Berita Peristiwa

Jurnalis di Pati Diduga Dapat Kekerasan Saat Hendak Wawancarai Ketua Dewas RSUD

315
×

Jurnalis di Pati Diduga Dapat Kekerasan Saat Hendak Wawancarai Ketua Dewas RSUD

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id – Insi­d­en dugaan kek­erasan ter­hadap dua jur­nalis di Kabu­pat­en Pati, Jawa Ten­gah, men­cu­at ke pub­lik sete­lah beredar sebuah ung­ga­han di media sosial pada Kamis (4/9/2025). Ked­ua jur­nalis terse­but dik­abarkan ter­jatuh sete­lah dibant­i­ng saat hen­dak mewawan­car­ai Ket­ua Dewan Pen­gawas RSUD RAA Soe­won­do Pati, Torang Manu­rung.

Peri­s­ti­wa bermu­la keti­ka Torang Manu­rung mening­galkan ruang rap­at pani­tia khusus (pan­sus) hak angket terkait pemakzu­lan Bupati Pati di Gedung DPRD setem­pat. Saat Torang hen­dak kelu­ar melalui pin­tu uta­ma gedung, sejum­lah wartawan beru­paya melakukan wawan­cara singkat (doorstop inter­view) untuk mem­inta tang­ga­pan terkait hasil rap­at maupun sikap yang ia ambil.

Namun, upaya terse­but terny­a­ta men­da­p­at ham­bat­an. Orang-orang yang men­gaw­al Torang dise­but menarik secara pak­sa dua jur­nalis yang men­co­ba mendekat. Situ­asi mem­anas keti­ka salah satu jur­nalis ter­jatuh, dis­usul rekan­nya yang juga ikut terseret hing­ga ter­bant­i­ng. Keja­di­an ini son­tak menim­bulkan keribu­tan di sek­i­tar pin­tu kelu­ar DPRD Pati.

Tokoh uta­ma dalam peri­s­ti­wa ini adalah Torang Manu­rung, Ket­ua Dewan Pen­gawas RSUD RAA Soe­won­do Pati. Ia baru saja mengiku­ti rap­at pent­ing bersama anggota DPRD terkait hak angket pemakzu­lan Bupati Pati. Selain itu, dua jur­nalis lokal yang ten­gah meliput peri­s­ti­wa poli­tik di gedung DPRD juga ter­li­bat lang­sung seba­gai kor­ban. Semen­tara pihak pen­gaw­al atau orang-orang yang bera­da di sek­i­tar Torang men­ja­di pihak yang diduga melakukan tin­dakan kek­erasan.

  Hujan Badai Terjang Serpong, Pohon Tumbang Sebabkan Kemacetan Panjang di Rawabuntu

Menu­rut infor­masi yang beredar di ung­ga­han media sosial, ked­ua jur­nalis hanya berni­at melakukan wawan­cara singkat. Doorstop inter­view laz­im dilakukan oleh awak media keti­ka nara­sum­ber hen­dak mening­galkan ruan­gan rap­at atau acara res­mi. Akan tetapi, situ­asi kali ini beru­jung insi­d­en.

Ked­ua jur­nalis diduga ditarik pak­sa hing­ga kehi­lan­gan kese­im­ban­gan. Dalam ung­ga­han yang viral, dise­butkan bah­wa mere­ka bahkan sam­pai ter­bant­i­ng. Keja­di­an terse­but tidak hanya memicu kehe­bo­han di lokasi, tetapi juga men­u­ai keca­man dari berba­gai kalan­gan.

Lokasi insi­d­en bera­da di Gedung DPRD Kabu­pat­en Pati, tepat­nya di area pin­tu kelu­ar. Gedung ini memang men­ja­di pusat kegiatan poli­tik dan pemer­in­ta­han daer­ah, ter­ma­suk rap­at-rap­at pent­ing seper­ti pem­ba­hasan hak angket pemakzu­lan kepala daer­ah.

Ruang depan pin­tu kelu­ar DPRD ker­ap men­ja­di titik rawan ker­icuhan kare­na di sanalah wartawan biasanya menung­gu untuk melakukan doorstop inter­view. Lokasi yang sem­pit ser­ta adanya lalu-lalang peja­bat ser­ing kali menim­bulkan gesekan antara pen­gaw­al, aparat, maupun awak media.

Insi­d­en ini ter­ja­di pada Kamis, 4 Sep­tem­ber 2025, usai rap­at pan­sus hak angket DPRD Pati. Berdasarkan ung­ga­han akun media sosial, keja­di­an berlang­sung sek­i­tar siang hing­ga sore hari, sesaat sete­lah rap­at sele­sai dan Torang Manu­rung kelu­ar dari ruan­gan.

  Audensi Proyek di Brebes Memanas, ASN Gebrak Meja Picu Ketegangan

Sejum­lah anal­i­sis menye­butkan bah­wa akar per­masala­han beraw­al dari kete­gan­gan poli­tik di Pati. Rap­at pan­sus hak angket men­ge­nai pemakzu­lan Bupati men­ja­di isu yang san­gat sen­si­tif dan menye­dot per­ha­t­ian pub­lik. Seti­ap perny­ataan peja­bat terkait dini­lai pent­ing oleh jur­nalis untuk diber­i­takan.

Namun, nara­sum­ber uta­ma ker­ap memil­ih diam atau eng­gan mem­berikan keteran­gan. Kon­disi ini­lah yang memicu awak media untuk melakukan doorstop inter­view. Sayangnya, respons pen­gaw­al Torang diang­gap berlebi­han sehing­ga menim­bulkan insi­d­en yang menced­erai kebe­basan pers.

Sete­lah peri­s­ti­wa terse­but, video dan foto yang mem­per­li­hatkan kon­disi jur­nalis beredar luas di media sosial. Pub­lik menge­cam keras tin­dakan yang diang­gap meng­ha­lan­gi tugas jur­nal­is­tik. Organ­isasi pro­fe­si wartawan mulai angkat suara, menun­tut adanya klar­i­fikasi dan per­tang­gung­jawa­ban.

Di sisi lain, masyarakat meny­oroti lemah­nya per­lin­dun­gan ter­hadap jur­nalis di lapan­gan. Pada­hal, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers telah mene­gaskan bah­wa wartawan memi­li­ki hak men­cari, mem­per­oleh, dan menye­barkan infor­masi. Meng­ha­lan­gi tugas wartawan sama artinya melang­gar hukum.

Insi­d­en ini memicu beragam reak­si. Sejum­lah aktivis kebe­basan pers mende­sak aparat kepolisian segera melakukan penye­lidikan. Menu­rut mere­ka, tin­dakan kek­erasan ter­hadap jur­nalis tidak boleh diang­gap sepele. Hal terse­but bisa men­ja­di preseden buruk bagi demokrasi dan transparan­si infor­masi di daer­ah.

DPRD Kabu­pat­en Pati juga ditun­tut bertang­gung jawab kare­na peri­s­ti­wa ter­ja­di di lingkun­gan gedung dewan. Pub­lik berharap ada eval­u­asi ter­hadap prose­dur kea­manan, agar pen­gawalan peja­bat tidak beru­jung pada pelang­garan hak pers.

  Serangan Laron di Jembatan Papar Kediri: Pengendara Diminta Waspada

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pub­lik masih menan­tikan pen­je­lasan res­mi dari pihak Torang Manu­rung maupun RSUD RAA Soe­won­do. Pen­je­lasan juga dihara­p­kan datang dari DPRD Pati selaku tuan rumah rap­at pan­sus. Klar­i­fikasi diper­lukan untuk melu­ruskan infor­masi ser­ta mem­berikan kepas­t­ian hukum ter­hadap para jur­nalis yang men­ja­di kor­ban.

Pakar komu­nikasi meni­lai, doorstop inter­view meru­pakan bagian pent­ing dari prak­tik jur­nal­is­tik. Nara­sum­ber seharus­nya mema­ha­mi bah­wa jur­nalis memi­li­ki tang­gung jawab menyam­paikan infor­masi kepa­da masyarakat. Jika ada alasan untuk meno­lak wawan­cara, hal terse­but bisa dilakukan secara sopan tan­pa harus meli­batkan kek­erasan.

Prak­tisi pers juga mengin­gatkan bah­wa kek­erasan ter­hadap jur­nalis meru­pakan anca­man serius ter­hadap demokrasi. Dalam situ­asi apa pun, pen­gawalan peja­bat tidak boleh mengabaikan hak wartawan yang bek­er­ja di lapan­gan.

Peri­s­ti­wa di Pati menun­jukkan masih adanya tan­ta­n­gan besar bagi kebe­basan pers di tingkat daer­ah. Kasus dugaan pem­banti­ngan dua jur­nalis saat hen­dak melakukan wawan­cara doorstop tidak hanya men­coreng cit­ra peja­bat yang ter­li­bat, tetapi juga menim­bulkan kege­lisa­han di kalan­gan media.

Insi­d­en ini mene­gaskan per­lun­ya kesadaran semua pihak bah­wa wartawan bek­er­ja untuk kepentin­gan pub­lik. Tugas mere­ka men­cari kebe­naran harus dilin­dun­gi, bukan jus­tru diham­bat den­gan tin­dakan repre­sif. Inves­ti­gasi menyelu­ruh diper­lukan untuk memas­tikan kead­i­lan bagi kor­ban sekali­gus mence­gah peri­s­ti­wa seru­pa teru­lang di kemu­di­an hari. (Tim red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *