Berita Daerah

Tegaskan Sikap, Posko Donasi Nyatakan “Yayak Gundul Bukan Bagian Kami” Jelang Demo PBB Pati

267
×

Tegaskan Sikap, Posko Donasi Nyatakan “Yayak Gundul Bukan Bagian Kami” Jelang Demo PBB Pati

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id – Menjelang aksi unjuk rasa terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati yang rencananya digelar pada Rabu, 13 Agustus 2025, suasana di lapangan mulai menghangat. Salah satu koordinasi aksi yang juga menjadi bagian dari Posko Donasi, Teguh Istiyanto, memberikan pernyataan tegas bahwa pihaknya tidak berafiliasi dengan sosok yang disebut “Yayak Gundul”., Minggu (10/08/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Teguh di depan kamera, Sabtu (9/8/2025), di area Posko Donasi, disaksikan sejumlah rekan sesama koordinator. Dalam keterangan itu, ia menegaskan: “13 Agustus Positif Demo, Yayak Gundul Bukan Bagian dari Kami,” ujar Teguh Istiyanto, Koordinator Posko Donasi.

Pernyataan ini menjadi penegasan sikap organisasi lapangan yang tengah mempersiapkan aksi massa menolak kenaikan PBB yang dinilai membebani warga. Ia menyampaikan bahwa klarifikasi ini penting untuk menjaga arah gerakan tetap fokus pada isu utama, yaitu kebijakan kenaikan PBB, tanpa terseret pada perbedaan atau konflik internal.

  GPIB PEDULI Bencana Banjir di Sumatera

Aksi yang akan digelar 13 Agustus mendatang merupakan buntut dari protes warga terhadap kenaikan signifikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati. Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari kelompok petani, pedagang kecil, hingga perwakilan tokoh desa, merasa bahwa kebijakan tersebut memberatkan, terutama bagi masyarakat yang pendapatannya bergantung pada sektor pertanian.

Menurut informasi yang beredar, kenaikan PBB di beberapa wilayah Kabupaten Pati mencapai persentase yang dinilai tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi warga. Hal ini memicu gelombang protes dan seruan aksi damai di pusat kota Pati.

Dalam video yang tersebar di media sosial, Teguh Istiyanto terlihat memegang selembar surat yang berisi agenda aksi pada 13 Agustus. Ia menyebutkan bahwa pihaknya bersama tim koordinasi telah mempersiapkan aksi tersebut dengan rencana yang jelas, termasuk titik kumpul, waktu keberangkatan, dan agenda penyampaian aspirasi.

Dalam surat yang dibacakan, disebutkan bahwa aksi akan berlangsung di dua lokasi utama, dengan rute dan jadwal yang telah diatur. Teguh menyampaikan bahwa semua peserta diminta menjaga ketertiban dan fokus pada isu PBB, bukan pada isu personal atau kelompok tertentu.

Nama “Yayak Gundul” sempat disebut-sebut di beberapa unggahan media sosial terkait aksi ini. Namun, Teguh menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak termasuk bagian dari jaringan koordinasi mereka.

  Polres Tegal Kota Sikat Knalpot Brong Jelang Nataru

“Ini perlu kami luruskan supaya tidak ada kesalahpahaman. Aksi ini murni perjuangan rakyat menuntut keadilan atas kebijakan PBB. Jadi, kami tidak ingin ada yang mengira kami membawa agenda lain atau dikendalikan pihak tertentu,” jelas Teguh.

Klarifikasi ini, menurutnya, juga untuk menjaga kredibilitas gerakan dan memastikan bahwa pesan yang sampai ke publik tetap bersih dan terfokus.

Selain koordinasi aksi, Posko Donasi yang dipimpin Teguh juga menggalang bantuan logistik untuk para peserta aksi. Bantuan ini mencakup air mineral, makanan ringan, hingga kebutuhan medis ringan untuk memastikan demonstrasi berjalan aman dan tertib.

“Posko Donasi dibentuk sebagai bentuk solidaritas. Kami ingin aksi ini berjalan damai, tanpa anarkisme, dan dengan dukungan logistik yang memadai,” ujar Teguh.

Posko ini terbuka bagi warga yang ingin memberikan dukungan, baik dalam bentuk barang maupun uang. Semua donasi dicatat dan dikelola secara transparan.

Berdasarkan informasi yang dibacakan Teguh, rencana aksi pada Rabu (13/8/2025) meliputi:bTitik kumpul pertama: Depan PT Dua, pukul 11.00 WIB. Titik kumpul kedua: Halaman Kantor Kecamatan Margorejo, pukul 12.00 WIB.

Setelah itu, massa akan bergerak menuju pusat kota untuk melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan.

  Propam Polres Tegal Gaktibplin Personel Pos Adiwerna

Peserta aksi diimbau membawa perlengkapan pribadi, seperti topi atau payung untuk melindungi diri dari panas, serta mengenakan pakaian yang sopan. Pihak koordinator juga menekankan bahwa aksi ini bersifat damai, dengan larangan keras membawa senjata tajam, minuman keras, atau benda-benda berbahaya lainnya.

Di media sosial, pernyataan Teguh dan rencana aksi ini mendapat berbagai respons. Sebagian besar warganet mendukung aksi damai untuk menolak kenaikan PBB, mengingat banyak warga desa yang mengaku keberatan membayar pajak dengan tarif baru.

Namun, ada pula yang mengingatkan agar aksi tersebut tidak ditunggangi oleh kepentingan politik atau kelompok tertentu. Klarifikasi Teguh mengenai “Yayak Gundul” dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga integritas gerakan.

Dengan jadwal yang semakin dekat, semua mata kini tertuju pada aksi 13 Agustus 2025 di Kabupaten Pati. Apakah tuntutan warga akan didengar pemerintah daerah? Apakah aksi akan berjalan damai sesuai harapan?

Satu hal yang jelas, seperti yang disampaikan Teguh Istiyanto: gerakan ini murni perjuangan warga untuk menolak kenaikan PBB yang dianggap memberatkan.

“Kami di sini satu tujuan: menolak kenaikan PBB yang memberatkan rakyat. Tidak ada agenda lain. Dan sekali lagi, Yayak Gundul bukan bagian dari kami,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *