Berita Peristiwa

Banjir Kepung Padang! Hujan Deras Rendam Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada

503
×

Banjir Kepung Padang! Hujan Deras Rendam Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id – Jumat, 8 Agustus 2025 Kota Padang kembali dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur dengan intensitas tinggi sejak pagi hari. Beberapa wilayah dilaporkan tergenang cukup parah, menyulitkan aktivitas warga dan menimbulkan kemacetan di sejumlah titik. Video dan laporan lapangan yang beredar di media sosial memperlihatkan genangan air yang mengalir deras di sepanjang jalan dan trotoar.

Akun resmi Infosumbar melalui unggahan di platform Threads memberikan update kondisi terkini dari lapangan. Dalam unggahannya, Infosumbar menuliskan:

“Hujan dengan intensitas tinggi, beberapa wilayah dilanda banjir di Padang, Jumat 8 Agustus 2025. Seperti di wilayah Andaleh, Khatib Sulaiman, Raden Saleh, Jati, Banda Puruih dan masih banyak lagi. Bagaimana keadaan di tampek dunsanak. Mari share di kolom komentar👇”

Unggahan tersebut juga menyertakan video kondisi banjir yang memperlihatkan jalanan tergenang air, trotoar ikut dilanda luapan air, serta kursi taman dan tiang lampu jalan yang ikut terendam. Terlihat kendaraan melintas dengan pelan karena derasnya aliran air di sisi jalan. Beberapa pengendara sepeda motor tampak kesulitan menavigasi jalan yang licin dan tergenang.

  Banjir Galodo Hantam Kawasan Danau Singkarak, Warga Mengungsi Tinggalkan Kampung

Banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik krusial di Kota Padang, di antaranya:

Andaleh
Wilayah ini tampak tergenang dengan aliran air yang mengalir deras dari saluran drainase yang meluap. Trotoar dan bahu jalan ikut tergenang.

Khatib Sulaiman
Sebagai salah satu jalan protokol di Padang, banjir di Khatib Sulaiman menyebabkan kemacetan yang cukup panjang. Kendaraan harus berjalan pelan, bahkan beberapa motor terpaksa berhenti karena mogok akibat air masuk ke mesin.

Raden Saleh
Jalanan di kawasan ini turut digenangi air setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa. Drainase tampak tak mampu menampung debit air yang tinggi.

Jati dan Banda Puruih
Kawasan ini juga dilaporkan banjir cukup tinggi. Beberapa pertokoan dan rumah warga mulai kemasukan air. Aktivitas ekonomi sempat terhenti sementara.

Berdasarkan informasi dari warga dan pantauan cuaca, hujan mulai mengguyur sejak dini hari dan semakin deras memasuki pagi hingga siang hari. Akumulasi curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menyebabkan drainase di sejumlah titik tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke permukaan jalan.

“Biasanya kalau hujan sebentar sih masih aman. Tapi ini dari tadi nggak berhenti, deras terus. Saluran airnya nggak cukup nampung,” kata warga Jati yang enggan disebutkan namanya.

Melalui postingannya, Infosumbar mengajak masyarakat Padang untuk membagikan kondisi terkini dari wilayah mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk membantu mempercepat distribusi informasi dan sebagai bentuk peringatan dini bagi warga lain agar bisa menghindari titik-titik banjir.

  Truk MBG Tabrak Sekolah, Warga Langsung Gempar

Ajakan tersebut berbunyi. “Bagaimana keadaan di tampek dunsanak. Mari share di kolom komentar 👇”

Respons dari warga cukup aktif. Beberapa komentar menyebutkan bahwa genangan juga terjadi di kawasan lain seperti Ulak Karang, Lubuk Begalung, dan kawasan Pasar Raya.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah tentu berdampak besar terhadap aktivitas warga. Banyak yang terpaksa menunda perjalanan kerja, sekolah, bahkan ada yang mengungsi ke tempat lebih tinggi. Jalanan utama yang tergenang juga memperlambat laju distribusi barang dan logistik di dalam kota.

Salah satu video yang beredar memperlihatkan betapa derasnya genangan air mengalir di sepanjang trotoar. Air terlihat meluap hingga menutupi separuh badan jalan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara, terutama sepeda motor yang mudah tergelincir atau mogok.

Banjir berulang seperti ini menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur drainase di Kota Padang. Warga berharap Pemkot segera melakukan tindakan cepat untuk mengatasi genangan dan mencegah banjir susulan apabila hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah Kota Padang melalui BPBD diharapkan segera melakukan pemetaan titik-titik rawan, mengerahkan pompa air, serta memastikan saluran drainase tidak tersumbat. Koordinasi dengan Dinas PU, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan juga diperlukan untuk penanganan cepat.

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak memaksakan keluar rumah apabila tidak mendesak. Bagi pengendara, hindari jalur-jalur yang sudah diketahui rawan banjir seperti Andaleh, Khatib Sulaiman, dan Jati.

  Banjir Sungai Deli Rendam Kawasan Pelita, Warga Tetap Tenang Pantau Situasi

Mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi

Menghindari menyentuh kabel atau tiang listrik di area banjir

Mencari informasi terbaru melalui kanal resmi seperti BPBD, BMKG, dan media lokal terpercaya

Salah satu kekuatan media sosial dalam kondisi darurat seperti ini adalah kecepatan penyebaran informasi visual. Video unggahan Infosumbar memperlihatkan realitas lapangan secara langsung: air yang mengalir deras, bangku taman tergenang, dan jalanan berubah seperti aliran sungai.

Visual ini tidak hanya mempertegas urgensi penanganan, tapi juga menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih siap menghadapi cuaca ekstrem.

Banjir di Padang pada Jumat, 8 Agustus 2025, adalah pengingat bahwa tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem semakin nyata. Tidak hanya diperlukan respons cepat dari pemerintah, namun juga kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan drainase.

Tetap waspada, tetap jaga keselamatan, dan mari saling berbagi informasi untuk kebaikan bersama. Untuk kamu yang berada di wilayah lain di Padang, bagaimana kondisi di tempatmu? Sampaikan di kolom komentar dan bantu sebarkan informasi ini kepada yang lain.

Sumber:
@infosumbar (Threads & Video)
Laporan warga di lapangan
Pantauan visual banjir kawasan Khatib Sulaiman, Jati, dan Andaleh

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *