Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Belajar Menahan Amarah di Tengah Situasi Negeri: Pesan Bijak dr. Indra Tarigan Jadi Sorotan

311
×

Belajar Menahan Amarah di Tengah Situasi Negeri: Pesan Bijak dr. Indra Tarigan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Doc Gambar unggahan di media sosial Threads dari akun dokter sekaligus figur publik, (dr.Indra Tarigan), Minggu (31/08).

Jakar­ta, SniperNew.id - Dalam dinami­ka kehidu­pan bermasyarakat, ser­ing kali kita dihadap­kan pada situ­asi yang mem­bu­at hati terasa muak, marah, bahkan jijik. Apala­gi keti­ka kon­disi sosial, poli­tik, maupun moral di sek­i­tar kita tam­pak jauh dari hara­pan, Ming­gu (31/08).

Ungka­pan keke­ce­waan ini wajar, kare­na manu­sia memang memi­li­ki naluri untuk bereak­si ter­hadap keti­dakadi­lan dan kebo­brokan. Namun, bagaimana cara kita men­gelo­la emosi agar tidak ter­jeru­mus dalam tin­dakan merugikan?

Belakan­gan, sebuah ung­ga­han di media sosial Threads dari akun dok­ter sekali­gus fig­ur pub­lik, (dr.Indra Tari­g­an), ramai diperbin­cangkan. Dalam postin­gan terse­but, ia menuliskan pesan seder­hana namun sarat mak­na. Pesan itu bukan sekadar peringatan, melainkan reflek­si men­dalam ten­tang bagaimana seharus­nya kita seba­gai masyarakat menyikapi kon­disi bangsa.

Berikut kuti­pan lengkap ung­ga­han terse­but. “Untuk kalian yang muak, marah dan jijik den­gan situ­asi sekarang ini.. ingat ingat ini ya:

1. Semarah apapun, tolong jan­gan anarkis, men­jarah, apala­gi mem­perkosa orang-orang yang tidak bersalah. Kare­na itu akan lebih merugikan kita semua.

2. Mere­ka-mere­ka yang men­ji­jikan itu adalah gam­baran kita seba­gai pemil­i­h­nya. Jadi ada andil dari kita semua kena­pa negara kita seper­ti ini.
@semua orang. Video dibu­at dan diung­gah den­gan per­se­tu­juan ter­tulis pasien dan kelu­ar­ga.”

Ung­ga­han ini tam­pak seder­hana, namun memi­li­ki bobot moral yang kuat. Ada dua poin pent­ing yang dis­am­paikan oleh dr. Indra Tari­g­an. Per­ta­ma, peringatan agar masyarakat tidak melampiaskan kemara­han den­gan tin­dakan destruk­tif. Ked­ua, ajakan untuk bercer­min bah­wa kon­disi bangsa meru­pakan hasil pil­i­han bersama.

  Erick Thohir Apresiasi Ibu Indonesia dan Atlet Perempuan

Dalam kehidu­pan sehari-hari, seti­ap orang ten­tu per­nah merasa dikhi­a­nati, dike­ce­wakan, atau diper­lakukan tidak adil. Emosi yang muncul bisa san­gat intens, bahkan men­dorong sese­o­rang melakukan hal-hal di luar kendali. Dalam kon­teks sosial, keti­ka keti­dakpuasan menumpuk, masyarakat ker­ap mengek­spre­sikan kemara­han secara mas­sal.

Namun, dr. Indra Tari­g­an menekankan bah­wa ama­rah tidak boleh men­ja­di alasan untuk berbu­at anarkis. Men­jarah, merusak fasil­i­tas umum, apala­gi melakukan kek­erasan sek­su­al, jelas bukan solusi. Tin­dakan destruk­tif hanya menam­bah luka dan merugikan lebih banyak orang.

Pesan ini sejalan den­gan nilai uni­ver­sal bah­wa men­gelo­la emosi adalah ben­tuk kecer­dasan hidup. Marah boleh, kece­wa pun manu­si­awi, tapi bagaimana cara menyalurkan­nya akan menen­tukan apakah kita semakin tengge­lam dalam masalah atau jus­tru men­e­mukan jalan kelu­ar.

Poin ked­ua dari ung­ga­han terse­but bahkan lebih meno­hok: mere­ka yang diang­gap men­ji­jikkan adalah gam­baran dari kita seba­gai pemil­ih. Perny­ataan ini men­ga­jak kita mere­nung, bah­wa kon­disi bangsa tidak lahir dari ruang kosong.

Dalam sis­tem demokrasi, suara raky­at adalah penen­tu arah kepemimp­inan. Artinya, sia­papun yang berkuasa hari ini, adalah hasil pil­i­han bersama, entah secara sadar atau kare­na abai dalam memil­ih. Maka, keti­ka kita men­geluh ten­tang kebo­brokan moral atau kri­sis keper­cayaan, pent­ing diin­gat bah­wa ada kon­tribusi dari kepu­tu­san kolek­tif kita sebelum­nya.

Reflek­si ini bukan untuk menyalahkan sema­ta, melainkan untuk menum­buhkan kesadaran. Bah­wa seti­ap kali kita memil­ih, baik di bilik suara maupun dalam kehidu­pan sehari-hari, ada kon­sekuen­si yang mengiku­ti.

  Unggahan Threads Perlihatkan Suasana Estetis Bundaran HI Jakarta

Pesan bijak dari dr. Indra Tari­g­an bukan hanya rel­e­van untuk dunia poli­tik, tetapi juga dap­at diap­likasikan dalam kehidu­pan per­son­al. Dalam dunia lifestyle mod­ern, men­gelo­la emosi sudah men­ja­di bagian pent­ing dari tren well­ness dan kese­hatan men­tal.

Beber­a­pa cara yang bisa dipetik dari pesan terse­but antara lain: Bela­jar Menyalurkan Ama­rah Secara Sehat

Olahra­ga, menulis, atau berkarya bisa men­ja­di cara melu­ap­kan ener­gi negatif tan­pa merugikan orang lain.

Banyak prak­tisi mind­ful­ness men­ga­jarkan teknik per­na­pasan untuk meredakan emosi yang memu­ncak.

Alih-alih selalu menyalahkan pihak luar, cobal­ah eval­u­asi diri. Apakah kita sudah berper­an baik dalam lingkun­gan, peker­jaan, dan kelu­ar­ga?

Hidup lebih berkual­i­tas jika kita fokus mem­per­bai­ki hal-hal yang bera­da dalam kendali kita.

 

Bukan hanya dalam kon­teks poli­tik, tetapi juga dalam gaya hidup: memil­ih makanan sehat, teman yang posi­tif, bahkan memil­ih infor­masi yang kita kon­sum­si seti­ap hari.

Hidup adalah aku­mu­lasi dari pil­i­han-pil­i­han kecil yang kon­sis­ten.

Pesan “jan­gan sak­i­ti orang yang tidak bersalah” san­gat rel­e­van den­gan gaya hidup penuh empati.

Dalam relasi sosial, empati adalah modal uta­ma untuk men­cip­takan lingkun­gan yang har­mo­nis.

Ung­ga­han di Threads ini men­ja­di viral bukan tan­pa alasan. Neti­zen merasa tersen­tuh kare­na apa yang dit­ulis seakan mewak­ili suara hati banyak orang. Ser­ing kali, war­ganet hanya melu­ap­kan keke­salan den­gan komen­tar pedas, namun jarang ada fig­ur yang mengin­gatkan den­gan cara bijak dan mene­nangkan.

Apala­gi, pesan terse­but dit­ulis oleh seo­rang dok­ter. Pro­fe­si yang iden­tik den­gan dedikasi kemanu­si­aan, ten­tu mem­beri bobot moral lebih. Bah­wa uca­pan terse­but lahir bukan dari sekadar kri­tik kosong, melainkan dari kepedu­lian ter­hadap masyarakat agar tidak semakin ter­jeru­mus dalam lingkaran kek­erasan.

  Ivanka Trump Ungkap Buku Inspiratif Pembentuk Perspektif 2025

Dalam dunia lifestyle mod­ern, tokoh inspi­ratif ser­ing men­ja­di role mod­el yang mem­ban­tu masyarakat menen­tukan arah hidup. Apa yang dit­ulis oleh dr. Indra Tari­g­an bisa dijadikan prin­sip seder­hana untuk gaya hidup lebih posi­tif:

Tetap waras di ten­gah keka­cauan. Dunia luar mungkin gaduh, tapi kita pun­ya kendali atas diri sendiri.

Bertang­gung jawab pada pil­i­han. Apapun yang kita pil­ih hari ini akan mem­ben­tuk masa depan kita esok.

Menguta­makan kemanu­si­aan. Jan­gan per­nah men­gor­bankan orang lain demi pelampiasan sesaat.

Hidup di ten­gah situ­asi yang penuh keke­ce­waan memang tidak mudah. Tetapi jus­tru di saat seper­ti ini­lah, kita diu­ji untuk tetap berpe­gang pada nilai kemanu­si­aan. Ungka­pan dr. Indra Tari­g­an mengin­gatkan kita bah­wa marah boleh, muak pun manu­si­awi, namun jalan bijak lebih mem­beri hara­pan dari­pa­da jalan anarkis.

Lifestyle mod­ern bukan hanya ten­tang tren fesyen, kulin­er, atau trav­el­ing. Lebih dalam dari itu, lifestyle adalah ten­tang bagaimana kita memil­ih cara hidup. Apakah kita memil­ih untuk menguta­makan ama­rah yang destruk­tif, atau kesadaran yang kon­struk­tif?

Akhirnya, seti­ap indi­vidu pun­ya andil. Kita bisa men­ja­di bagian dari masalah, atau memil­ih men­ja­di bagian dari solusi. Seper­ti kata bijak, “Jika ingin meli­hat peruba­han di dunia, mulailah dari dirimu sendiri.”

Pesan ini seder­hana, namun jika benar-benar dihay­ati, bisa men­ja­di ger­akan peruba­han gaya hidup yang sehat baik bagi diri, lingkun­gan, maupun bangsa. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *