Berita Peristiwa

Peristiwa Lanting Dibakar, Warga Melongo Perut Kami Makin Lapar!

602
×

Peristiwa Lanting Dibakar, Warga Melongo Perut Kami Makin Lapar!

Sebarkan artikel ini

Kalteng, SbiperNew.id – Kejadian yang menggemparkan masyarakat terjadi di sebuah lokasi penambangan tradisional (lanting) yang berada di pedalaman hutan wilayah Indonesia bagian timur.

Dalam video berdurasi pendek yang dibagikan oleh Yohanes Karwilus di grup WhatsApp SniperNew.id pada Sabtu, 26 Juli 2025, tampak sejumlah warga hanya bisa berdiri terpaku menyaksikan aksi aparat keamanan membakar lanting penyedot emas secara bergantian, Minggu 27 Juli 2025.

Tampak dalam rekaman, sejumlah polisi berseragam lengkap melakukan pembakaran terhadap peralatan tambang tradisional yang diduga ilegal. Di latar belakang, api berkobar dengan asap hitam membumbung ke langit, sementara masyarakat terlihat hanya bisa melihat dari kejauhan dengan wajah bingung, kesal, dan penuh tanya.

Dalam salah satu bagian rekaman, terdengar suara warga yang memprotes keras tindakan tersebut. “Bagaimana bisa bebas dari segalanya kau begini, perbuatan polisi di lapangan! Lanting sedot seberapa yang ketemu dibakar semua. Jadi masyarakat ini mau makan apa kalau tidak kerja?”

  Stop Main Hakim Sendiri! Lansia Terduga Pencurian di Tanah Abang Jadi Sasaran Amuk Pedagang

Keluhan ini menggambarkan kegelisahan warga yang mengandalkan penambangan tradisional sebagai mata pencaharian utama mereka. Dalam gambar yang tersebar, terlihat para warga mulai dari remaja hingga orang dewasa hanya bisa berdiri dan menyaksikan pembakaran alat tambang tanpa mampu berbuat banyak.

Pria berbaju hitam bertuliskan Ocean Pacific tampak menjadi bagian dari kerumunan warga yang terlihat kecewa. Ia bahkan tampak hendak menunjuk atau berusaha menyampaikan sesuatu, namun tidak terdengar jelas dalam video.

  Tanah Bergerak Putuskan Jalur Penghubung Bagbagan–Kiara Dua

Sementara yang lain berdiri dengan tangan terlipat di belakang, menatap api yang melahap alat-alat penambangan mereka.

Aksi ini menimbulkan reaksi beragam di masyarakat, terutama di media sosial dan grup-grup lokal. Banyak yang menyayangkan pendekatan aparat yang dianggap terlalu keras, tanpa solusi alternatif bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Menurut keterangan tak resmi dari warga sekitar, lanting-lanting tersebut sudah lama digunakan oleh masyarakat lokal untuk mencari nafkah, terutama karena keterbatasan lapangan kerja di daerah mereka.

Meski dianggap ilegal menurut undang-undang, masyarakat setempat menilai kegiatan itu sebagai satu-satunya cara bertahan hidup.

Gambar screenshot video Yohanes Karwilus di grup WhatsApp SniperNew.id, 27 Juli 2025.

Salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menuturkan,
“Kalau memang salah, kami siap diberi arahan. Tapi bukan langsung dibakar. Itu alat kerja kami. Sekarang bagaimana anak-anak kami bisa makan?”

  Klarifikasi Ramai Soal Polisi Besitang Duduk Santai Saat Banjir

Kejadian ini pun memicu debat hangat antara penegakan hukum dan keadilan sosial. Aparat memang bertugas menegakkan aturan, namun masyarakat menilai bahwa pendekatan humanis dan solusi ekonomi harusnya menjadi prioritas, bukan hanya penertiban sepihak.

Peristiwa ini mengingatkan kita semua bahwa pembangunan dan penegakan hukum yang berkeadilan perlu memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat bawah.

Lucu tapi nyata, di negeri kaya sumber daya ini, masyarakat malah dipaksa lapar bukan karena malas, tapi karena alat cari makan mereka dibakar.

Laporan langsung untuk SniperNew.id – Peristiwa 26 Juli 2025 (Disadur dari video kiriman Yohanes Karwilus di grup WhatsApp). Editor: (Ahmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *