Terupdate

LBH Kapuas Raya Indonesia Desak Transparansi dalam Penyidikan Dugaan Pembunuhan Kepala Desa di Ketapang

482
×

LBH Kapuas Raya Indonesia Desak Transparansi dalam Penyidikan Dugaan Pembunuhan Kepala Desa di Ketapang

Sebarkan artikel ini

Pon­tianak, SniperNew.id – Lem­ba­ga Ban­tu­an Hukum Kapuas Raya Indone­sia (LBH KRI) meny­atakan kepri­hati­nan atas penan­ganan kasus dugaan pem­bunuhan Kepala Desa Karya Muk­ti, Keca­matan Sun­gai Melayu Rayak yang dite­mukan mening­gal dunia di rumah­nya di Keta­pang, Kali­man­tan Barat, pada 29 Novem­ber 2024.

Dugaan awal menye­butkan bah­wa kor­ban mening­gal kare­na bunuh diri, namun sejum­lah kejang­galan yang dite­mukan di lapan­gan memicu desakan agar penyidikan dilakukan lebih men­dalam dan transparan.

Kejang­galan dalam Penyidikan
LBH KRI men­gungkap­kan bah­wa ada beber­a­pa buk­ti yang memer­lukan kepas­t­ian hukum terkait dugaan tin­dak pidana dalam kasus ini. Kelu­ar­ga kor­ban telah mem­inta keje­lasan terkait barang buk­ti dan hasil visum, namun hing­ga kini belum ada keje­lasan dari pihak berwe­nang.

LBH KRI menam­bahkan bah­wa berdasarkan pemerik­saan fisik kor­ban yang dilakukan oleh pihak kelu­ar­ga menun­jukkan tan­da-tan­da yang tidak sesuai den­gan kasus bunuh diri biasa. Bekas kek­erasan di leher kor­ban menun­jukkan tan­da yang tidak laz­im, yang seharus­nya men­ja­di per­ha­t­ian uta­ma dalam penyidikan ini.

Sayangnya, hasil visum tidak diungkap­kan secara transparan, sehing­ga menim­bulkan kecuri­gaan dari kelu­ar­ga dan pela­por (kakak kan­dung kor­ban). Masalah dalam Penan­ganan TKP LBH KRI juga meny­oroti penan­ganan Tem­pat Keja­di­an Perkara (TKP) yang dini­lai kurang opti­mal.

  Forkopimda Muara Enim Lakukan Pemusnahan Barang Bukti 

Seharus­nya, TKP dia­mankan secara menyelu­ruh untuk mence­gah kon­t­a­m­i­nasi buk­ti. LBH KRI men­e­mukan bah­wa police line baru dipasang beber­a­pa hari sete­lah keja­di­an, dan sebelum­nya TKP masih ditem­pati oleh pihak-pihak yang tidak berwe­nang. Ini menim­bulkan kekhawati­ran akan hilangnya buk­ti pent­ing.

Inkon­sis­ten­si dalam Pen­er­a­pan Pasal Hukum Selain itu, dalam Surat Pem­ber­i­tahuan Perkem­ban­gan Hasil Penyidikan (SP2HP), LBH KRI men­e­mukan adanya inkon­sis­ten­si dalam pen­ge­naan pasal ter­hadap ter­duga pelaku.

Awal­nya, pihak berwe­nang men­er­ap­kan Pasal 338 KUHP ten­tang pem­bunuhan, namun kemu­di­an diubah men­ja­di Pasal 359 KUHP ten­tang kelala­ian yang menye­babkan kema­t­ian, tan­pa pen­je­lasan yang memadai. Pada­hal, sudah ada pihak yang ditangkap den­gan dasar Pasal 338 KUHP.

Peruba­han pasal yang dike­nakan ter­hadap ter­duga pelaku menim­bulkan kebin­gun­gan dan kekhawati­ran akan adanya keti­dak­je­lasan dalam pros­es hukum. LBH KRI meli­hat adanya keti­dakkon­sis­te­nan yang per­lu dije­laskan oleh pihak berwe­nang. Peruba­han dari Pasal 338 KUHP ke Pasal 359 KUHP seharus­nya didukung den­gan alasan yang jelas dan transparan, mengin­gat ked­ua pasal terse­but memi­li­ki imp­likasi hukum yang san­gat berbe­da.

Pasal 338 KUHP terkait den­gan pem­bunuhan, yang berar­ti ada unsur kesen­ga­jaan. Semen­tara itu, Pasal 359 KUHP lebih berkai­tan den­gan kelala­ian. Jika peruba­han ini tidak dije­laskan den­gan baik, kelu­ar­ga kor­ban dan pub­lik berhak merasa ada sesu­atu yang dis­em­bun­yikan.

  Pimpin Peringatan HAORNAS Ke-41, Bupati Sabar AS Penting Perhatian Khusus pada Atlet Berprestasi

Kore­lasi den­gan Petun­juk dari Kejak­saan LBH KRI juga men­catat bah­wa hing­ga kini belum ada infor­masi men­ge­nai Tahap I (satu) dalam pros­es penan­ganan kasus ini, yakni pen­ga­juan berkas perkara ke kejak­saan untuk diteliti.

Menu­rut LBH KRI, pihak kepolisian seharus­nya segera meny­er­ahkan kem­bali SP2HP terki­ni yang men­cakup perkem­ban­gan ter­baru dari penye­lidikan, ter­ma­suk alasan peruba­han pasal dan sta­tus pemerik­saan sak­si-sak­si.

Sam­pai saat ini, sak­si-sak­si yang dia­jukan oleh pihak pela­por belum ada kabar apakah sudah diperik­sa atau belum. LBH KRI mende­sak Pol­res Keta­pang untuk segera mem­berikan keje­lasan men­ge­nai hal ini.

Perkem­ban­gan Dig­i­tal Foren­sik yang Belum Jelas Selain itu, LBH KRI juga meny­oroti lam­bat­nya perkem­ban­gan dalam inves­ti­gasi dig­i­tal foren­sik yang san­gat pent­ing untuk men­dukung penye­lidikan kasus ini.

Pemerik­saan dig­i­tal foren­sik memer­lukan wak­tu, tetapi hing­ga kini tidak ada infor­masi res­mi men­ge­nai apa saja yang sudah dilakukan. Apakah ada buk­ti dig­i­tal yang sudah diperik­sa atau dianal­i­sis? Pub­lik per­lu menge­tahui ini sep­a­n­jang tidak men­gang­gu pros­es hukum yang ada.

Desakan untuk Transparan­si dan Kead­i­lan LBH KRI mende­sak Pol­res Keta­pang untuk segera mem­berikan SP2HP terki­ni yang memu­at pen­je­lasan lengkap ten­tang peruba­han pasal hukum, sta­tus sak­si-sak­si, ser­ta perkem­ban­gan dari dig­i­tal foren­sik. Den­gan adanya kejang­galan ini, LBH KRI juga mem­inta per­ha­t­ian lebih dari kejak­saan untuk memas­tikan bah­wa pros­es hukum ber­jalan sesuai den­gan prose­dur dan bah­wa semua buk­ti yang rel­e­van diperik­sa secara menyelu­ruh.

  Ruas Jalan Kecamatan Matan Hilir Selatan Rusak, Masyarakat Minta Pemerintah Daerah Dapat Perbaiki

LBH KRI berharap kejak­saan juga mem­berikan pen­gawasan yang ketat dalam kasus ini, kare­na pros­es hukum yang transparan dan akunt­abel adalah kun­ci untuk men­da­p­atkan kead­i­lan bagi kor­ban dan kelu­ar­ganya.

Per­mo­ho­nan Transparan­si dan Kead­i­lan LBH KRI mende­sak agar pihak kepolisian mem­berikan pen­je­lasan yang transparan terkait peruba­han pasal terse­but dan memas­tikan bah­wa penye­lidikan ber­jalan sesuai den­gan prose­dur hukum yang berlaku.

LBH KRI juga mem­inta Pol­res Keta­pang untuk men­je­laskan dasar hukum dari seti­ap langkah yang diam­bil, ter­ma­suk peruba­han pasal yang dike­nakan ter­hadap ter­duga pelaku. Transparan­si san­gat pent­ing untuk memas­tikan kead­i­lan bagi kor­ban dan kelu­ar­ganya.

Dukun­gan dari Media dan Pub­lik
Dalam upaya men­dorong penan­ganan yang lebih objek­tif, LBH KRI mem­o­hon dukun­gan dari media baik nasion­al maupun lokal, untuk mem­ban­tu menyuarakan kasus ini agar men­da­p­at per­ha­t­ian yang lebih luas. LBH KRI berharap dukun­gan dari media dap­at men­dorong penyidikan yang lebih transparan dan akunt­abel. Ini bukan hanya ten­tang kead­i­lan bagi satu kelu­ar­ga, tetapi juga ten­tang men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap sis­tem hukum kita.

LBH KRI mene­gaskan bah­wa dukun­gan pub­lik dan per­ha­t­ian media san­gat pent­ing dalam memas­tikan bah­wa pros­es hukum ber­jalan secara adil dan transparan.

LBH KRI berkomit­men untuk terus men­gaw­al kasus ini hing­ga tun­tas dan mende­sak pihak berwe­nang untuk mene­gakkan hukum den­gan objek­tiv­i­tas dan integri­tas, kepa­da awak media SniperNewsid Keta­pang Kalbar, Rabu (8/1/2025)

 

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *