Berita Daerah

Bupati Pesawaran Tinjau Warga Terdampak Hujan dan Angin Kencang, Salurkan Bantuan

348
×

Bupati Pesawaran Tinjau Warga Terdampak Hujan dan Angin Kencang, Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, SniperNew.d — Selasa 2 Sep­tem­ber 2025 Cua­ca ekstrem yang melan­da wilayah Kabu­pat­en Pesawaran, Lam­pung, pada Ming­gu (31/8/2025) sore menye­babkan sebuah rumah war­ga di Dusun 1 RT 01 Desa Keba­gu­san, Keca­matan Gedong Tataan, roboh. Peri­s­ti­wa ini men­gun­dang per­ha­t­ian Bupati Pesawaran, Hj. Nan­da Indi­ra B., S.E., M.M., yang turun lang­sung ke lokasi keja­di­an pada Senin (1/9/2025) untuk menin­jau kon­disi kor­ban sekali­gus meny­er­ahkan ban­tu­an.

Rumah yang ter­dampak meru­pakan milik Erlisa (50), seo­rang ibu rumah tang­ga yang ting­gal bersama sua­mi dan dua anaknya. Ban­gu­nan seder­hana berba­han geribik bam­bu terse­but dike­tahui telah berdiri sela­ma lebih dari 25 tahun. Saat hujan deras dis­er­tai angin ken­cang meng­guyur wilayah Pesawaran sek­i­tar pukul 15.30 WIB, rumah terse­but tidak mam­pu mena­han ter­paan cua­ca buruk sehing­ga ambruk seketi­ka. Berun­tung, selu­ruh penghu­ni rumah berhasil menye­la­matkan diri sehing­ga tidak ada kor­ban jiwa. Namun, keru­gian mate­r­i­al diperki­rakan men­ca­pai Rp85 juta, men­cakup kerusakan total ban­gu­nan ser­ta per­ab­otan rumah tang­ga yang ikut rusak.

Dalam kun­jun­gan­nya, Bupati Nan­da hadir bersama jajaran Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pesawaran, di antaranya Asis­ten Pemer­in­ta­han dan Kesra, Kepala Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD), Pelak­sana Tugas Kasat Pol PP, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komu­nikasi, Infor­mati­ka, Sta­tis­tik, dan Per­san­di­an (Kom­in­fotik­san), Pelak­sana Tugas Kepala Dinas Per­hubun­gan, Kepala Bagian Kesra, Camat Gedong Tataan, Kepala Desa Keba­gu­san, ser­ta perangkat desa setem­pat.

Kehadi­ran Bupati Nan­da menun­jukkan kepedu­lian pemer­in­tah daer­ah ter­hadap war­ganya yang ter­dampak ben­cana. Ia menyam­paikan rasa empati kepa­da kelu­ar­ga Erlisa dan men­ga­jak selu­ruh pihak untuk bersama-sama mem­ban­tu meringankan beban kor­ban.

  Aksi Nyata Warga Panca Bakti: Gotong Royong Digital di Era Jalan Cerdas

“Saya turut pri­hatin atas musi­bah yang menim­pa Ibu Erlisa dan kelu­ar­ga. Semoga Bapak dan Ibu sekelu­ar­ga diberikan kesabaran dan keku­atan dalam meng­hadapi ujian ini,” ujar Nan­da di hada­pan war­ga setem­pat.

Tidak hanya sekadar kun­jun­gan, Bupati Nan­da juga mene­gaskan komit­men pemer­in­tah daer­ah untuk mem­ban­tu kelu­ar­ga Erlisa memi­li­ki kem­bali tem­pat ting­gal yang layak huni.

“Kami hadir untuk memas­tikan kon­disi kor­ban sekali­gus mem­berikan ban­tu­an. Melalui pro­gram Baz­nas Pesawaran, kami menyalurkan ban­tu­an Bedah Rumah Layak Sehat (Berkat) seni­lai Rp16 juta,” jelas­nya.

Selain ban­tu­an terse­but, BPBD dan Dinas Sosial Kabu­pat­en Pesawaran juga telah menyalurkan ban­tu­an daru­rat beru­pa bahan pan­gan, kasur, atap asbes, alat keber­si­han, kar­pet, ser­ta kebu­tuhan pokok lain­nya untuk memenuhi kebu­tuhan sehari-hari kor­ban pas­ca-ben­cana.

Peri­s­ti­wa robohnya rumah kelu­ar­ga Erlisa men­gun­dang sim­pati masyarakat sek­i­tar. Sejak keja­di­an, war­ga Dusun 1 RT 01 Desa Keba­gu­san bergo­tong roy­ong mem­ber­sihkan puing-puing rumah. Seman­gat gotong roy­ong ini mem­per­li­hatkan sol­i­dar­i­tas antar­war­ga dalam meng­hadapi musi­bah.

Saat ini, kelu­ar­ga Erlisa bersama sua­mi dan ked­ua anaknya menumpang di rumah saudara ter­dekat sam­bil menung­gu pros­es pem­ban­gu­nan rumah baru melalui ban­tu­an pemer­in­tah. Kehadi­ran aparat desa dan keca­matan turut mem­ban­tu pros­es pen­dataan dan penyalu­ran ban­tu­an.

Kepala Desa Keba­gu­san menyam­paikan bah­wa rumah kor­ban memang sudah tidak layak huni sebelum peri­s­ti­wa ter­ja­di. Kon­disi ban­gu­nan yang rapuh mem­bu­at rumah terse­but rentan ter­hadap cua­ca ekstrem.

Gam­bar Bupati pesawaran saat tin­jau lokasi rumah war­ga yang ter­dampak, pada hari Ming­gu (31/08/2025) sore, Doc. SniperNew.id/Sufiyawan.

Rumah ini memang sudah lama berdiri, lebih dari dua dekade. Kami bersyukur tidak ada kor­ban jiwa. Semoga ban­tu­an pemer­in­tah dap­at mem­per­cepat pemuli­han,” ujarnya.

Keja­di­an ini men­ja­di pengin­gat akan poten­si ben­cana yang dihadapi masyarakat di ten­gah peruba­han iklim. Badan Mete­o­rolo­gi, Kli­ma­tolo­gi, dan Geofisi­ka (BMKG) sebelum­nya telah men­gelu­arkan peringatan dini ten­tang poten­si hujan lebat dis­er­tai angin ken­cang di wilayah Lam­pung. Kabu­pat­en Pesawaran ter­ma­suk salah satu daer­ah rawan ben­cana angin put­ing beli­ung dan ban­jir kare­na kon­disi geografis­nya yang bera­da di pesisir dan memi­li­ki wilayah per­buk­i­tan.

  Bupati Dendi Ramadhona Lantik Tiga Penjabat Kepala Desa

Kepala BPBD Pesawaran, yang turut men­dampin­gi Bupati Nan­da, mengim­bau masyarakat untuk lebih was­pa­da ter­hadap cua­ca ekstrem. Ia mem­inta war­ga segera mela­por kepa­da pemer­in­tah desa atau pihak berwe­nang jika ada ban­gu­nan yang kon­disinya sudah tidak layak.

Kami men­ga­jak masyarakat untuk peduli ter­hadap kon­disi rumah mas­ing-mas­ing. Jika ada rumah yang sudah tidak kokoh, segera laporkan agar dap­at dida­ta untuk pro­gram ban­tu­an. Kami juga rutin melakukan sosial­isasi mit­i­gasi ben­cana agar war­ga lebih siap,” katanya.

Ban­tu­an Bedah Rumah Layak Sehat (Berkat) yang diberikan kepa­da kelu­ar­ga Erlisa meru­pakan salah satu pro­gram ker­ja sama Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pesawaran den­gan Badan Amil Zakat Nasion­al (Baz­nas) setem­pat. Pro­gram ini bertu­juan mem­ban­tu masyarakat kurang mam­pu memi­li­ki tem­pat ting­gal yang layak huni.

Sejak dilun­curkan, pro­gram Berkat telah mem­ban­tu puluhan kelu­ar­ga di berba­gai keca­matan di Pesawaran. Ban­tu­an beru­pa dana pem­ban­gu­nan rumah seni­lai Rp16 juta diberikan untuk mem­per­bai­ki atau mem­ban­gun kem­bali rumah yang tidak layak huni.

Menu­rut Bupati Nan­da, pro­gram ini akan terus diper­lu­as mengin­gat banyaknya war­ga yang mem­bu­tuhkan ban­tu­an peruma­han.

“Kami berkomit­men meningkatkan kese­jahter­aan masyarakat, salah sat­un­ya melalui pro­gram Berkat. Kami juga akan mem­perku­at sin­er­gi den­gan pihak swasta dan masyarakat agar lebih banyak kelu­ar­ga yang ter­ban­tu,” katanya.

Dalam kesem­patan terse­but, Bupati Nan­da juga men­ga­jak masyarakat untuk sal­ing peduli dan mem­perku­at sol­i­dar­i­tas sosial. Ia meni­lai bah­wa seman­gat gotong roy­ong meru­pakan modal pent­ing dalam mem­ban­gun Pesawaran yang tang­guh meng­hadapi ben­cana.

“Musi­bah ini mengin­gatkan kita semua bah­wa ben­cana bisa menim­pa sia­pa saja, kapan saja. Kita per­lu sal­ing mem­ban­tu dan men­ja­ga lingkun­gan sek­i­tar. Saya apre­si­asi war­ga Desa Keba­gu­san yang sigap mem­ban­tu mem­ber­sihkan puing-puing rumah kor­ban,” ujarnya.

  TMMD 127 Dorong Akses Air Bersih di Gunung Sari

Selain itu, Nan­da mene­gaskan pent­ingnya kesi­ap­si­a­gaan meng­hadapi musim hujan. Ia mem­inta BPBD dan perangkat desa untuk terus meman­tau wilayah rawan ben­cana ser­ta memas­tikan kesi­a­pan per­ala­tan daru­rat.

Musi­bah robohnya rumah ten­tu mening­galkan trau­ma bagi kelu­ar­ga kor­ban, teruta­ma anak-anak. Dinas Sosial Kabu­pat­en Pesawaran beren­cana mem­berikan pen­dampin­gan psikol­o­gis kepa­da kelu­ar­ga Erlisa untuk mem­ban­tu mere­ka pulih dari dampak psikol­o­gis pas­ca-ben­cana.

Kepala Dinas Sosial menyam­paikan bah­wa dukun­gan moral dan psikol­o­gis sama pent­ingnya den­gan ban­tu­an mate­r­i­al.

“Kami akan menu­gaskan tena­ga kese­jahter­aan sosial untuk men­dampin­gi kelu­ar­ga kor­ban. Hara­pan­nya mere­ka bisa bangk­it dan segera men­jalani kehidu­pan seper­ti biasa,” ungkap­nya.

Ben­cana angin ken­cang dan hujan deras yang menye­babkan rumah roboh ini juga men­ja­di momen­tum untuk meningkatkan kesadaran akan pent­ingnya men­ja­ga lingkun­gan. Para peja­bat yang hadir mengin­gatkan bah­wa peruba­han iklim turut memen­garuhi pola cua­ca ekstrem. Oleh kare­na itu, masyarakat dia­jak berper­an aktif dalam men­ja­ga lingkun­gan, seper­ti menanam pohon, men­ja­ga salu­ran air, dan tidak mem­buang sam­pah sem­barangan.

“Pemer­in­tah tidak bisa bek­er­ja sendiri. Kita semua harus berper­an aktif agar wilayah kita lebih siap meng­hadapi ben­cana,” ujar Camat Gedong Tataan saat dite­mui di lokasi keja­di­an.

Pros­es pem­ban­gu­nan rumah baru untuk kelu­ar­ga Erlisa dijad­walkan segera dim­u­lai dalam wak­tu dekat. Pemer­in­tah daer­ah akan bek­er­ja sama den­gan perangkat desa, relawan, dan masyarakat sek­i­tar untuk mem­per­cepat pros­es pem­ban­gu­nan.

Kepala BPBD mene­gaskan bah­wa pihaknya akan menguta­makan pem­ban­gu­nan rumah yang lebih kokoh dan aman dari anca­man cua­ca ekstrem.

“Kami akan memas­tikan rumah yang diban­gun lebih kuat dan sesuai stan­dar agar tidak mudah roboh jika ter­ja­di angin ken­cang,” katanya.

Den­gan ban­tu­an yang telah dis­alurkan dan dukun­gan berba­gai pihak, kelu­ar­ga Erlisa dihara­p­kan dap­at segera memi­li­ki rumah layak huni kem­bali. Peri­s­ti­wa ini juga men­ja­di pengin­gat bah­wa kesi­ap­si­a­gaan ben­cana dan kepedu­lian sosial adalah kun­ci untuk meng­hadapi tan­ta­n­gan alam di masa depan.

Penulis: (Sufiyawan)

Edi­tor: (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *