Berita TNI

TNI Menyapa dari Honai: Ketika Negara Hadir Tanpa Protokol di Tanah Ilaga

725
×

TNI Menyapa dari Honai: Ketika Negara Hadir Tanpa Protokol di Tanah Ilaga

Sebarkan artikel ini

SnipeNew.id | Ilaga, Papua, 12 Juli 2025, Di kabut dingin Pegunungan Tengah, suara sepatu prajurit menggema pelan di jalur tanah merah yang basah. Namun bukan operasi militer yang sedang berlangsung melainkan langkah-langkah kasih dari Satgas TNI Yonif 700/Wira Yudha Cakti yang menjalankan Safari Honai, program kemanusiaan yang menyentuh langsung hati warga Ilaga, khususnya Kampung Wuloni.

Dipimpin Serda Hidayat dari Pos Wuloni, para prajurit menyusuri kampung tanpa senjata di tangan melainkan senyum, sapaan hangat, dan bungkusan bahan pangan. Dari satu honai ke honai, mereka menyapa warga dengan cara yang jarang ditemui di wilayah rawan konflik: penuh ketulusan.

  Satgas Pamtas RI-Mly Yonzipur 5/ABW Bentuk Pemuda Berprestasi Melalui Seleksi Paskibraka

“Kami datang bukan untuk dilayani, tapi melayani. Kami tidak hanya ingin menjaga, tapi juga merasakan apa yang warga rasakan,” tutur Danpos Wuloni, Lettu Inf I Made Mertiana.

Dalam kegiatan itu, warga menerima paket bantuan beras, gula, kopi, dan mi instan, yang bagi sebagian orang mungkin sederhana, namun bagi warga Wuloni menjadi simbol nyata bahwa negara tidak lupa.

  Kodim 1416/Muna Gelar Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam Karhutla

“Saat TNI datang, kami merasa aman dan diperhatikan. Bukan soal makanannya saja, tapi kehadiran mereka membuat kami kuat,” ucap Elius, warga setempat dengan mata berkaca-kaca.

Tidak ada upacara. Tidak ada panggung. Hanya pertemuan antarmanusia, antara rakyat dan tentaranya di tengah kobaran api tungku dan dinding honai yang sunyi.

Safari Honai bukan sekadar kegiatan patroli. Ia adalah jembatan rasa, langkah nyata bahwa keamanan sejati dimulai dari kepercayaan dan kepedulian.

Program ini bukan sekadar distribusi bantuan. Ini adalah pesan kuat: bahwa TNI hadir tak hanya sebagai penjaga batas, tapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Bahwa Indonesia timur bukanlah wilayah yang ditinggalkan – melainkan tempat di mana negara menunjukkan wajah terhangatnya.

  Dandim 0305 Pasaman, Letkol Arh Budi Prasetya S.T,, Pimpin uUpacara Hut TNI kKe-79, Plh Bupati Pasaman Edi Dharma Turut Hadir

Dengan pelukan hangat dan sapaan tulus, prajurit Yonif 700/WYC merawat keutuhan bangsa, bukan hanya lewat senjata, tapi juga dari balik pintu honai.

Autentikasi:
Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti.// Editor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *