden­garkan keteran­gan kelu­ar­ga kor­ban.

4. Komu­nikasi den­gan Kepolisian
Mes­ki polisi diduga seba­gai pelaku, Kom­nas HAM mene­gaskan akan tetap berko­or­di­nasi den­gan lem­ba­ga kepolisian seba­gai bagian dari mekanisme hukum. Transparan­si dari kepolisian men­ja­di kun­ci untuk mem­ban­gun keper­cayaan pub­lik.

5. Pen­dampin­gan Kelu­ar­ga Kor­ban
Selain aspek hukum, Kom­nas HAM juga akan mem­berikan dukun­gan moral dan psikol­o­gis kepa­da kelu­ar­ga kor­ban yang saat ini masih berdu­ka dan menun­tut kead­i­lan.

Ung­ga­han men­ge­nai kasus ini di media sosial, ter­ma­suk oleh akun Jakar­ta News, lang­sung men­da­p­at per­ha­t­ian luas dari masyarakat. Banyak war­ganet men­gungkap­kan sim­pati ter­hadap kor­ban sekali­gus kekhawati­ran bah­wa kasus ini akan “men­gen­dap” tan­pa keje­lasan jika tidak diawasi pub­lik.

  Rumah Sakit Columbia Asia Aksara Dikecam Keras Atas Penahanan Pasien Berasuransi Generali

Di sisi lain, seba­gian masyarakat meni­lai langkah cepat Kom­nas HAM patut diapre­si­asi. Mere­ka berharap hasil inves­ti­gasi nan­ti bisa benar-benar objek­tif dan mem­bawa kead­i­lan.

Kasus ini men­ja­di buk­ti bah­wa keber­adaan lem­ba­ga inde­pen­den seper­ti Kom­nas HAM san­gat pent­ing. Dalam situ­asi di mana aparat diduga melang­gar hukum, kehadi­ran pihak keti­ga yang netral diyaki­ni dap­at men­ja­ga kese­im­ban­gan pros­es hukum.

Anis Hidayah juga mengin­gatkan bah­wa seti­ap war­ga negara, ter­ma­suk penge­mu­di ojek dar­ing, memi­li­ki hak yang sama di hada­pan hukum. Tidak boleh ada diskrim­i­nasi ataupun per­lakuan berbe­da hanya kare­na sta­tus sosial atau ekono­mi sese­o­rang.

Kasus ini dihara­p­kan men­ja­di momen­tum pent­ing untuk mem­perku­at budaya akunt­abil­i­tas di tubuh kepolisian. Jika ter­buk­ti ada pelang­garan, pros­es hukum harus ber­jalan adil, transparan, dan mem­berikan efek jera.

Lebih jauh, kasus ini juga mengin­gatkan pent­ingnya per­lin­dun­gan ter­hadap peker­ja sek­tor infor­mal seper­ti penge­mu­di ojek dar­ing. Mere­ka bera­da di lapan­gan seti­ap hari, meng­hadapi risiko ting­gi di jalan, dan mem­bu­tuhkan jam­i­nan kea­manan dari negara.

Inves­ti­gasi yang dilakukan Kom­nas HAM atas kasus dugaan penabrakan penge­mu­di ojek dar­ing oleh seo­rang polisi menun­jukkan keseriu­san lem­ba­ga ini dalam men­ja­ga hak-hak war­ga negara. Den­gan dukun­gan buk­ti CCTV, sak­si mata, dan advokasi dari LBH Jakar­ta, pub­lik berharap kebe­naran bisa segera terungkap.

Pada akhirnya, kasus ini bukan hanya ten­tang seo­rang penge­mu­di ojek dar­ing berna­ma Affan Kur­ni­awan, tetapi ten­tang kead­i­lan, keper­cayaan pub­lik, dan integri­tas hukum di Indone­sia. (Darm/Darma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *