Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Viral!!, “Sekolah Disita, Anak SD Belajar di Kebun Sawit”

576
×

Viral!!, “Sekolah Disita, Anak SD Belajar di Kebun Sawit”

Sebarkan artikel ini

Toro Jaya, Riau, SniperNeew.id – Sebuah video menyay­at hati viral di media sosial mem­per­li­hatkan puluhan anak-anak SD berser­agam lengkap bela­jar di ten­gah kebun saw­it. Lokasi keja­di­an dise­but bera­da di Toro Jaya, Riau, dan ramai diperbin­cangkan sete­lah diung­gah akun Wak Peci Hara­hap La, den­gan narasi pilu:

“Viral, begini­lah potret nasib anak-anak SD di Toro Jaya, Riau, yang ter­pak­sa bela­jar di ten­gah kebun saw­it sete­lah seko­lah mere­ka disi­ta Pemer­in­tah. Kasian, dimana Pemer­in­tah…? dimana media…? Apakah masih per­lu kita menaikkan Ben­dera kemerdekaan kalau seper­ti ini…?”

  Transparansi Pendidikan: SDN 100 Lombakasi Gelar Rapat Dewan Guru Bersama Pengawas

Dalam video, ter­li­hat anak-anak duduk di atas tikar biru di bawah rin­dan­gnya pohon saw­it. Guru mere­ka tam­pak tetap berse­man­gat men­ga­jar mes­ki tan­pa fasil­i­tas layak. Namun suasana duka dan keti­dakadi­lan begi­tu terasa.

Komen­tar neti­zen pun mem­blu­dak, seba­gian besar men­gungkap­kan rasa kece­wa men­dalam ter­hadap pemer­in­tah. Berikut beber­a­pa kuti­pan komen­tar war­ganet yang mencer­minkan ama­rah dan kesedi­han raky­at:

Fahrin Apri­an­syah: “Secara undang-undang memang mem­be­li kawasan hutan itu melang­gar hukum.

Bun­danya Aya Siti Fatimah: “Tang­ga­pan guber­nur gimana, apakah masalah ini belum dila­porkan?”

Echa Putri Yan­ti: “Koq bisa gitu sich. Gimana den­gan pemer­in­tah setem­pat, kasi­han anak-anak di saw­i­tan gitu, anak-anak bela­jar harus nya­man.”

Najarul Efen­di Sire­gar II: “Kita khawatir raky­at­nya nan­ti minta merde­ka untuk wilayah Sumat­era…”

(Komen­tar ini men­da­p­at lebih dari 200 reak­si neti­zen.)

  Siswi Curhat ke Sri Mulyani, Ungkap Pengalaman Baru di Sekolah Rakyat

Amel Oll­shop Dolik, yang diduga meru­pakan war­ga asli daer­ah terse­but, menyam­paikan isi hati yang begi­tu men­giris:  “Iya ini daer­ah kami. Pada­hal secara ekono­mi sini san­gat maju loh say… Semua fasil­i­tas seko­lah, ban­gu­nan, jalan itu dari dana kam­pung kami sendiri. Tapi pemer­in­tah yang tidak pun­ya hati… Kare­na kami kawasan TNTN (Taman Nasion­al Tes­so Nilo), anak-anak kami pun jadi kena imbas­nya.”

Bujil Nugro­ho ikut bersuara lan­tang: “Aneh, apa yang sebe­narnya mere­ka mau? Bukankah pemer­in­tah harus­nya banyak mendirikan seko­lah, bukan mer­am­pas hak orang untuk seko­lah. Miris sekali.”

Raiter Melano: “Buk­ti saharus­nya sudah menger­ti kena­pa ibu dan war­ga memakai dana sendiri untuk pem­ban­gu­nan itu. Bukan dana negara.”

  Semangat Anak Sekolah Rakyat 45 Semarang Hangatkan Kunjungan Menteri dan Kepala Daerah

Kuat Hasi­buan Kuat: “Indone­sia sedang tidak baik-baik saja saat ini… ngeri lah kalau masa depan anak-anak pun jadi ter­lan­tar. Sudah tidak sesuai den­gan UUD 1945.”

Sopi­an Lubis: “Indone­sia dija­jah bangsa sendiri. Bijak­lah ber­me­dia, Indone­sia tidak baik-baik saja.”

Mas Pai: “Mari sodara-sodara kita yang ada di Riau kita buat negara sendiri kalau memang ini kepu­tu­san pres­i­den. Ini bukan lagi zaman Belan­da.”

Fenom­e­na ini tidak hanya menyay­at hati, tapi juga memu­nculkan perde­batan besar ten­tang kead­i­lan sosial, fungsi negara, dan masa depan pen­didikan anak-anak pelosok negeri. Neti­zen mem­inta agar kasus ini segera dis­orot media nasion­al dan ditin­dak­lan­ju­ti oleh Pres­i­den dan Menteri Pen­didikan.

Satu hal yang pasti: keti­ka anak-anak ter­pak­sa bela­jar di saw­it kare­na seko­lah mere­ka disi­ta, maka nurani bangsa sedang diu­ji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *