Cianjur, SniperNew.id – Kebakaran hebat melanda SDN Cibaregbeg yang terletak di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, pada Minggu (7/9/2025) dini hari. Peristiwa ini sontak mengejutkan warga sekitar karena api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat menjalar hingga melalap beberapa bangunan penting.
Menurut informasi yang dibagikan akun media sosial Infocianjur melalui unggahan di platform Threads, kebakaran terjadi sekitar dini hari saat sebagian besar warga tengah tertidur. Api pertama kali terlihat dari salah satu ruangan sekolah, kemudian dengan cepat membesar setelah merembet ke arah dapur dan area penyimpanan yang diduga terdapat tabung gas.
Unggahan tersebut menyebutkan bahwa kobaran api menghanguskan kantor sekolah, WC, dan musala. Tidak berhenti di situ, api juga sempat menjalar ke Kantor Desa Cibaregbeg dan membakar bagian dapurnya. “Api diduga berasal dari korsleting listrik yang merembet ke tabung gas hingga melahap kantor sekolah, WC, dan musala. Bahkan, kobaran api sempat menjalar ke Kantor Desa Cibaregbeg dan membakar bagian dapurnya,” tulis Infocianjur dalam keterangan unggahannya.
Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas. Jika tidak, besar kemungkinan bangunan lain di sekitar lokasi ikut terbakar.
Bangunan yang terdampak cukup vital bagi masyarakat setempat. SDN Cibaregbeg, sebagai fasilitas pendidikan dasar, mengalami kerusakan pada bagian kantor sekolah, ruang musala, serta fasilitas penunjang lain seperti WC. Sementara itu, Kantor Desa Cibaregbeg, yang lokasinya berdekatan, turut terdampak dengan hangusnya bagian dapur.
Meskipun tidak seluruh bangunan ludes terbakar, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat fasilitas umum yang terdampak berfungsi untuk kepentingan pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Peristiwa kebakaran ini melibatkan beberapa pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung:
1. Pihak Sekolah SDN Cibaregbeg – menjadi korban utama karena bangunan sekolah terbakar.
2. Pemerintah Desa Cibaregbeg – turut terdampak karena sebagian bangunan kantornya terbakar.
3. Warga sekitar – berperan dalam membantu upaya pemadaman sebelum petugas pemadam kebakaran datang.
4. Petugas pemadam kebakaran – akhirnya berhasil memadamkan api sehingga tidak meluas ke bangunan lain.
Kebakaran terjadi pada Minggu dini hari, 7 September 2025. Waktu kejadian ini membuat sebagian warga tidak langsung menyadari adanya api. Namun begitu api semakin membesar dan terlihat dari kejauhan, warga bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu upaya pemadaman.
Lokasi kebakaran berada di SDN Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Karena letak sekolah berdekatan dengan Kantor Desa, api yang semula membakar bangunan sekolah kemudian merembet hingga ke dapur kantor desa.
Dugaan awal sumber api adalah korsleting listrik. Korsleting ini diduga terjadi pada salah satu bagian instalasi listrik sekolah. Percikan api kemudian mengenai benda-benda mudah terbakar dan menjalar hingga ke tabung gas. Meledaknya tabung gas inilah yang memperbesar kobaran api sehingga dengan cepat merambat ke ruangan lain.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan mendalam. Namun, keterangan sementara dari warga dan informasi media lokal menyebut korsleting listrik sebagai penyebab utama.
Proses pemadaman dilakukan secara cepat oleh gabungan warga dan petugas pemadam kebakaran. Awalnya, warga menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan air dari sumur. Namun api yang kian membesar membuat upaya ini tidak cukup. Tak lama berselang, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan ke titik-titik api.
Setelah beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian material tidak sedikit.
Dalam video pendek yang turut diunggah oleh akun Infocianjur, tampak kobaran api besar melalap bangunan di tengah gelapnya malam. Api menyala terang dari jendela-jendela bangunan, sementara asap hitam membumbung tinggi. Suasana panik terdengar dari suara warga yang mendokumentasikan kejadian tersebut.
Kondisi ini menggambarkan betapa besarnya kobaran api yang melanda, serta betapa rawannya fasilitas umum di pedesaan jika tidak ditunjang sistem pengamanan kebakaran yang memadai.
Kebakaran ini tentu membawa dampak cukup besar. Bagi siswa SDN Cibaregbeg, kegiatan belajar mengajar kemungkinan akan terganggu karena kantor dan beberapa fasilitas sekolah rusak. Pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah darurat, seperti menyiapkan ruang kelas sementara atau memindahkan kegiatan belajar ke lokasi lain.
Bagi pemerintah desa, kerusakan dapur kantor bisa saja mengganggu aktivitas administrasi dan pelayanan masyarakat. Namun, dampak yang paling terasa adalah trauma bagi warga sekitar yang menyaksikan langsung bagaimana api menghanguskan fasilitas yang seharusnya melayani mereka.
Peristiwa kebakaran di SDN Cibaregbeg menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya:
1. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, khususnya di bangunan sekolah dan fasilitas umum.
2. Penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap kantor desa, sekolah, dan musala.
3. Peningkatan kesadaran warga mengenai bahaya korsleting listrik dan cara memadamkan api di tahap awal.
4. Pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk guru, siswa, dan perangkat desa, sehingga bisa bertindak lebih cepat ketika kebakaran terjadi.

Beberapa warga yang berada di lokasi mengaku panik ketika melihat api pertama kali membesar. Mereka khawatir api akan merembet ke rumah-rumah penduduk. “Alhamdulillah bisa cepat dipadamkan, kalau tidak mungkin habis semua,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ungkapan syukur juga disampaikan dalam unggahan Infocianjur: “Beruntung api berhasil dipadamkan sebelum merusak lebih luas.”
Kebakaran hebat di SDN Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang kapan saja, terlebih jika sistem pengamanan bangunan belum maksimal. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil dan gangguan terhadap layanan publik cukup terasa.
Pemerintah Kabupaten Cianjur diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan fasilitas yang rusak agar kegiatan belajar mengajar serta pelayanan administrasi masyarakat tidak terhambat. (Ahm/abd)













