Berita Daerah

FPII Serukan Netralitas Pers dan Serukan Kedamaian di Tengah Dinamika Politik Nasional

403
×

FPII Serukan Netralitas Pers dan Serukan Kedamaian di Tengah Dinamika Politik Nasional

Sebarkan artikel ini
Gambar Dra. Kasihhati, Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Doc. SniperNew.id, Editor: Linda, Minggu (31/08/2025).

Jakar­ta, SniperNew.id – Ket­ua Pre­sid­i­um Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII), Dra. Kasi­h­hati, men­gelu­arkan him­bauan tegas kepa­da selu­ruh pen­gu­rus dan anggota FPII di selu­ruh Indone­sia.

Dalam perny­ataan­nya yang dis­am­paikan pada Ming­gu, 31 Agus­tus 2025, ia menekankan pent­ingnya per­an jur­nalis seba­gai gar­da ter­de­pan infor­masi pub­lik untuk tetap netral, bereti­ka, dan berkomit­men men­ja­ga per­sat­u­an bangsa di ten­gah situ­asi poli­tik yang mem­anas.

Him­bauan ini lahir dari kepri­hati­nan ter­hadap kon­disi sosial dan poli­tik tanah air yang ten­gah mema­su­ki peri­ode penuh gejo­lak, teruta­ma men­je­lang tahun poli­tik yang sarat isu sen­si­tif. Dra. Kasi­h­hati mengin­gatkan agar insan pers tidak larut dalam pusaran poli­tik prak­tis maupun pro­vokasi yang dap­at memicu per­pec­a­han bangsa.

Dalam keteran­gan resminya, Dra. Kasi­h­hati mene­gaskan bah­wa insan pers memi­li­ki per­an strate­gis dalam men­ja­ga sta­bil­i­tas negara. Di ten­gah maraknya demon­strasi dan dinami­ka poli­tik nasion­al, ia meni­lai kehadi­ran pers harus men­ja­di penye­juk, bukan mem­perkeruh keadaan.

“Kita seba­gai insan pers memi­li­ki tang­gung jawab moral dan pro­fe­sion­al untuk men­ja­ga netral­i­tas, berpe­gang pada kode etik jur­nal­is­tik, ser­ta menya­jikan infor­masi yang aku­rat dan men­didik masyarakat. Jan­gan sam­pai media men­ja­di alat pro­vokasi atau mem­pe­runc­ing kon­flik,” ujarnya den­gan tegas.

Menu­rut­nya, arus infor­masi yang begi­tu deras di media sosial dan grup per­caka­pan dar­ing berpoten­si diman­faatkan pihak-pihak ter­ten­tu untuk menye­barkan hoaks dan ujaran keben­cian. Oleh sebab itu, insan pers dihara­p­kan tidak hanya men­ja­di penyam­pai infor­masi, tetapi juga pen­jernih suasana.

  Truk Terperosok di Tanjakan Pamulang, Lalu Lintas Macet Parah Rabu Pagi

Him­bauan ini ditu­jukan kepa­da selu­ruh pen­gu­rus dan anggota Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) di berba­gai daer­ah. Seba­gai organ­isasi pro­fe­si pers yang memi­li­ki jaringan nasion­al, FPII menaun­gi ribuan jur­nalis dan peker­ja media di selu­ruh pelosok tanah air.

Selain men­ja­bat seba­gai Ket­ua Pre­sid­i­um FPII, Dra. Kasi­h­hati juga meru­pakan Ket­ua Pre­sid­i­um Dewan Pers Inde­pen­den (DPI), sebuah lem­ba­ga yang turut men­gaw­al kemerdekaan dan pro­fe­sion­al­isme pers di Indone­sia.

Dalam kap­a­sitas­nya terse­but, Dra. Kasi­h­hati mene­gaskan bah­wa FPII bukan organ­isasi poli­tik, melainkan organ­isasi pro­fe­si yang bertu­gas mem­bela inde­pen­den­si dan hak-hak insan pers.

Perny­ataan res­mi ini dis­am­paikan pada Ming­gu, 31 Agus­tus 2025, di Jakar­ta, seba­gai pusat koor­di­nasi FPII. Him­bauan terse­but dise­barkan melalui salu­ran res­mi organ­isasi dan ditu­jukan kepa­da selu­ruh jaringan FPII di tingkat provin­si, kabupaten/kota, ser­ta mitra-mitra media di selu­ruh Indone­sia.

Momen­tum penyam­pa­ian him­bauan ini bertepatan den­gan meningkat­nya suhu poli­tik nasion­al yang memicu berba­gai aksi demon­strasi di sejum­lah daer­ah. Situ­asi terse­but men­ja­di per­ha­t­ian serius FPII seba­gai organ­isasi pro­fe­si pers yang men­jun­jung ting­gi per­an media seba­gai pilar keem­pat demokrasi.

Secara rin­ci, Dra. Kasi­h­hati menyam­paikan tujuh poin pent­ing. “Men­ja­ga Netral­i­tas Pers: Selu­ruh anggota FPII diim­bau untuk bersikap netral, merde­ka, dan bereti­ka dalam pem­ber­i­taan, teruta­ma di ten­gah situ­asi poli­tik nasion­al yang ten­gah mem­anas.”

” Meno­lak Ujaran Keben­cian: Insan pers dim­inta untuk tidak mem­post­ing atau menye­barkan kon­ten pro­vokatif yang berpoten­si memec­ah belah bangsa, baik melalui media sosial maupun grup per­caka­pan dar­ing. FPII seba­gai Pio­nir Inde­pen­den­si: Organ­isasi ini harus men­ja­di con­toh dalam men­ja­ga integri­tas pro­fe­si jur­nalis dan mengede­pankan nilai-nilai inde­pen­den­si.”

  Wamensos Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga Rheza Sendy Pratama

” Menghin­dari Keter­li­batan Poli­tik Prak­tis: FPII mengin­gatkan selu­ruh anggotanya agar tidak ter­je­bak dalam pusaran poli­tik prak­tis maupun arus demon­strasi yang berpoten­si memicu kon­flik. Men­ja­di Penye­juk di Ten­gah Gejo­lak: Insan pers dim­inta untuk tetap men­ja­ga kese­jukan dan kejerni­han berpikir dalam menyikapi dinami­ka sosial-poli­tik yang ter­ja­di.”

- Men­ja­ga Per­sat­u­an Bangsa: FPII mene­gaskan komit­men­nya untuk terus mengede­pankan per­sat­u­an dan kesat­u­an bangsa den­gan sem­boy­an “NKRI Har­ga Mati” dan “Sekali Merde­ka Tetap Merde­ka.”

- Mem­bela Hak Insan Pers: FPII mene­gaskan kem­bali posisinya seba­gai organ­isasi pem­bela hak-hak jur­nalis, sekali­gus ben­teng inde­pen­den­si pers di Indone­sia.

Seba­gai langkah imple­men­tasi, FPII akan mem­perku­at per­an Dewan Pen­gu­rus Daer­ah (DPD) dan Dewan Pen­gu­rus Cabang (DPC) dalam melakukan pen­gawasan dan pem­bi­naan ter­hadap anggotanya. Seti­ap anggota dihara­p­kan men­jun­jung ting­gi Kode Etik Jur­nal­is­tik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers.

Selain itu, FPII akan men­gadakan serangka­ian pelati­han dan diskusi pub­lik untuk meningkatkan lit­erasi media dan mem­perku­at kap­a­sitas jur­nalis dalam meng­hadapi dinami­ka infor­masi di era dig­i­tal. Melalui langkah ini, FPII berharap dap­at menekan penye­baran hoaks ser­ta menge­dukasi masyarakat agar lebih kri­tis dalam mener­i­ma infor­masi.

“Kami akan terus melakukan koor­di­nasi secara inten­sif den­gan selu­ruh pen­gu­rus daer­ah. Pers harus men­ja­di bagian dari solusi, bukan sum­ber per­masala­han. Kita semua pun­ya tang­gung jawab moral untuk men­ja­ga kedama­ian negeri ini,” ungkap Dra. Kasi­h­hati.

Dalam perny­ataan­nya, Dra. Kasi­h­hati juga meny­oroti per­an vital pers seba­gai pilar demokrasi. Menu­rut­nya, kemerdekaan pers tidak boleh diman­faatkan untuk kepentin­gan poli­tik sem­pit. Seba­liknya, pers harus men­ja­di sarana kon­trol sosial yang objek­tif, men­didik, dan mem­ban­gun bangsa.

“Sejak awal, FPII lahir seba­gai wadah bagi insan pers untuk mengem­bangkan pro­fe­sion­al­isme dan mem­bela hak-hak jur­nalis. Kami akan terus men­ja­ga inde­pen­den­si ini den­gan tidak memi­hak kepentin­gan poli­tik mana pun,” tegas­nya.

  Pj Wali Kota Bekasi Ajak ASN Turun ke Lapangan, “Birokrasi Harus Hadir Sebelum Warga Mengeluh

Situ­asi poli­tik Indone­sia yang kian mem­anas men­je­lang kon­tes­tasi poli­tik nasion­al mem­bu­at FPII mengam­bil sikap tegas untuk men­ja­ga kese­im­ban­gan infor­masi di ten­gah masyarakat. Dra. Kasi­h­hati men­ga­jak selu­ruh anggota FPII dan insan pers pada umum­nya untuk mengede­pankan nilai-nilai per­sat­u­an bangsa.

“Kita boleh berbe­da pen­da­p­at, tetapi jan­gan sam­pai perbe­daan itu memec­ah belah per­saudaraan. NKRI adalah har­ga mati. Mari kita bersama-sama men­ja­ga negeri ini dari per­pec­a­han den­gan karya jur­nal­is­tik yang pro­fe­sion­al, bereti­ka, dan mencer­ahkan,” serun­ya.

Selain him­bauan tek­nis, Dra. Kasi­h­hati juga mem­berikan pesan moral agar insan pers tetap men­ja­ga kese­hatan, seman­gat, dan pro­fe­sion­al­isme di ten­gah tan­ta­n­gan zaman. Ia menekankan pent­ingnya men­ja­ga kekom­pakan inter­nal organ­isasi dan kon­sis­ten­si dalam mem­per­juangkan hak-hak jur­nalis.

“FPII adalah rumah besar bagi kita semua. Mari kita jaga kred­i­bil­i­tas organ­isasi ini. Pers harus terus men­ja­di mata, telin­ga, dan suara raky­at, sekali­gus ben­teng ter­akhir demokrasi,” ucap­nya menut­up perny­ataan res­mi terse­but.

Him­bauan res­mi dari Ket­ua Pre­sid­i­um FPII ini men­ja­di pengin­gat pent­ing bagi insan pers di selu­ruh Indone­sia untuk tetap berpe­gang pada kode etik jur­nal­is­tik, bersikap netral, dan men­ja­ga kehar­mon­isan sosial. Di ten­gah deras­nya arus infor­masi dan meningkat­nya ten­si poli­tik nasion­al, FPII mengam­bil per­an strate­gis seba­gai penye­juk dan pen­gaw­al inde­pen­den­si pers.

Den­gan seman­gat “Satu Koman­do,” FPII men­ga­jak selu­ruh anggotanya untuk tetap sol­id dan pro­fe­sion­al, men­ja­ga mar­wah pers, ser­ta mengede­pankan kepentin­gan bangsa di atas segala kepentin­gan lain­nya.

Penulis: (Sufiyawan) | Edi­tor: (Lin­da)
Sum­ber: (Pre­sid­i­um Forum Pers) Inde­pen­dent Indone­sia (FPII)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *