Berita Investigasi

Menuai Protes Masyarakat, Kegiatan PISEW di Desa Sungai Kincl Daerah Ketapang diduga Sarat Korupsi

272
×

Menuai Protes Masyarakat, Kegiatan PISEW di Desa Sungai Kincl Daerah Ketapang diduga Sarat Korupsi

Sebarkan artikel ini

Ketapang, SniperNew.id – Berdasarkan hasil pantauan atau hasil investigasi DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat didampingi Kabiro media SniperNew.id Ketapang Kalbar Selasa (24/12/2024).

Dimana kami mendapatkan temuan kegiatan kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat diduga penyalahgunaan dana APBN TA 2024 sebesar Rp.500.000.000.

Bermoduskan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) beralamat desa Sungai Kinjil dan Kinjil Pesisir kecamatan Benua Kayong, kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Masyarakat desa Sungai Kinjil sangat senang dengan adanya pembangunan proyek PISEW dimana untuk demi kelancaran Masyarakat petani.

  Lima Tahun Tanpa Kompensasi, PT. IPP Ingkar Janji Warga Cibinong Menjerit!

Tetapi sangat disayangkan kata masyarakat desa Sungai Kinjil Pesisir dimana mereka tidak mau menyebutkan nama satu persatu sangat menyayangkan pelaksana kegiatan sangat men sia-siakan bantuan yang dikecurkan pemerintah.

Ditegaskan ketua DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia kab Ketapang Kalimantan barat akibat kurangnya kepengawasan dari Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat karna menurut keterangan masyarakat mereka tidak pernah melihat Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk turun kelapangan.

  Banyak Proyek Siluman Berkeliaran di Daerah Ketapang, Jalan Rabat Beton Baru Dibangun Sudah Rusak

“Apatelagi konon katanya ada konsultan lebih parah lagi berarti kalo memang ada dinas dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat maupun konsultan berarti mereka sudah jelas melanggar aturan yang sudah ditentukan,” tegasnya.

“Oleh karena itu, muncullah mereka untuk praktek korupsi berjamaah demi mengaup keuntungan pribadi, padahal itu sangat tidak baik seharusnya mereka harus standbay di lapangan memberikan ukuran semen, pasir dan batu kepada tukang beton.”

“Akibat tidak ada kepengawasan dari Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat mala terjadilah kegiatan tersebut diduga mark up alias asal jadi salah satu contoh pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) sudah mengalami rusak, pecah membujur jalan dan ambruk menurut masyarakat setempat usahkan dimasuki kendaraan roda 4 dan roda 6 untuk dimasuki kendaraan roda 2 sudah mengalami rusak pecah dan patah,” ucap DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia kab Ketapang Kalimantan barat kepada awak media.

  Terkait Berita Galian C di Salah Satu Media Online, Wartawan Diminta Tidak Menyajikan Berita Opini

Penulis: (Jumadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *