Berita Otomotif

Kilau Warna Nostalgia: Toyota Rayakan 40 Tahun di Le Mans dengan Livery Ikonik

446
×

Kilau Warna Nostalgia: Toyota Rayakan 40 Tahun di Le Mans dengan Livery Ikonik

Sebarkan artikel ini

Pran­cis, SniperNew.id – Dalam hiruk-pikuk ajang bal­ap keta­hanan pal­ing leg­en­daris di dunia, Le Mans 24 Hours, Toy­ota tampil bukan hanya den­gan per­for­ma, tetapi juga ceri­ta. Mem­peringati 40 tahun par­tisi­pasinya di ajang ini, Toy­ota Gazoo Rac­ing mer­ayakan per­jalanan pan­jangnya den­gan meng­hadirkan liv­ery-liv­ery ikonik yang meng­gu­gah mem­o­ri para pengge­mar motor­sport.

  Mobil Idaman Harga Bersahabat: Ricko Tawarkan Honda City E Matic 2015 Siap Pakai di Bandar Lampung

Lewat ung­ga­han di akun res­mi X mere­ka, @en_Toyota mem­perke­nalkan mobil-mobil GR010 Hybrid yang men­ge­nakan desain liv­ery khusus terin­spi­rasi dari mobil leg­en­daris Toy­ota sebelumnya—mulai dari war­na mer­ah-putih khas TS010 era 1992, aksen hijau-kun­ing dari Toy­ota GT-One tahun 1999, hing­ga balu­tan mer­ah-hitam yang mengin­gatkan pada mobil juara Le Mans tahun 2018.

“Ini adalah peng­hor­matan visu­al ter­hadap empat dekade per­juan­gan dan ino­vasi kami di Le Mans. Seti­ap garis, war­na, dan detail pada liv­ery ini memi­li­ki kisah­nya sendiri,” ujar Koji Sato, Pres­i­dent Toy­ota Motor Cor­po­ra­tion, dalam keteran­gan resminya.

  Bengkel Canggih dan Jujur Ini Jadi Incaran Pemilik Mobil di Lampung!

Sejak debut per­ta­manya di Le Mans tahun 1985, Toy­ota telah menc­etak berba­gai pen­ca­pa­ian pent­ing, ter­ma­suk hat­trick keme­nan­gan bertu­rut-turut sejak 2018 hing­ga 2020. Tahun 2024 ini men­ja­di momen­tum reflek­si sekali­gus opti­misme, bah­wa teknolo­gi hybrid yang mere­ka kem­bangkan bukan hanya soal efisien­si, tapi juga ten­tang daya tahan dan dom­i­nasi.

Lebih dari sekadar ajang bal­ap, kehadi­ran Toy­ota di Le Mans selalu men­ja­di ladang uji untuk pengem­ban­gan teknolo­gi masa depan. Sis­tem hybrid yang saat ini digu­nakan di GR010 Hybrid, mis­al­nya, meru­pakan cikal bakal ino­vasi kendaraan elek­tri­fikasi Toy­ota di jalan raya.

  Thunder Terpuruk di Game 6, Nasib Penentuan di Game 7: Apa yang Salah?

Selain liv­ery, Toy­ota juga mer­ilis mer­chan­dise edisi ter­batas bertema “40 Years of Le Mans”, men­cakup diecast, appar­el, hing­ga poster desain ulang mobil leg­en­daris mere­ka.

Ten­tu saja, ini bukan hanya ten­tang tampi­lan. Den­gan per­sain­gan ketat dari Fer­rari, Porsche, dan Peu­geot di kelas Hyper­car, Toy­ota tetap mem­bidik podi­um tert­ing­gi.

Le Mans bukan hanya soal sia­pa ter­cepat. Tapi juga sia­pa yang pal­ing tang­guh, pal­ing kon­sis­ten, dan pal­ing men­gakar dalam sejarah­nya. Dan Toy­ota, sekali lagi, mem­buk­tikan bah­wa mere­ka bukan sekadar peser­ta  mere­ka adalah bagian dari warisan Le Mans itu sendiri. (Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *