Malaysia, SniperNew.id – Ratusan masyarakat turun ke jalan menyuarakan solidaritas atas kematian almarhumah Zara Qairina Mahathir. Aksi yang berlangsung di sebuah kawasan perumahan ini dipenuhi dengan poster dan spanduk bertuliskan “Justice For Zara” serta tuntutan agar pihak berwajib segera mengadili pelaku yang dianggap bertanggung jawab, Senin (18/08/25).
Dalam video dan unggahan di media sosial, tampak massa membawa berbagai poster dengan tulisan seperti “Justice For Zara”, “Tuntut Keadilan”, hingga “No Bullying”. Sebagian peserta aksi juga mengibarkan bendera Malaysia sebagai simbol persatuan rakyat dalam menuntut keadilan.
Salah satu spanduk besar bertuliskan, “Kami rakyat Malaysia mahukan keadilan untuk adik Zara Qairina Mahathir”. Tagar #JusticeForZaraQairina pun terus digaungkan baik di lapangan maupun di ruang digital.
Sejumlah tokoh masyarakat terlihat hadir, termasuk perwakilan partai politik dan aktivis. Dalam orasinya, mereka menyampaikan desakan agar aparat penegak hukum segera menyelesaikan kasus ini secara tuntas. “Kami mahu kerajaan siasat sampai lubang cacing. Jangan biarkan pesalah terlepas. Bawa mereka ke muka pengadilan,” ujar salah seorang orator yang berbicara di hadapan massa.
Di sisi lain, muncul juga suara kritis dari warganet. Akun bernama alif_haidar melalui unggahannya di platform Threads menuliskan, “Aku setuju gesaan orang awam agar kematian arwah adik Zara diberi perhatian seberat-beratnya. Siasat sampai lubang cacing. Gesa pihak berwajib membawa pesalah ke muka pengadilan.”
Namun, ia juga menyoroti adanya keterlibatan tokoh politik dan aktivis dalam aksi ini. “Tapi bila ada penglibatan wakil rakyat atau aktivis, hujung-hujungnya jadi kempen politik dan medan perniagaan,” tulisnya. Ia bahkan menyinggung akun @paspusat serta @Rafidahlbrahim yang dianggap menggunakan momentum ini untuk kepentingan politik dan isu lain seperti Kampung Sungai Baru.
Kritik tersebut memunculkan perdebatan di kalangan publik. Sebagian pihak mendukung penuh aksi massa sebagai bentuk solidaritas dan tekanan agar keadilan ditegakkan, sementara sebagian lainnya mengingatkan agar kasus tragis yang menimpa Zara tidak dijadikan alat kepentingan politik maupun popularitas pribadi.
Meski demikian, inti dari aksi ini tetap sama: masyarakat ingin agar pihak berwenang bertindak tegas, melakukan penyelidikan menyeluruh, serta membawa pelaku ke pengadilan. Mereka menegaskan bahwa kasus Zara Qairina Mahathir tidak boleh berhenti sebagai isu sesaat, melainkan harus menjadi momentum perbaikan sistem hukum dan perlindungan terhadap anak-anak dari segala bentuk kekerasan maupun penindasan.
Aksi ini diakhiri dengan doa bersama untuk almarhumah Zara, serta penegasan bahwa perjuangan menuntut keadilan akan terus dilakukan hingga pemerintah dan aparat penegak hukum menuntaskan kasus ini secara transparan.













