Berita Peristiwa

Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk, Tiga Meninggal dan Puluhan Luka-Luka

391
×

Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk, Tiga Meninggal dan Puluhan Luka-Luka

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id - Sebuah trage­di memilukan ter­ja­di di Kabu­pat­en Bogor, Jawa Barat. Ban­gu­nan tem­pat pen­ga­jian Majelis Tak­lim Ashohibiya yang berlokasi di Kam­pung Cia­pus, Desa Suka­mak­mur, Keca­matan Ciomas, tiba-tiba roboh pada Ming­gu (7/9/2025). Peri­s­ti­wa terse­but menelan kor­ban jiwa dan menim­bulkan puluhan kor­ban luka, sehing­ga meny­isakan duka men­dalam bagi kelu­ar­ga, war­ga sek­i­tar, ser­ta jamaah majelis tak­lim.

Menu­rut infor­masi yang diung­gah akun media sosial jabar_tren, ban­gu­nan pen­ga­jian terse­but ambruk secara men­dadak saat sedang digu­nakan untuk kegiatan keaga­maan.

Aki­bat­nya, tiga orang dila­porkan mening­gal dunia dan puluhan jamaah lain­nya men­gala­mi luka-luka. Selu­ruh kor­ban, baik yang mening­gal maupun luka-luka, lang­sung dievakuasi ke sejum­lah rumah sak­it ter­dekat untuk men­da­p­atkan per­to­lon­gan medis.

Peri­s­ti­wa robohnya ban­gu­nan ini ter­ja­di keti­ka aktiv­i­tas pen­ga­jian sedang berlang­sung. Berdasarkan keteran­gan dalam ung­ga­han media sosial, ban­gu­nan terse­but roboh secara tiba-tiba tan­pa adanya tan­da-tan­da awal yang men­colok. Mate­r­i­al ban­gu­nan seper­ti kayu, atap, dan dind­ing run­tuh menim­pa jamaah yang bera­da di dalam maupun sek­i­tar lokasi.

Dalam reka­man video yang turut dibagikan, ter­li­hat puing-puing ban­gu­nan berser­akan di tanah. Beber­a­pa war­ga bersama relawan tam­pak beru­paya melakukan evakuasi daru­rat, meny­ingkirkan kayu-kayu ser­ta rerun­tuhan untuk men­cari kor­ban yang masih tertim­pa. Situ­asi penuh kepanikan, namun gotong roy­ong masyarakat men­ja­di kun­ci dalam pros­es per­to­lon­gan awal.

  Hujan Deras Bikin Sukabumi Hampir Tenggelam

Lokasi robohnya ban­gu­nan bera­da di Kam­pung Cia­pus, Desa Suka­mak­mur, Keca­matan Ciomas, Kabu­pat­en Bogor, Jawa Barat. Kawasan ini dike­nal seba­gai salah satu wilayah padat pen­duduk yang masyarakat­nya aktif dalam kegiatan keaga­maan dan sosial. Majelis Tak­lim Ashohibiya sendiri ker­ap men­ja­di tem­pat berkumpul war­ga untuk men­ga­ji, berdiskusi, ser­ta men­gadakan acara-acara keis­la­man.

Letak ban­gu­nan bera­da tidak jauh dari pemuki­man war­ga. Hal ini mem­bu­at banyak orang cepat menge­tahui keja­di­an dan berge­gas datang mem­berikan ban­tu­an begi­tu menden­gar suara robo­han yang keras.

Peri­s­ti­wa memilukan ini ter­ja­di pada hari Ming­gu, 7 Sep­tem­ber 2025. Hing­ga dua jam sete­lah keja­di­an, infor­masi mulai menye­bar di media sosial dan sejum­lah war­ga mela­porkan peri­s­ti­wa terse­but ke aparat desa ser­ta pihak berwe­nang.

Kor­ban dalam peri­s­ti­wa ini adalah para jamaah Majelis Tak­lim Ashohibiya. Data awal menye­butkan, tiga orang mening­gal dunia dan puluhan lain­nya men­gala­mi luka-luka den­gan tingkat kepara­han berbe­da, mulai dari ringan hing­ga serius.

Kor­ban luka segera dilarikan ke rumah sak­it ter­dekat oleh war­ga bersama relawan. Semen­tara itu, kor­ban mening­gal dunia lang­sung diu­rus untuk pros­es iden­ti­fikasi dan pem­u­lan­gan ke pihak kelu­ar­ga. Aparat kepolisian setem­pat bersama perangkat desa juga turun tan­gan untuk menga­mankan lokasi, memas­tikan evakuasi ber­jalan tert­ib, ser­ta melakukan pen­catatan kor­ban.

Hing­ga beri­ta ini dis­usun, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak berwe­nang men­ge­nai penye­bab pasti robohnya ban­gu­nan Majelis Tak­lim Ashohibiya. Namun, dugaan awal men­garah pada kon­disi ban­gu­nan yang sudah tidak kokoh. Struk­tur kayu dan mate­r­i­al lain­nya tam­pak rapuh dan mudah run­tuh saat men­da­p­at tekanan berlebih.

  Truk MBG Tabrak Sekolah, Warga Langsung Gempar

Beber­a­pa war­ga sek­i­tar menye­but bah­wa ban­gu­nan terse­but sudah lama tidak diren­o­vasi. Seir­ing inten­si­tas peng­gu­naan yang ting­gi, dita­m­bah kemu­ngk­i­nan fak­tor cua­ca dan kelem­ba­ban, ban­gu­nan men­ja­di semakin rentan. Mes­ki demikian, penye­lidikan lebih lan­jut masih diper­lukan untuk memas­tikan penye­bab tek­nis ambruknya ban­gu­nan.

Run­tuh­nya ban­gu­nan berlang­sung cepat. Suara gemu­ruh robo­han ter­den­gar keras hing­ga ke pemuki­man sek­i­tar. Jamaah yang bera­da di dalam ban­gu­nan tidak sem­pat menye­la­matkan diri. Sejum­lah orang tertim­pa rerun­tuhan kayu dan atap, men­jer­it mem­inta per­to­lon­gan.

War­ga yang menden­gar suara terse­but berbon­dong-bon­dong datang ke lokasi. Mere­ka segera melakukan evakuasi daru­rat den­gan per­ala­tan seadanya. Sejum­lah kor­ban yang berhasil ditarik kelu­ar lang­sung dibawa ke rumah sak­it meng­gu­nakan kendaraan prib­a­di dan mobil relawan.

Aparat desa, kepolisian, dan tim medis kemu­di­an tiba untuk mem­ban­tu pros­es evakuasi. Tim medis melakukan tri­ase awal, memisahkan kor­ban berdasarkan tingkat kepara­han luka. Selu­ruh kor­ban luka men­da­p­at penan­ganan per­ta­ma sebelum diru­juk ke rumah sak­it rujukan di Bogor.

Peri­s­ti­wa ini menim­bulkan kepri­hati­nan men­dalam. War­ga sek­i­tar merasa kehi­lan­gan kare­na seba­gian kor­ban adalah tetang­ga dan ker­abat dekat. Tangisan kelu­ar­ga ter­den­gar di lokasi saat pros­es evakuasi berlang­sung.

Pemer­in­tah desa Suka­mak­mur menyam­paikan bela­sungkawa kepa­da selu­ruh kelu­ar­ga kor­ban. Mere­ka juga memas­tikan akan mem­berikan dukun­gan beru­pa ban­tu­an logis­tik dan fasil­i­tasi per­awatan kor­ban luka. Selain itu, pemer­in­tah akan bek­er­ja sama den­gan pihak kepolisian ser­ta instan­si terkait untuk melakukan penye­lidikan lebih lan­jut.

  Genangan Air Sekitar 45 Cm Rendam Ruas Jalan Gang Sekolah SMAN 1 Pringsewu

Dalam video yang dibagikan akun jabar_tren, ter­li­hat beber­a­pa war­ga berdiri di atas tumpukan kayu dan puing ban­gu­nan yang ambruk. Kon­disi lokasi penuh den­gan sisa-sisa mate­r­i­al, menun­jukkan beta­pa besar dampak kerun­tuhan terse­but. War­ga tam­pak sal­ing mem­ban­tu den­gan wajah penuh kele­la­han namun tetap sigap dalam meno­long.

Keja­di­an robohnya ban­gu­nan majelis tak­lim ini meny­oroti pent­ingnya per­ha­t­ian ter­hadap kea­manan ban­gu­nan yang digu­nakan masyarakat untuk berkumpul. Fak­tor usia ban­gu­nan, bahan mate­r­i­al, ser­ta kon­disi lingkun­gan harus men­ja­di per­ha­t­ian serius. Selain itu, pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan dap­at melakukan pen­dataan ulang ter­hadap ban­gu­nan seru­pa, agar keja­di­an seru­pa tidak kem­bali teru­lang.

Peri­s­ti­wa ambruknya ban­gu­nan Majelis Tak­lim Ashohibiya di Keca­matan Ciomas, Kabu­pat­en Bogor, pada Ming­gu (7/9/2025) meru­pakan trage­di yang meng­gun­cang masyarakat. Tiga orang diny­atakan mening­gal dunia dan puluhan lain­nya luka-luka. Selu­ruh kor­ban telah dievakuasi ke rumah sak­it ter­dekat untuk men­da­p­atkan per­awatan medis.

Penye­bab pasti run­tuh­nya ban­gu­nan masih dalam penye­lidikan, namun dugaan awal men­garah pada kon­disi struk­tur yang rapuh. Pemer­in­tah setem­pat bersama war­ga berkomit­men untuk mem­ban­tu kor­ban, sekali­gus mengeval­u­asi kon­disi ban­gu­nan-ban­gu­nan pub­lik di wilayah terse­but.

Duka men­dalam menye­limu­ti kelu­ar­ga kor­ban, semen­tara masyarakat luas diin­gatkan kem­bali beta­pa pent­ingnya kea­manan ban­gu­nan seba­gai bagian dari kese­la­matan bersama. (Abd/abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *