Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Sidang Lanjutan Korupsi Dana Hibah, Hendri Zainuddin Sebut Bendahara Umum KONI Sumsel Abaikan Kewenangan

272
×

Sidang Lanjutan Korupsi Dana Hibah, Hendri Zainuddin Sebut Bendahara Umum KONI Sumsel Abaikan Kewenangan

Sebarkan artikel ini

Palem­bang, SniperNew.id - Dilan­sir dari ter­bit pem­ber­i­taan pada salah satu media online dan Nara­sum­ber yang menghubun­gi awak media dan fak­ta per­si­dan­gan bah­wa keteran­gan sak­si Amiri Arifin yang meru­pakan ben­da­hara umum KONI Sum­sel pada gelar per­si­dan­gan untuk ter­dak­wa Supar­man Rohman selaku Sekre­taris umum dan Ahmad Taher selaku Ket­ua har­i­an KONI Sum­sel dalam dugaan tin­dak perkara seba­gaimana dimak­sud dalam pri­mair dak­waan Pasal 2 ayat 1 atau sub­sider pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 20 tahun 2001 ten­tang peruba­han atas UU nomor 31 tahun 1999 ten­tang pem­ber­an­tasan tin­dak pidana korup­si Jo pasal 55 ayat (1) ke ‑1 KUH Pidana dan juga pasal 9 Jo pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 ten­tang peruba­han atas UU nomor 31 tahun 1999 ten­tang pem­ber­an­tasan tin­dak pidana korup­si Jo pasal 55 ayat (1) KUH Pidana ( Senin, 26/8/2024)

  FPP Kabupaten Bekasi Resmi Terdaftar Sebagai Organisasi Masyarakat

Dari infor­masi yang dihim­pun awak media di lapan­gan bah­wa bermu­la dari pene­ta­pan man­tan Ket­ua umum KONI Sum­sel , Hen­dri Zain­ud­din seba­gai ter­dak­wa dalam kasus dugaan tin­dak pidana korup­si pada pen­cairan dana hibah KONI Sum­sel dari taha­pan dan jum­lah keselu­ruhan sebe­sar Rp 37,5 mil­iar untuk tahun perun­tukan 2021 dan temuan keru­gian negara sebe­sar Rp 3,4 mil­yar.

Keru­gian negara yang dimak­sud bersum­ber dari keru­gian APBD Provin­si sumat­era sela­tan sebe­sar Rp 1,2 mil­iar, Dana depos­i­to Rp 590 juta ser­ta Dana pengem­balian BPK seni­lai Rp 1,6 mil­iar .

Dalam agen­da per­si­dan­gan untuk ter­dak­wa Supar­man Rohman dan Ahmad Taher , Ket­ua majelis hakim Efrianto ‚S.H,M.H mene­gur keteran­gan sak­si Amiri Arifin yang dalam perkara ini meru­pakan ben­da­hara umum KONI Sum­sel.

” Anda tahu tidak yang ditanyakan jak­sa itu apa saja syaratnya.Kalau Anda tahu jawab saja apa saja syarat­nya ‚itukan tugas anda seba­gai bendahara.Jangan anda berceri­ta pan­jang lebar disi­ni ( ruang sidang,red) ‚” tegur hakim ket­ua Efriyanto,S.H,M.H seper­ti dis­am­paikan nara­sum­ber.

  Lahir di HUT RI ke-79, GEMILANG Siap Warnai Lampung Menuju Indonesia Emas 2045

Bun­tut tegu­ran ket­ua majelis hakim juga bermu­la dari keteran­gan sak­si Amiri Arifin yang yang tidak rel­e­van den­gan sub­stan­si per­tanyaan JPU.

Bahkan kem­bali hakim ket­ua mengin­gatkan kepa­da sak­si Amiri Arifin untuk tidak bertele-tele dalam mem­berikan jawa­ban sehubun­gan mekanisme tek­nis pen­cairan dana hibah KONI Sum­sel.

Sete­lah sebelum­nya sem­pat mangkir dari per­si­dan­gan seba­gai sak­si dalam perkara ter­dak­wa Hen­dri Zain­ud­din pada sidang sebelum­nya ( 3/6/2024) akhirnya majelis hakim Tipikor pada PN Palem­bang akhirnya memer­in­tahkan Jak­sa Kejati Sum­sel untuk meng­hadirkan sak­si Amiri Arifin mengin­gat pent­ingnya kesak­sian terse­but untuk pem­buk­t­ian perkara.

Menang­gapi hal demikian , Ket­ua DPC AAI Kota Palem­bang, Rizkon Vani ‚S.H,M.H menyayangkan sikap kurang koop­er­atif sak­si Amiri Arifin dan melepaskan kewe­nan­gan seba­gai ben­da­hara pada saat taha­pan pen­cairan dana hibah.

  Bupati Nias Utara Hadiri Lomba Tari Maena di Kecamatan

” Keteran­gan sak­si Amiri Arifin yang melepas kewe­nan­gan seba­gai ben­da­hara jus­tru mem­berikan ruang kesala­han pada taha­pan aku­mu­lasi pen­cairan berikut­nya sehing­ga per­syaratan admin­is­trasi yang wajib dipenuhi dilak­sanakan oleh KSB keor­gan­isas­ian meskipun pen­gun­duran diri secara lisan telah dike­tahui oleh pen­gu­rus KONI ‚” Bebernya.

Situ­asi terki­ni pas­ca dige­larnya sidang pemerik­saan para sak­si, terungkap bah­wa pen­cairan tahap awal dana hibah KONI Sum­sel yang telah ditan­datan­gani oleh Amiri Arifin selaku Ben­da­hara memicu kon­flik dan beru­jung pada pen­gun­duran diri meskipun pro­gres dan mekanisme pen­cairan tahap lan­ju­tan tetap ber­jalan sesuai den­gan atu­ran keor­gan­isas­ian.

Den­gan dal­ih diin­ter­ven­si atas taha­pan pen­cairan dana hibah pada anggaran induk tahun 2021 sebe­sar Rp 12,5 mil­iar dan kewe­nan­gan seba­gai ben­da­hara umum KONI Sum­sel, Amiri Arifin malah berdal­ih tidak menge­tahui ben­tuk lapo­ran per­tang­gung­jawa­ban dan tidak menan­datan­gani taha­pan aku­mu­lasi pro­gres dan ske­ma rangka­ian pen­cairan dana hibah KONI Sum­sel tahun 2021. Lapo­ran Fir­daus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *