Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Ketua DPR .K Aceh Besar Minta Semua Pihak Fokus Pada Kepentingan Publik.

542
×

Ketua DPR .K Aceh Besar Minta Semua Pihak Fokus Pada Kepentingan Publik.

Sebarkan artikel ini

ACEH BESAR –SniperNew.id — Ket­ua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, menyam­paikan pent­ingnya penye­le­sa­ian yang bijak terkait pem­ber­hent­ian Sekre­taris Daer­ah (Sek­da) Drs. Sulai­mi, M.Si., pada 20 Desem­ber 2024, dan pelan­tikan­nya seba­gai Staf Ahli Pemer­in­ta­han, Hukum, dan Poli­tik pada 17 Jan­u­ari 2025.

Menu­rut­nya, masalah yang tim­bul pas­ca pem­ber­hent­ian terse­but memer­lukan pen­dekatan yang menguta­makan kepentin­gan masyarakat, kepas­t­ian hukum, ser­ta sta­bil­i­tas pemer­in­ta­han.

Abdul Muc­thi mengin­gatkan bah­wa pem­ber­hent­ian yang tidak diiku­ti
den­gan pros­es tran­sisi yang jelas menye­babkan kekosongan admin­is­tratif, yang
berdampak pada kebun­tu­an pen­cairan Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Kabu­pat­en (APBK) 2025.

“Hal ini berpoten­si meng­gang­gu jalan­nya berba­gai pro­gram strate­gis dan
pelayanan pub­lik, ter­ma­suk pem­ba­yaran gaji pegawai,“ujar Abdul Muc­thi.

  Hasil Panen Menurun, Mustafa Warga Desa Teluk Dawan Keluhkan Air Limbah Ngalir ke Perkebunan

Abdul Muc­thi menekankan bah­wa dalam meng­hadapi situ­asi ini, selu­ruh pihak harus mengede­pankan netral­i­tas dan pro­fe­sion­al­isme, menghin­dari kepentin­gan poli­tik sesaat yang dap­at mem­per­bu­ruk keadaan.

“Langkah per­ta­ma yang harus diam­bil
adalah kem­bali pada prose­dur hukum dan admin­is­tratif yang berlaku. Jika dite­mukan
keti­dak­sesua­ian prose­dur­al dalam pem­ber­hent­ian Sek­da, maka pemerik­saan berjen­jang oleh Pemer­in­tah Provin­si atau Pemer­in­tah Pusat per­lu dilakukan,” ujar Abdul Muc­thi.

Lebih lan­jut, ia men­ga­jak semua pihak untuk men­ja­ga kon­du­siv­i­tas dan menghin­dari
kegaduhan dalam tata pemer­in­ta­han di Aceh Besar.

“Pen­dekatan per­suasif dan komu­nikasi ter­bu­ka diang­gap seba­gai solusi yang dap­at meredakan kete­gan­gan dan mence­gah speku­lasi yang dap­at merusak sta­bil­i­tas Pemerintahan,“ungkap Abdul Muc­thi.

Terkait APBK 2025, Pj. Guber­nur dihara­p­kan ada langkah penye­le­sa­ian kongkrit meny­ing­gung soal penge­sa­han Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Kabu­pat­en (APBK)
2025, yang dis­usun pada bulan Desem­ber 2024 dan masih men­can­tumkan nama Drs.
Sulai­mi seba­gai Sek­da. Pimp­inan DPRK Aceh Besar meni­lai masalah terse­but per­lu segera dis­e­le­saikan.

  Perang Terhadap Narkoba, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 16/TK Hadiri Deklarasi Sambas Bersih Narkoba di PLBN Aruk

“Masalah ini harus dilakukan secara transparan dan mengede­pankan kepas­t­ian hukum. Seti­ap langkah dalam admin­is­trasi pemer­in­ta­han harus sesuai den­gan per­at­u­ran yang ada agar tidak merugikan sia­pa pun,” tegas Abdul Muc­thi.

Kemu­di­an, Abdul Muc­thi menye­butkan, bah­wa pent­ing untuk memas­tikan tidak ada ruang bagi sia­pa pun untuk meng­in­ter­ven­si jalan­nya Pemer­in­ta­han Aceh Besar, per­i­laku itu dap­at merusak pros­es admin­is­tratif dan kred­i­bil­i­tas pemer­in­ta­han daer­ah.

Abdul Muc­thi meng­hara­p­kan Pj. Guber­nur Aceh untuk bisa mengam­bil langkah penye­le­sa­ian secara kongkrit sehing­ga APBK Aceh Besar 2025 bisa dire­al­isas­ikan secepat mungkin, mengin­gat agen­da Pemer­in­ta­han Kabu­pat­en Aceh Besar yang mende­sak, seper­ti Pelan­tikan Bupati Aceh Besar ter­pil­ih dan beber­a­pa pro­gram strate­gis lain­nya yang berdampak bagi masyarakat Aceh Besar.

“Men­guatkan komit­men pada tata kelo­la yang baik kita menekankan bah­wa untuk men­ca­pai pemer­in­ta­han yang bersih dan baik, semua pihak, baik ekseku­tif maupun leg­is­latif, harus berkomit­men untuk mematuhi atu­ran yang ada. Kita harus meng­har­gai hak-hak indi­vidu, men­jalankan pemer­in­ta­han sesuai den­gan prose­dur yang berlaku, dan menghin­dari kebi­jakan yang merusak rep­utasi lem­ba­ga pemer­in­ta­han,” ujarnya.

  Cawagub Sumsel Ra Anita Noeringhati Hadiri Halal Bihalal dan Pengajian Akbar Muslimat NU Desa Permata Baru Ogan Ilir

Dalam masa transisi,Abdul Muc­thi men­ga­jak semua pihak untuk bersatu dan sal­ing mem­ban­tu.

“Masa.transisi ini harus diman­faatkan seba­gai langkah awal menu­ju Aceh Besar yang lebih baik, lebih sejahtera, dan bermarta­bat,” tam­bah Abdul Muc­thi.

Abdul Muc­thi men­gatakan bah­wa untuk men­ja­ga kelan­car­an admin­is­trasi dan mence­gah dampak negatif yang lebih besar, langkah-langkah hukum, admin­is­tratif, dan pen­gawasan yang tegas san­gat diper­lukan.

Kepu­tu­san yang diam­bil harus berlan­daskan pada kepas­t­ian hukum dan prin­sip sal­ing per­caya untuk memas­tikan kelang­sun­gan pro­gram-pro­gram pemer­in­tah daer­ah, ser­ta menghin­dari dampak negatif pada sta­bil­i­tas poli­tik dan ekono­mi daer­ah.

“Semua pihak harus komit­men untuk bek­er­ja
bersama demi kepentin­gan raky­at Aceh Besar dan memas­tikan pemer­in­ta­han yang transparan, akunt­abel, ser­ta pro­fe­sion­al,” tut­up Abdul Muc­thi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *