Berita Daerah

Waspadai Bloating pada Sapi Menjelang Idul Adha, Imbauan dari Akun Edukasi Peternakan @Alhayzak

290
×

Waspadai Bloating pada Sapi Menjelang Idul Adha, Imbauan dari Akun Edukasi Peternakan @Alhayzak

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha, akun edukasi peternakan di platform X (sebelumnya Twitter) atas nama pengguna @Alhayzak mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat yang memiliki atau mengelola hewan Qurban, khususnya sapi.

Dalam unggahannya, akun tersebut memperingatkan tentang risiko bloating atau kembung rumen, kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan kematian pada sapi dalam waktu singkat, Rabu 04 Juni 2025.

  Agus Yudhoyono dan Emil Dardak Bahas Pembangunan Jawa Timur Saat Terbang ke Banyuwangi

Bloating adalah kondisi medis yang terjadi ketika gas menumpuk di bagian kiri perut sapi, tepatnya di rumen, dan tidak dapat keluar secara normal. Akumulasi gas ini menyebabkan perut sapi membesar dan menekan organ vital lainnya. Jika tidak segera ditangani, bloating dapat berakibat fatal hanya dalam hitungan jam.

Imbauan ini terutama ditujukan kepada para peternak, pengelola kandang, pedagang hewan qurban, serta masyarakat umum yang berpartisipasi dalam penyediaan hewan qurban menjelang Idul Adha. “Kamu punya sapi qurban? Atau terlibat dalam penggemukan hewan? Waspadai bloating,” tulis @Alhayzak dalam unggahannya.

Kasus bloating umumnya meningkat menjelang Idul Adha karena banyak sapi yang mengalami perubahan pola makan secara tiba-tiba akibat penggemukan cepat, transportasi, atau stres lingkungan. Wilayah dengan aktivitas perdagangan hewan qurban yang tinggi seperti di kota besar dan sentra peternakan menjadi titik-titik risiko yang patut diperhatikan.

  Kades Sungai Duren Himbau Tidak Bakar Lahan Perkebunan

Gejala dan Penanganan
Dalam imbauannya, @Alhayzak menekankan pentingnya mengenali gejala awal bloating, seperti:

Perut kiri sapi tampak membesar tidak normal, Nafas sapi menjadi pendek dan cepat, Sapi tampak gelisah dan menolak makan, Sering buang air kecil atau mencoba buang gas tapi tidak berhasil.

Jika gejala ini muncul, penanganan harus dilakukan segera. Langkah pertama adalah memanggil tenaga medis hewan (dokter hewan) untuk tindakan darurat. Dalam kasus ringan, perubahan pola makan dan pemberian antifoaming agent bisa membantu. Namun untuk kasus berat, diperlukan tindakan invasif seperti pemasangan trokar atau tabung gas oleh profesional.

  Kapolsek Lembak Himbau Larangan Musik Remix Kepada Pengusaha Organ dan Tuan Rumah yang Adakan Hajatan Gunakan Orgen Tungal

Ajakan Edukasi dan Kewaspadaan
@Alhayzak menutup imbauannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan qurban, dan tidak hanya fokus pada berat dan ukuran. “Kenali penyebab, gejala, dan cara penanganannya,” tulisnya, sambil menyarankan pemilik sapi untuk berkonsultasi dengan ahli peternakan atau dokter hewan setempat.

Tentang @Alhayzak:
Akun @Alhayzak dikenal sebagai salah satu kanal edukasi peternakan yang aktif membagikan informasi ilmiah seputar kesehatan hewan, manajemen peternakan, dan isu-isu seputar agribisnis. Dengan ribuan pengikut dari kalangan peternak, mahasiswa, hingga masyarakat umum, unggahannya kerap dijadikan referensi dalam praktik lapangan. (AMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *