Berita Ekonomi

Anak Muda Kreatif Kelola Masjid, Hadirkan Makan Serba Seribu

263
×

Anak Muda Kreatif Kelola Masjid, Hadirkan Makan Serba Seribu

Sebarkan artikel ini

Yogyakar­ta, SniperNew.id  – Suasana pen­gelo­laan masjid biasanya iden­tik den­gan kegiatan ibadah, pen­ga­jian, atau aktiv­i­tas keaga­maan yang sifat­nya for­mal. Namun, di Masjid Nurul Ashri, Dere­san, Yogyakar­ta, wajah pen­gelo­laan rumah ibadah itu ter­li­hat berbe­da. Hal ini berkat keberan­ian mem­beri ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi. Mere­ka diberi kebe­basan penuh untuk men­gelo­la masjid sesuai gagasan, kreativ­i­tas, ser­ta seman­gat sosial yang mere­ka mili­ki, Rabu (27/08).

Hasil­nya, lahirlah berba­gai ino­vasi yang tidak hanya berman­faat bagi jamaah, tetapi juga masyarakat sek­i­tar. Salah sat­un­ya yang kini ramai diperbin­cangkan adalah pro­gram “Makan Ser­ba Seribu”, sebuah kegiatan berba­gi makanan den­gan har­ga san­gat ter­jangkau, namun tetap berni­lai ibadah dan man­faat luas.

Banyak yang berang­ga­pan masjid hanya bisa dikelo­la oleh orang-orang dewasa atau kalan­gan sepuh. Namun, pan­dan­gan itu per­la­han berubah. Di Masjid Nurul Ashri, gen­erasi muda men­da­p­at keper­cayaan untuk men­jalankan roda kegiatan.

Mere­ka bebas mer­an­cang pro­gram, beri­no­vasi, dan men­gatur aktiv­i­tas masjid, asalkan tetap bera­da dalam kori­dor kemasla­hatan umat. Dari tan­gan mere­ka lahirlah ide-ide unik, seper­ti pro­gram kajian den­gan for­mat lebih san­tai, media dak­wah dig­i­tal, hing­ga aksi sosial yang menyen­tuh masyarakat secara lang­sung.

Salah satu inisi­atif yang men­curi per­ha­t­ian adalah ger­akan berba­gi makanan murah, yang diberi nama “Makan Ser­ba Seribu”. Pro­gram ini hadir dari kege­lisa­han anak muda akan kon­disi sosial-ekono­mi seba­gian masyarakat, teruta­ma kalan­gan peker­ja infor­mal, tukang becak, peda­gang kecil, hing­ga war­ga kurang mam­pu yang ker­ap kesuli­tan memenuhi kebu­tuhan makan sehari-hari.

  Banjir Rendam Rel Kaligawe, Kereta Api di Semarang Terpaksa Melaju Pelan

Den­gan har­ga Rp1.000 saja, sia­pa pun bisa menikmati makanan hangat dan bergizi di sek­i­tar masjid. Pro­gram ini tidak hanya meringankan beban war­ga, tetapi juga menum­buhkan rasa keber­samaan dan sol­i­dar­i­tas sosial.

Pro­gram ini dijalankan secara seder­hana namun penuh mak­na. Relawan muda masjid menyi­ap­kan makanan dalam jum­lah ter­ten­tu seti­ap harinya. Dana opera­sion­al dihim­pun dari donatur melalui reken­ing res­mi Yayasan Nurul Ashri Dere­san Yogyakar­ta.

Beber­a­pa bank yang digu­nakan untuk menyalurkan donasi antara lain:

BSI (Bank Syari­ah Indone­sia): 71331–80723

BNI: 6660–000562

BRI: 21640–1000459560.

Para donatur dim­inta menam­bahkan kode unik 150 pada akhir nom­i­nal trans­fer, mis­al­nya Rp100.150. Hal ini untuk memu­dahkan pen­catatan admin­is­trasi dan pela­po­ran keuan­gan agar lebih transparan.

Sete­lah dana terkumpul, tim pen­gelo­la masjid meng­gu­nakan­nya untuk mem­be­li bahan makanan, men­go­lah, dan kemu­di­an mem­bagikan kepa­da masyarakat sek­i­tar. Para relawan muda ter­jun lang­sung, mulai dari menyi­ap­kan menu, menge­mas, hing­ga melayani war­ga yang datang.

Mes­ki har­ga yang diba­yarkan hanya Rp1.000, kual­i­tas makanan tetap dija­ga. Menu dibu­at bergizi den­gan mem­per­hatikan kebu­tuhan nutrisi, sehing­ga benar-benar bisa men­ja­di san­ta­pan yang layak.

Pro­gram ini men­da­p­at sambu­tan hangat dari berba­gai kalan­gan. Banyak war­ga yang merasa ter­ban­tu, teruta­ma peker­ja har­i­an dan war­ga kurang mam­pu. Kehadi­ran makanan murah di sek­i­tar masjid bukan hanya soal kebu­tuhan perut, tetapi juga sim­bol kepedu­lian dan keber­pi­hakan sosial.

Seo­rang tukang ojek yang turut menikmati pro­gram ini men­gaku san­gat ter­ban­tu. “Biasanya untuk makan siang saya harus kelu­ar Rp10.000 sam­pai Rp15.000. Den­gan adanya pro­gram ini, cukup Rp1.000 saya bisa makan enak. Uangnya bisa saya tabung untuk kebu­tuhan lain,” ujarnya den­gan wajah sum­ringah.

  “Laris Manis Tanah 7 Jutaan! Ibu Rumah Tangga di Pringsewu Ini Jual Dua Kavling Sekaligus di Hari Minggu”

Bagi relawan muda, keber­hasi­lan pro­gram ini bukan hanya soal jum­lah makanan yang bisa dibagikan, tetapi lebih pada nilai keber­samaan. Mere­ka meli­hat bagaimana masjid bisa men­ja­di pusat solusi sosial, bukan hanya tem­pat ibadah rit­u­al.

Salah satu kun­ci keber­hasi­lan pro­gram ini adalah keter­bukaan pen­gelo­laan dana. Seti­ap donasi yang masuk dila­porkan secara berkala, dan para donatur bisa melakukan kon­fir­masi melalui nomor kon­tak admin yang terse­dia, yaitu +62 851‑7974-0455 (Admin Ica).

Langkah ini menun­jukkan keseriu­san pen­gu­rus masjid dalam men­ja­ga amanah. Keper­cayaan masyarakat semakin besar kare­na mere­ka tahu bah­wa seti­ap rupi­ah yang dis­um­bangkan benar-benar digu­nakan untuk kegiatan sosial, bukan kepentin­gan lain.

Transparan­si ini­lah yang kemu­di­an menarik semakin banyak donatur, baik dari dalam maupun luar Yogyakar­ta. Bahkan, tidak sedik­it masyarakat yang men­ge­nal pro­gram ini lewat media sosial dan akhirnya ikut berdonasi.

Pro­gram Makan Ser­ba Seribu men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa masjid bisa berper­an lebih luas. Tidak sekadar seba­gai tem­pat ibadah, masjid juga mam­pu men­ja­di pusat kegiatan sosial, ekono­mi, dan pem­ber­dayaan masyarakat.

Anak-anak muda yang ter­li­bat menyadari bah­wa keber­adaan masjid harus mem­beri man­faat nya­ta bagi lingkun­gan sek­i­tarnya. Den­gan kreativ­i­tas mere­ka, masjid kini tidak lagi dipan­dang kaku, melainkan seba­gai ruang inklusif yang ramah semua kalan­gan.

Langkah ini sekali­gus men­jawab tan­ta­n­gan zaman, di mana masjid per­lu beradap­tasi den­gan perkem­ban­gan sosial dan kebu­tuhan masyarakat mod­ern. Jika dahu­lu masjid lebih ser­ing men­ja­di pusat pen­ga­jian, kini fungsinya melu­as seba­gai wadah aktiv­i­tas sosial yang solu­tif.

Apa yang dilakukan oleh Masjid Nurul Ashri bisa men­ja­di inspi­rasi bagi masjid lain di berba­gai daer­ah. Mem­berikan ruang bagi anak muda untuk berkreasi ter­buk­ti mem­bawa dampak posi­tif. Kreativ­i­tas mere­ka meng­hasilkan ide-ide segar yang mungkin tidak ter­pikirkan oleh gen­erasi sebelum­nya.

  Cakar Ayam Naik Level: Dari Tanah Jadi Cuan, Berminat Kesini Jalannya!

Ten­tun­ya, kun­ci keber­hasi­lan ter­letak pada kese­im­ban­gan. Anak muda diberi kebe­basan, tetapi tetap den­gan bimbin­gan dan ara­han dari para tokoh aga­ma ser­ta pen­gu­rus senior. Den­gan sin­er­gi terse­but, ino­vasi ber­jalan tan­pa mening­galkan nilai-nilai syari­at.

Banyak pihak berharap pro­gram seru­pa bisa diadop­si di masjid-masjid lain, sehing­ga semakin banyak masyarakat yang merasakan man­faat.

Meli­hat antu­si­asme masyarakat dan keber­hasi­lan pro­gram sejauh ini, pen­gelo­la Masjid Nurul Ashri beren­cana mem­per­lu­as caku­pan kegiatan. Jum­lah por­si makanan akan dita­m­bah, ser­ta vari­asi menu diper­banyak.

Selain itu, ada ren­cana untuk men­jadikan pro­gram ini berke­lan­ju­tan den­gan meli­batkan lebih banyak donatur tetap. Hara­pan­nya, kegiatan ini bisa ber­jalan jang­ka pan­jang, bukan sekadar musi­man.

Bagi anak-anak muda yang ter­li­bat, pen­gala­man ini men­ja­di bekal berhar­ga. Mere­ka bela­jar bah­wa men­gelo­la masjid bukan hanya soal admin­is­trasi dan kegiatan keaga­maan, tetapi juga ten­tang bagaimana meng­hadirkan man­faat nya­ta bagi umat.

Kisah Masjid Nurul Ashri Dere­san Yogyakar­ta adalah con­toh bah­wa keti­ka anak muda diberi kesem­patan men­gelo­la masjid, hasil­nya bisa luar biasa. Den­gan kreativ­i­tas, kepedu­lian, dan seman­gat keber­samaan, mere­ka meng­hadirkan pro­gram unik namun sarat man­faat: Makan Ser­ba Seribu.

Pro­gram ini bukan hanya mem­beri makan den­gan har­ga murah, tetapi juga menghidup­kan kem­bali per­an masjid seba­gai pusat keber­samaan dan solusi sosial.

Di ten­gah tan­ta­n­gan ekono­mi masyarakat, langkah kecil ini men­ja­di cahaya yang menum­buhkan hara­pan. Bah­wa masjid bukan hanya tem­pat sujud, tetapi juga rumah kebaikan yang selalu hadir untuk umat. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *