Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Bupati Pati Klarifikasi Soal Pernyataan Tantangan Demo, Warga Tetap Geram

337
×

Bupati Pati Klarifikasi Soal Pernyataan Tantangan Demo, Warga Tetap Geram

Sebarkan artikel ini

Pati, Jawa Ten­gah, SniperNew.id – Bupati Pati men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah perny­ataan­nya terkait kenaikan Pajak Bumi dan Ban­gu­nan (PBB) sebe­sar 250% men­u­ai kon­tro­ver­si. Dalam ung­ga­han akun Threads @folkonoha yang telah diton­ton lebih dari 143 ribu kali, dise­butkan bah­wa Bupati Pati mem­ban­tah telah menan­tang 50 ribu war­ga untuk melakukan aksi demon­strasi meno­lak kebi­jakan terse­but.

“Saya hanya menyam­paikan secara ter­bu­ka, bukan menan­tang,” ujar Bupati, menang­gapi perny­ataan yang viral dan diang­gap seba­gai ben­tuk tan­ta­n­gan kepa­da war­ga. Ia mene­gaskan bah­wa perny­ataan­nya telah dis­ala­har­tikan dan tidak per­nah bermak­sud menan­tang raky­at. Klar­i­fikasi ini dis­am­paikan sete­lah video yang mem­per­li­hatkan perny­ataan sebelum­nya ramai dibicarakan pub­lik.

Namun, klar­i­fikasi terse­but tidak sepenuh­nya meredam kemara­han war­ga. Seba­liknya, ung­ga­han terse­but memicu reak­si keras dari war­ganet di kolom komen­tar Threads.

  Kabar Air Meluap Picu Kepanikan Warga Garoga

Peng­gu­na akun @wiek_inddrawaty meny­oroti kenaikan PBB yang diang­gap san­gat mem­ber­atkan. Ia menulis,
“PBB pajaknya 250%?? Serius? Gilaaa, nyekek leher raky­at gak tang­gung-tang­gung.. klo di DKI Jkt, udah tamat riway­at­mu pak.”

Semen­tara itu, akun @dariussimko menyam­paikan kri­tik tajam ter­hadap kepemimp­inan Bupati.
“Udah mulai mau nangis mukanya. Kemarin som­bong seten­gah mati, jan­ji pemilu man­is seten­gah mati. Dia bilang ‘Raky­at saya’, Raky­at Pati adalah raky­at Indone­sia bukan raky­at­nya Sude­wo.
Wak­tu­mu sudah habis pak. Sudah ter­lalu banyak menyak­i­ti raky­at. Demo 13 Agus­tus jan­gan berhen­ti sam­pai dia turun. Jan­gan berhen­ti pada dibatalk­a­n­nya kenaikan PBB. SAMPAI BUPATINYA TURUN.”

Komen­tar ini men­da­p­at respons besar dari war­ganet den­gan 500 tan­da suka dan banyak bal­asan.

Bupati juga dituduh tidak kon­sis­ten oleh akun @sudiyonodendi.
“Katanya jan­gankan 5 ribu… dide­mo 50 ribu pun tak gen­tar (ini kalau bukan nan­tang apa namanya). Sekarang kok ngomongnya lain… jadi pemimpin itu jan­gan men­cla-men­cle (nggak kon­sis­ten)…
Aslinya takut dide­mo ya pak, makanya jan­gan aro­gan… masih diga­ji dari pajak raky­at aja songong… miki­i­ir…!!!”

Perny­ataan ini mencer­minkan keke­ce­waan war­ga atas inkon­sis­ten­si sikap peja­bat pub­lik dalam menan­gani isu sen­si­tif yang menyangkut kepentin­gan masyarakat.

  IPI Lampung Dukung Penuh Permendes 3/2024, Dorong Literasi hingga Ke Desa

Akun @pujangga_deso bahkan menan­tang Bupati untuk menon­ton ulang videonya sendiri, bukan sekadar mengk­lar­i­fikasi secara sepi­hak.

“Coba Bupati dis­u­ruh me-replay video dia sendiri… jan­gan klar­i­fikasi pem­be­naran sendiri… trus katanya sat­pol PP tidak anarkis. Per­li­hatkan video sat­pol PP yang cewek nge­wak­wak dan mer­am­pas air min­er­al ke dalam truk…”

Sorotan ini mem­per­li­hatkan adanya kere­sa­han war­ga tidak hanya soal perny­ataan Bupati, tetapi juga tin­dakan aparat pemer­in­tah daer­ah dalam mere­spons situ­asi di lapan­gan.

Tidak hanya isu PBB, akun @itsme.flightmode juga meny­eret isu krim­i­nal lain yang sem­pat meli­batkan war­ga Pati, seba­gai ben­tuk sindi­ran ter­hadap kepemimp­inan Bupati.

“War­ganya ‘maaf’ kenar­in-kenar­in ada yg ter­sangkut pengge­la­pan mobil rental sam­pai pemi­lik rental tewas. Sekarang bupatinya nge­les, state­ment udah kelu­ar sekarang dia ralat. Tum­ban­gin aja.”

Komen­tar itu diperku­at oleh akun @ekanda1612 yang meny­atakan,
“Sudah ada buk­ti dig­i­tal­nya pun masih aja berbo­hong. Tipikal peja­bat Indone­sia kali.”

 

Di ten­gah gelom­bang kri­tik, muncul pula ajakan untuk melakukan ger­akan lebih besar. Akun @nanoe_wijanarko menulis,
“Yuk lengserin yuk war­ga Pati bisa yuukk….. ban­tu­in doa dr jauh yak?!”

Komen­tar ini menun­jukkan bah­wa ama­rah pub­lik telah men­ca­pai titik di mana mere­ka mem­per­tim­bangkan aksi poli­tik untuk menu­runk­an pemimpin daer­ah yang diang­gap tidak berpi­hak pada raky­at.

  Keisha Florist Pekalongan WA.082272705409 – Solusi Toko Bunga Online Terpercaya untuk Segala Momen

Perny­ataan Bupati Pati yang sem­pat memicu kon­tro­ver­si telah memu­nculkan gejo­lak baru di ten­gah masyarakat. Klar­i­fikasi yang dis­am­paikan bah­wa dirinya tidak per­nah menan­tang raky­at jus­tru diang­gap seba­gai ben­tuk cuci tan­gan atas perny­ataan sebelum­nya yang telah beredar luas dan didoku­men­tasikan.

Den­gan lon­jakan PBB hing­ga 250% yang diang­gap mencekik raky­at kecil, masyarakat merasa suara mere­ka dia­baikan. Respons keras di media sosial men­ja­di cer­mi­nan nya­ta keke­ce­waan pub­lik ter­hadap pemimpin daer­ah yang dini­lai tidak peka ter­hadap beban ekono­mi raky­at.

Semen­tara itu, ren­cana aksi demon­strasi besar-besaran pada 13 Agus­tus yang dise­butkan oleh war­ganet men­ja­di sinyal kuat bah­wa isu ini belum sele­sai. Pub­lik menan­ti langkah konkret dari pemer­in­tah daer­ah — apakah akan menden­garkan suara raky­at atau jus­tru semakin kehi­lan­gan keper­cayaan pub­lik.

Keja­di­an ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi peja­bat pub­lik bah­wa seti­ap perny­ataan yang dis­am­paikan di ruang pub­lik memi­li­ki kon­sekuen­si. Klar­i­fikasi sepi­hak tan­pa akunt­abil­i­tas hanya akan mem­per­bu­ruk cit­ra dan mem­per­lebar jarak antara pemer­in­tah dan raky­at.

(Sum­ber: Threads @folkonoha & komen­tar war­ganet)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *