Berita Ekonomi

Drainase Buruk Picu Banjir Pringsewu, Warga Desak Pemda Bertindak

507
×

Drainase Buruk Picu Banjir Pringsewu, Warga Desak Pemda Bertindak

Sebarkan artikel ini
Gambar doc unggahan akun media sosial Facebook Peringsewu Lampung, Jumat (05/09).

Pringsewu, SniperNew.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (5/9/2025), kembali memicu banjir di sejumlah titik jalan utama. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Jalan Raya Pekon Sidoharjo, Pringsewu, yang dikenal sebagai kawasan langganan banjir setiap kali hujan deras turun.

Fenomena banjir ini sempat diunggah oleh akun media sosial Pringsewu Lampuung dalam sebuah postingan di Facebook. Akun tersebut menuliskan. “Hujan deras di wilayah Pringsewu menyebabkan banjir di beberapa titik jalan, seperti di jalan raya Pekon Sidoharjo Pringsewu yang selalu menjadi langganan banjir.”

Unggahan itu juga disertai dua foto yang memperlihatkan kondisi jalanan tergenang air cukup tinggi. Beberapa pengendara sepeda motor tampak berhati-hati melewati genangan, bahkan ada yang harus turun dari kendaraan untuk memastikan motor mereka bisa tetap melaju.

Postingan tersebut langsung memicu banyak komentar dari warga, baik yang berada di sekitar Pringsewu maupun dari daerah lain. Sebagian besar warganet menyoroti buruknya sistem drainase yang dianggap tidak pernah dibersihkan secara rutin.

Komentar warga menggambarkan keresahan atas banjir yang berulang kali terjadi. Seorang pengguna akun bernama Guruh Adie Putra menulis. “Sudah jadi langganan tiap kali hujan deras pasti banjir.”

Sementara itu, Fio Ghiro mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi saluran air. “Gimana kagak banjir itu drainase cuman pajangan, ditutupi kagak pernah dibersihkan.”

Kondisi di daerah sekitar juga beragam. Agus Budi, warga Pesawaran, menuturkan bahwa di wilayahnya hanya turun gerimis, berbeda jauh dengan derasnya hujan di Pringsewu. “Di Negrikaton Pesawaran cuma gerimis.

  Camat Sukoharjo Yuli Saptikawati, SP.d, M.M., Sambut Baik Kegiatan Optimalisasi Smart Village

Dari luar Lampung, komentar juga datang. Hari Yanto menuliskan pengalaman serupa di Medan. “Di Medan juga hujan deras aja, bang.”

Sementara itu, Ady Dii menyebutkan bahwa di wilayah Kalirejo, Lampung Tengah, justru tidak turun hujan sama sekali. “Kalirejo, Kalidadi Lam-Teng gak hujan.”

Kondisi lain yang turut dikeluhkan adalah dampak pemadaman listrik akibat cuaca. Priyanto Dedi Irawan menyampaikan. “Sukoharjo mati lampu dari tadi belum hidup.”

Komentar-komentar ini menggambarkan bahwa banjir di Pringsewu bukan hanya sekadar peristiwa biasa, tetapi sudah menjadi masalah klasik yang memerlukan perhatian serius pemerintah daerah.

Pertanyaan besar muncul: Mengapa Pringsewu selalu langganan banjir meski intensitas hujan tidak berlangsung lama?

Berdasarkan keterangan warga, salah satu penyebab utama adalah buruknya sistem drainase di sekitar jalan raya Pekon Sidoharjo. Banyak saluran air yang tersumbat oleh sampah dan tidak pernah dibersihkan. Alhasil, air hujan yang seharusnya mengalir ke saluran langsung meluap ke jalan raya.

Selain itu, pembangunan kawasan perkotaan yang semakin padat diduga memperparah kondisi. Minimnya ruang resapan air, ditambah aspal dan betonisasi jalan, membuat air tidak punya tempat mengalir selain meluber ke permukaan jalan.

Fenomena ini bukan hanya sekali dua kali terjadi. Setiap musim penghujan, warga selalu berhadapan dengan genangan air yang sama.

  Ditemukan Tanpa Identitas, Kapolres: Penyelidikan Masih Berjalan

Banjir yang menggenangi jalan raya Pekon Sidoharjo menyebabkan banyak pengendara kesulitan melintas. Motor dan mobil yang terjebak genangan berisiko mogok. Selain itu, genangan air di jalan raya berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang mencoba menerobos banjir.

Warga juga khawatir jika kondisi ini dibiarkan, banjir akan masuk ke rumah-rumah penduduk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Belum lagi risiko kesehatan akibat air yang tergenang lama, seperti penyakit kulit dan berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah.

Fenomena banjir di Pringsewu memunculkan desakan kuat dari warga agar pemerintah daerah segera turun tangan. Perbaikan dan perawatan saluran drainase menjadi solusi utama yang ditunggu masyarakat.

Masyarakat menilai drainase bukan sekadar formalitas pembangunan, tetapi harus benar-benar difungsikan dan dibersihkan secara rutin. Pemerintah daerah diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi yang setiap tahun meresahkan warga ini.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tidak membuang sampah sembarangan juga perlu dilakukan. Sampah yang menumpuk di saluran air sering kali menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air hujan.

Banjir di kawasan perkotaan sebenarnya dapat diminimalisasi jika sistem drainase berfungsi dengan baik. Di Pringsewu, kondisi yang terjadi menunjukkan adanya kegagalan dalam perencanaan maupun pemeliharaan.

Jika drainase rutin dibersihkan dan diperluas kapasitasnya, genangan bisa cepat surut meski hujan turun deras. Dengan demikian, aktivitas masyarakat tidak akan terganggu dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

  Musim Tanam, P3A dan Korluh Pertanian Ambarawa adakan Musyawarah Persiapan 

Pemerintah Kabupaten Pringsewu bersama Dinas Pekerjaan Umum seharusnya menjadikan persoalan ini sebagai prioritas utama. Jika terus dibiarkan, citra daerah juga bisa terpengaruh, apalagi Pringsewu dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Lampung.

Gambar unggahan akun media sosial Facebook Pringsewu Lampung, Jumat (05/09).

Ada beberapa langkah yang mendesak untuk segera dilakukan pemerintah daerah:

1. Normalisasi drainase dengan pembersihan rutin dan penggalian ulang saluran yang tersumbat.

2. Membangun saluran baru di titik-titik rawan banjir yang belum memiliki jalur pembuangan air memadai.

3. Melakukan inspeksi berkala untuk memastikan setiap saluran berfungsi optimal.

4. Melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar sampah tidak lagi menyumbat saluran air.

5. Menyiapkan sistem tanggap darurat untuk membantu warga ketika banjir terjadi, termasuk penyediaan pompa air jika diperlukan.

Banjir di Jalan Raya Pekon Sidoharjo, Pringsewu, bukan sekadar akibat hujan deras, tetapi cerminan lemahnya sistem drainase perkotaan. Kondisi ini sudah menjadi “langganan” setiap kali musim hujan tiba, sehingga wajar bila masyarakat mulai jenuh dan menuntut pemerintah daerah untuk segera bertindak nyata.

Perhatian serius terhadap perbaikan drainase bukan hanya soal kenyamanan, melainkan juga menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas warga. Jika tidak segera diatasi, banjir akan terus menjadi masalah tahunan yang merugikan masyarakat Pringsewu. (Tim red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *