Berita Peristiwa

Pemangkasan Dahan Berbahaya oleh Damkar Muara Teweh Selamatkan Warga dari Ancaman Alam

142
×

Pemangkasan Dahan Berbahaya oleh Damkar Muara Teweh Selamatkan Warga dari Ancaman Alam

Sebarkan artikel ini

Muara Teweh, SniperNew.id – Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Muara Teweh, Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga keselamatan masyarakat. Pada hari ini, tim Damkar yang dipimpin oleh Pak Tikai Efendy turun langsung ke lokasi di sekitar Masjid Besar Muara Teweh untuk memangkas dahan kayu yang membahayakan, sekaligus memitigasi berbagai potensi bencana yang dapat mengancam ketenangan warga, Rabu (27/08).

Cuaca cerah menyelimuti Muara Teweh pagi ini, namun ketenangan itu sempat terganggu oleh dahan dahan pohon besar yang rentan tumbang. Dahan tersebut berada sangat dekat dengan rumah salah satu warga yang tinggal dalam radius beberapa meter dari Masjid Besar.

Kekhawatiran akan keselamatan warga memuncak mengingat dahan itu belum lama ini goyah akibat angin kencang. Tidak hanya itu, pohon-pohon tua pun menjadi sarang beragam ancaman — mulai dari sarang ular hingga sarang tawon yang sering muncul dan menakutkan warga sekitar.

Atas laporan warga, kami datang untuk melakukan pembersihan dan pemotongan dahan kayu yang berbahaya dan mengancam rumah penduduk,” ujar Tikai Efendy kepada wartawan Snifernews.id.

Damkar dikenal luas sebagai garda terdepan melawan kebakaran — banjir, hewan buas, atau material berbahaya. Namun, wawancara dengan Pak Tikai membuka wawasan mengenai spektrum ancaman yang tak kalah penting:

Lingkungan sekitar Masjid Besar berada di zona hijau yang berbatasan langsung dengan rumpun pepohonan lebat. Jika tidak dibersihkan, pepohonan bisa menjadi jalur atau sarang satwa melata. Ini bukan sekadar mitos; masyarakat sekitar melaporkan beberapa kali suara desir ular malam hari dan penampakan binatang liar kecil.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

Dahan-ranting rapuh kerap menjadi lokasi favorit tawon membangun sarang. Ketika sarang berada dekat permukiman, kegaduhan sirine atau ketakutan warga bisa dipicu oleh serangan tawon yang berbahaya, terlebih bagi anak-anak dan lansia yang tinggal di sekitar masjid.

Material Pohon Rawan Tumbang
Di musim hujan atau saat angin tiba-tiba kencang, dahan atau pohon yang berada di atas atap rumah atau di sekitar jalan menjadi potensi bencana. Hal ini dikhawatirkan bisa melukai suami, istri, anak-anak, serta jamaah masjid yang beribadah di dalam ruang terbuka.

Pak Tikai menegaskan, tugas Damkar bukan berhenti pada memadamkan api saja. “Pokoknya segala yang mengakibatkan bencana, itulah yang akan diantisipasi dahulu, agar para warga merasa tenang dan tidak terganggu,” tegasnya sembari mempersiapkan peralatan kerja — gergaji mesin, tangga, helm keamanan, hingga peralatan pertolongan darurat.

Tindakan yang diambil oleh tim Damkar hari ini telah dilakukan secara terstruktur dan mematuhi standar keselamatan:

1. Penilaian Risiko Awal
Setelah tiba, tim langsung mengevaluasi kondisi pohon serta situasi sekitar masjid dan rumah warga. Ini penting untuk memutuskan metode pemangkasan apakah cukup potong di tanah, atau perlu lapisan demi lapisan dari atas dengan tangga dan tali pengaman.

2. Penyiapan Alat dan Prosedur Keamanan
Helm, sarung tangan, pelindung mata, dan rompi reflektif menjadi bagian dari APD (Alat Pelindung Diri). Gergaji mesin berdaya rendah digunakan untuk mengurangi getaran dan menjaga stabilitas saat memotong dahan rapuh.

3. Evakuasi atau Isolasi Sementara
Rumah warga yang berdekatan dengan zona operasi diperingatkan untuk menjauhi area potong. Jika diperlukan, warga diminta untuk menutup aktivitas luar rumah sementara dan memilih zona aman.

  Ambulans Terobos Kerumunan Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta

4. Eksekusi Proses Pemangkasan
Dahan-dahan dipotong secara hati-hati dari atas ke bawah, seiring didampingi kawalan tali pengaman agar tidak jatuh bebas dan merusak bangunan atau melukai warga.

5. Pembersihan dan Pemulihan
Serpihan kayu dan ranting yang jatuh langsung dibersihkan untuk mencegah bahaya tersandung atau penyumbatan air hujan. Regu Damkar juga mengecek sisa-sisa sarang tawon atau kemungkinan sarang ular.

Setelah tim Damkar menyelesaikan tugasnya, suasana lingkungan Masjid Besar kembali tenang. Sejumlah warga yang sebelumnya khawatir kini merasa lega.

“Alhamdulillah, sekarang kami bisa shalat tanpa rasa takut dahan jatuh,” ujar seorang warga yang rumahnya berada tepat di belakang masjid. Wajahnya tampak lega.

Damkar tidak hanya melindungi dari kebakaran, tapi juga secara aktif menjaga ketenangan dan keselamatan warga,” tambahnya.

Pengurus masjid juga menyampaikan apresiasi. “Kita selalu sedia membantu, tapi alat dan kemampuan teknis untuk memotong dahan apalagi dalam kondisi yang sangat dekat dengan bangunan jauh di luar jangkauan kami,” kata Ketua Takmir Masjid Besar.

Tindakan cepat Damkar adalah pencegahan terbaik: tidak menunggu pohon tumbang atau mencelakai orang baru bergerak.”

Kegiatan kali ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif dibanding menunggu bencana. Damkar Muara Teweh membuktikan bahwa wilayah perkotaan kecil pun membutuhkan mitigasi risiko beragam—tidak saja kebakaran, tetapi juga ancaman alam lain yang tersembunyi.

Kesadaran Masyarakat Meningkat
Warga kini lebih memahami bahwa laporan dini terhadap potensi bahaya seperti pohon lapuk, sarang mad, atau keberadaan satwa di pekarangan adalah kunci.

  Damkar Dampingi Siswi SMP Terima Rapor, Publik Terharu

Kolaborasi Antar Lembaga Terjalin
Tindakan cepat Damkar membuka ruang bagi pengurus masjid, masyarakat, pengurus lingkungan, dan pemerintah lokal untuk merancang mitigasi komprehensif – termasuk pemantauan pohon tua, patroli lingkungan, dan edukasi warga.

Manajemen Risiko Skala Lingkungan
Dengan melakukan pemangkasan rutin atau pemantauan berkala, potensi tumbangnya pohon di lokasi publik seperti masjid, sekolah, dan posyandu bisa lebih mudah terprediksi dan dihindari.

Program Rutin “Siaga Hijau dan Aman”
Pemerintah desa dan kelurahan bisa menjalin program kerja sama Damkar dan Dinas Kehutanan, menjadwalkan pemeriksaan rutin pohon-pohon besar dan sarang hewan berbahaya.

Selain edukasi mengenai pencegahan kebakaran, warga juga perlu dilatih menghadapi berbagai ancaman alam dari cara melaporkan pohon lapuk hingga langkah menghindar saat bertempur dengan tawon atau ular.

Dukungan alat berat kecil seperti scissor lift mini atau platform bisa mempercepat dan mempermudah pemangkasan di area sempit. Insentif pelatihan profesional bagi personel Damkar juga sangat positif.

Kisah hari ini membuktikan betapa luas peran Satuan Damkar muara Teweh dan pentingnya mitigasi bahaya yang beragam. Pemangkasan dahan berbahaya di sekitar Masjid Besar oleh tim Damkar bukan hanya menyelamatkan struktur bangunan, melainkan juga menghadirkan rasa aman bagi warga.

Sebuah bukti bahwa kehadiran institusi tanggap bencana itu sangat dinamis dan adaptif, mampu menanggulangi ancaman mulai dari kebakaran hingga binatang buas.

 

Penulis: (Henry Batara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *