Berita Peristiwa

Driver Maxim Demo di Samarinda, Desak Kantor Gubernur Buka Segel

474
×

Driver Maxim Demo di Samarinda, Desak Kantor Gubernur Buka Segel

Sebarkan artikel ini

Samarin­da, SniperNew.id - Puluhan dri­ver ojek online Max­im di Samarin­da mengge­lar aksi unjuk rasa di depan Kan­tor Guber­nur Kali­man­tan Timur (Kaltim), Rabu (20/8/2025). Dalam aksi terse­but, para penge­mu­di mende­sak Pemer­in­tah Provin­si (Pem­prov) Kaltim segera mem­bu­ka kem­bali kan­tor Max­im di Samarin­da yang sebelum­nya dis­egel.

Aksi ini menarik per­ha­t­ian masyarakat kare­na berlang­sung di hala­man Kan­tor Guber­nur Kaltim, sebuah titik strate­gis pusat pemer­in­ta­han. Dalam video yang diung­gah akun media dar­ing @klausamedia_, ter­li­hat mas­sa dri­ver men­ge­nakan jaket dan atribut berwar­na dom­i­nan hitam ser­ta kun­ing, sam­bil mem­bawa ben­dera organ­isasi dan pengeras suara.

Sejum­lah penge­mu­di tam­pak berdiri di pagar depan kan­tor guber­nur sam­bil berorasi. Salah seo­rang per­wak­i­lan den­gan mega­fon lan­tang menyuarakan tun­tu­tan agar pemer­in­tah daer­ah segera men­cabut segel kan­tor Max­im. “Kami butuh kepas­t­ian untuk bek­er­ja! Buka kem­bali kan­tor Max­im di Samarin­da!” teri­ak ora­tor diiku­ti pekikan seman­gat para pen­gun­juk rasa yang mengepalkan tan­gan ke udara.

Suasana semakin ramai keti­ka puluhan dri­ver duduk berde­sakan di sek­i­tar pagar kan­tor guber­nur, seba­gian berdiri di atas pagar untuk mem­per­je­las aksi protes mere­ka. Mas­sa aksi menun­jukkan kekom­pakan, ter­li­hat dari ser­agam infor­mal mere­ka dan war­na ben­dera yang sama. Mere­ka menyam­paikan keluhan bah­wa penu­tu­pan kan­tor Max­im berdampak lang­sung pada pen­da­p­atan har­i­an para penge­mu­di yang meng­gan­tungkan hidup dari layanan trans­portasi online ini.

  Sepatu Raib di Mushola Stasiun Senen, Netizen Ungkap Pengalaman Serupa

Di sisi lain, aparat Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) ber­ja­ga di sek­i­tar lokasi. Dari video yang beredar, ter­li­hat barisan petu­gas berser­agam coke­lat lengkap den­gan topi dan badge res­mi. Beber­a­pa petu­gas tam­pak mem­bawa papan ram­bu lalu lin­tas seba­gai alat penga­man tam­ba­han untuk men­gen­da­likan mas­sa agar aksi berlang­sung tert­ib dan tidak meng­gang­gu lalu lin­tas di sek­i­tar kan­tor guber­nur.

Mes­ki suasana panas den­gan orasi keras, aksi ini berlang­sung damai tan­pa ker­icuhan. Para dri­ver hanya fokus menun­tut pen­cabu­tan segel kan­tor Max­im. Segel ini sebelum­nya dipasang oleh pihak pemer­in­tah daer­ah atas alasan yang belum dije­laskan secara rin­ci dalam ung­ga­han media terse­but.

Menu­rut keteran­gan yang dis­am­paikan media @klausamedia_, aksi ini dige­lar pada Rabu siang, 20 Agus­tus 2025. Puluhan dri­ver online meny­atakan kepri­hati­nan men­dalam dan mem­inta pemer­in­tah segera turun tan­gan. “Kami hanya ingin bek­er­ja den­gan ten­ang. Jan­gan matikan mata penc­a­har­i­an kami,” ujar salah seo­rang peser­ta aksi seper­ti diku­tip dari ung­ga­han media itu.

Aksi ini juga men­u­ai sorotan pub­lik di media sosial. Dalam ung­ga­han Threads, ter­li­hat tagar #klausa, #max­im, #ojol, #unjukrasa, dan #beri­taterki­ni digu­nakan untuk meng­gaungkan infor­masi demo terse­but. Hing­ga beber­a­pa jam sete­lah dipub­likasikan, ung­ga­han itu men­da­p­at respons beru­pa komen­tar, suka, dan dibagikan ulang oleh peng­gu­na media sosial lain.

  Kebakaran Landa Bukit Teletubbies Lubuk Layang

Mas­sa aksi tam­pak mem­bawa atribut seder­hana, tidak ter­li­hat span­duk besar atau alat per­a­ga kom­pleks. Hanya ben­dera kun­ing bertan­da logo, paka­ian sehari-hari para dri­ver, dan sebuah mega­fon seba­gai alat komu­nikasi uta­ma. Cua­ca cer­ah di siang hari mem­bu­at orasi semakin lan­tang ter­den­gar dan situ­asi di lapan­gan lebih jelas ter­li­hat.

Dari sisi kea­manan, aparat Sat­pol PP berbaris rapi di belakang pagar pem­bat­as, men­ja­ga jarak aman antara mas­sa aksi dan pin­tu masuk kan­tor guber­nur. Beber­a­pa petu­gas tam­pak menga­mati situ­asi sam­bil memegang alat komu­nikasi. Kehadi­ran aparat dimak­sud­kan agar aksi tidak melu­as ke jalan raya atau meng­gang­gu aktiv­i­tas perkan­toran lain di sek­i­tar kawasan terse­but.

Hing­ga beri­ta ini dis­usun, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak Pemer­in­tah Provin­si Kaltim terkait alasan penyege­lan kan­tor Max­im maupun respons atas tun­tu­tan para dri­ver. Aksi ini dihara­p­kan men­ja­di pin­tu dia­log antara pemer­in­tah daer­ah, pihak perusa­haan Max­im, dan komu­ni­tas dri­ver online untuk men­cari solusi ter­baik.

Sejum­lah pihak meni­lai bah­wa aksi semacam ini menggam­barkan beta­pa bergan­tungnya para penge­mu­di pada keber­lang­sun­gan opera­sion­al kan­tor penye­dia layanan trans­portasi online. Kan­tor men­ja­di pusat admin­is­trasi, tem­pat men­da­p­atkan per­lengka­pan, dan pusat pen­gad­u­an bila ter­ja­di masalah dalam sis­tem aplikasi. Penu­tu­pan kan­tor tidak hanya berdampak pada opera­sion­al har­i­an, tetapi juga pada keper­cayaan para dri­ver ter­hadap per­lin­dun­gan hukum dan reg­u­lasi pemer­in­tah.

  Kebakaran Rumah di Buahbatu, Bandung: Petugas Damkar Bergerak Cepat, Tidak Ada Korban Jiwa

War­ga sek­i­tar kan­tor guber­nur yang menyak­sikan aksi terse­but menye­butkan bah­wa demon­strasi ber­jalan tert­ib. Tidak ada lapo­ran kerusakan fasil­i­tas umum atau gang­guan lalu lin­tas berar­ti. Namun, suara orasi dan pekikan seman­gat dari mas­sa aksi sem­pat menarik per­ha­t­ian peng­gu­na jalan yang melin­tas.

Demo puluhan dri­ver Max­im ini juga mem­per­li­hatkan sol­i­dar­i­tas antar-sesama penge­mu­di. Mes­ki berasal dari berba­gai latar belakang, mere­ka bersatu untuk menun­tut hak bek­er­ja dan men­cari nafkah. Di ten­gah per­sain­gan ketat indus­tri trans­portasi online, per­soalan admin­is­trasi dan reg­u­lasi ser­ing kali men­ja­di pemicu kon­flik antara perusa­haan, pemer­in­tah, dan mitra penge­mu­di.

Kini pub­lik menan­ti langkah konkret dari Pem­prov Kaltim. Apakah segel kan­tor Max­im di Samarin­da akan dibu­ka kem­bali sesuai tun­tu­tan mas­sa, atau jus­tru akan ada kebi­jakan baru terkait reg­u­lasi perusa­haan trans­portasi online di daer­ah terse­but.

Yang jelas, aksi pada Rabu siang ini men­ja­di pesan tegas bah­wa para dri­ver online siap menyuarakan aspi­rasi jika merasa hak mere­ka ter­an­cam. Pemer­in­tah pun dihara­p­kan dap­at segera mem­beri kepas­t­ian hukum dan solusi, sehing­ga roda perekono­mi­an sek­tor trans­portasi online tetap ber­jalan lan­car tan­pa ham­bat­an.

(Lapo­ran berdasarkan ung­ga­han akun @klausamedia_ di Threads, Rabu, 20 Agus­tus 2025)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *