Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Solidaritas Wartawan Riau Bersatu Kecam Penangkapan Wartawan, Tantang Kinerja Aparat Hukum

416
×

Solidaritas Wartawan Riau Bersatu Kecam Penangkapan Wartawan, Tantang Kinerja Aparat Hukum

Sebarkan artikel ini

SNIPERNEW.ID | PEKANBARU – Pada Sab­tu, 3 Agus­tus 2024, Alian­si Wartawan Bersatu men­gadakan perte­muan di Kedai Kopi ONJ 99, Jalan Deli­ma, Kelu­ra­han Deli­ma, Keca­matan Binaw­idyah, Kota Pekan­baru. Perte­muan ini diadakan untuk menyam­paikan keca­man ter­hadap penangka­pan beber­a­pa wartawan yang dituding melakukan pemerasan dan dise­but seba­gai “wartawan gadun­gan” kare­na tidak terdaf­tar di Dewan Pers. Tuduhan ini bermu­la dari ter­bi­tan di salah satu media online yang men­catat bah­wa wartawan yang ditangkap tidak memi­li­ki reg­is­trasi res­mi di Dewan Pers.

Semen­tara, dalam perny­ataan res­mi yang dikelu­arkan pada Kamis, 4 April 2024, Ket­ua Dewan Pers peri­ode 2022–2025, Dr. Ninik, mene­gaskan bah­wa pendaf­taran di Dewan Pers bukan­lah syarat mut­lak untuk mendirikan perusa­haan pers atau men­jalankan tugas jur­nal­is­tik.

  Pj Wako Hadiri Peresmian PT PLN (Persero) UP3 Lubuklinggau

“Seti­ap orang dap­at mendirikan perusa­haan pers dan men­jalankan tugas jur­nal­is­tik tan­pa harus mendaf­tar ke lem­ba­ga mana pun, ter­ma­suk Dewan Pers,” jelas Dr. Ninik.

Ia menam­bahkan bah­wa sela­ma perusa­haan pers memenuhi syarat berbadan hukum Indone­sia seper­ti PT dan men­jalankan fungsi jur­nal­is­tik secara pro­fe­sion­al dan ter­atur, perusa­haan terse­but sah seba­gai perusa­haan pers meskipun belum terdaf­tar di Dewan Pers.

Namun, penangka­pan wartawan oleh Kepolisian Resor Kota (Pol­res­ta) Pekan­baru menim­bulkan polemik.

Kasat Reskrim Pol­res­ta Pekan­baru, Kom­pol Berry Jua­na Putra, mengk­laim bah­wa penangka­pan dilakukan kare­na wartawan yang ditangkap tidak terdaf­tar di Dewan Pers. Tin­dakan ini men­u­ai kri­tik dari Alian­si Wartawan Bersatu, yang ter­diri dari sek­i­tar ratu­san redak­si media di Pekan­baru.

Alian­si Wartawan Bersatu meni­lai bah­wa tin­dakan yang diam­bil oleh Kapol­res­ta Pekan­baru melalui Kepala Sat­u­an Reskrim diang­gap tidak sesuai prose­dur dan bersi­fat tebang pil­ih.

  Ratusan Aparat Amankan Pengajian Umum Pekalongan Bersholawat

Mere­ka mengkri­tik bah­wa pela­por dalam kasus ini juga ter­li­bat aktif dalam mem­berikan sesu­atu kepa­da wartawan yang dituduh, sehing­ga dini­lai tidak objek­tif.

“Pela­por juga wajib dita­han jika supre­masi hukum dijadikan patokan,” tegas per­wak­i­lan Alian­si Wartawan Bersatu.

Dalam perte­muan terse­but, Alian­si Wartawan Bersatu men­ga­jak selu­ruh wartawan untuk meman­tau kin­er­ja Kasat Reskrim Pol­res­ta Pekan­baru dan mence­gah adanya keti­dakadi­lan atau kongka­likong antara aparat pene­gak hukum dan pelaku keja­hatan.

Mere­ka juga mem­per­tanyakan men­ga­pa lapo­ran-lapo­ran men­ge­nai pen­im­bunan bahan bakar minyak (BBM) ile­gal dan aktiv­i­tas ile­gal lain­nya ser­ing kali tidak men­da­p­atkan tang­ga­pan serius dari aparat pene­gak hukum.

“Alian­si Wartawan Bersatu berharap agar hukum dijalankan den­gan sead­il-adil­nya sesuai den­gan sila keli­ma Pan­casi­la, yaitu Kead­i­lan Sosial bagi Selu­ruh Raky­at Indone­sia,” ujar per­wak­i­lan alian­si dalam perte­muan terse­but.

Selain itu, Mere­ka meny­oroti bah­wa jika pelaku yang ter­li­bat adalah oknum TNI, maka tin­dakan terse­but melang­gar Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 ten­tang TNI. Menu­rut Pasal 39 ayat 3 UU terse­but, TNI tidak boleh ter­li­bat dalam bis­nis atau poli­tik.

  *Ayo…! kita Jadikan Kegiatan Olahraga Volly Ini Sebagai Moment Untuk Silaturahmi*

“Anggota TNI tidak boleh berak­tiv­i­tas berbis­nis, apala­gi melakukan pen­gawalan ter­hadap dugaan aktiv­i­tas ile­gal,” tegas Umar.

Selain itu, mere­ka juga men­gacu pada Pasal 38 ayat 1 UU TNI, yang melarang anggota TNI untuk ter­li­bat dalam aktiv­i­tas bis­nis. Per­bu­atan terse­but diang­gap seba­gai per­bu­atan melawan hukum dan melin­dun­gi keja­hatan.

“Jika ada aktiv­i­tas ile­gal yang meli­batkan anggota TNI, hal ini bisa men­gak­i­batkan keru­gian negara dan merusak sis­tem per­ta­hanan nasion­al,” tegas­nya.

“Keter­li­batan dalam aktiv­i­tas ile­gal tan­pa mem­ba­yar pajak juga berdampak negatif pada perekono­mi­an negara, ” tam­bah Umar.

Perte­muan di Kedai Kopi ONJ 99 meru­pakan bagian dari upaya Alian­si Wartawan Bersatu untuk mene­gaskan komit­men mere­ka dalam mem­per­juangkan kead­i­lan dan transparan­si.

Mere­ka berharap agar den­gan adanya pen­gawasan ketat dan dukun­gan pub­lik, sis­tem hukum di Pekan­baru akan lebih adil dan tidak ter­pen­garuh oleh kepentin­gan tertentu.(Ruli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *