Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Ketua Korwil FPII Lambar : Dr Fatul Mu’in Harus Baca Isi UU No. 40 Tahun 1999 Asal Paham dan Tidak Asal Ngomong

207
×

Ketua Korwil FPII Lambar : Dr Fatul Mu’in Harus Baca Isi UU No. 40 Tahun 1999 Asal Paham dan Tidak Asal Ngomong

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Barat, Pesawaran - Ket­ua Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII), Kor­di­na­tor Wilayah (Kor­wil), Kabu­pat­en Lam­pung Barat, Deni Andes­tia menye­salkan atas state­ment yang dikelu­arkan oleh Dr Fat­ul Mu’in keti­ka men­ja­di nara­sum­ber atau seba­gai pema­teri ten­tang prin­sip-prin­sip ker­ja jur­nalis atau wartawan. yang mana dikatakan Dr Fat­ul Mu’in, bila berte­mu wartawan atau media yang berkun­jung, medi­anya tidak atau belum ter­ver­i­fikasi di Dewan Pers, maka Dr Fat­ul Mu’in men­yarankan kepa­da para tamu undan­gan yang hadir untuk segera mela­porkan wartawan terse­but ke pihak kepolisian.

Hal itu dis­esalkan dan dike­tahui Deni sete­lah mem­ba­ca pem­ber­i­taan di salah satu media online yang mem­pub­likasikan hasil perte­muan antara Sudut Pan­dang Jur­nalis Indone­sia (SPJI) saat men­gadakan sosial­isasi bersama per­wak­i­lan dari Dinas Kom­in­fo dan para Per­atin (Kepala Desa) beser­ta perangkat­nya di Kabu­pat­en Lam­pung Barat pada Jum’at, 02 Agus­tus 2024. yang mana dalam perte­muan terse­but, awal­nya mem­ba­has berkai­tan ten­tang maraknya beri­ta-beri­ta hoax akhir-akhir ini dan dilan­jutkan den­gan sesi tanya-jawab antara tamu undan­gan dan para nara­sum­ber.

  Pelajar Pesawaran Tembus Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Dalam sesi tanya-jawab, Dr Fat­ul Mu’in menghim­bau kepa­da Per­atin beser­ta perangkat­nya untuk tidak per­lu panik keti­ka dikun­jun­gi oleh wartawan. dan menu­rut Fat­ul, saat ini banyak oknum wartawan yang nakal saat mener­bitkan pem­ber­i­taan tidak kon­fir­masi ter­lebih dahu­lu kepa­da pemer­in­tah Pekon (Desa), atau memeras dan mem­pub­likasikan uru­san prib­a­di.

Dis­amp­ing itu, sesen tanya jawab oleh para Per­atin, Per­ta­ma Per­atin Pekon Kubu Per­ahu, Kus­na­di yang mencer­i­takan dan mem­per­tanyakan kalau dirinya kena tum­bur oleh wartawan, dirinya harus men­gadu kem­ana, dan Kus­na­di bertanya kem­bali bagaimana dirinya bisa menge­tahui antara wartawan yang asli dan wartawan yang abal-abal.

Dilan­jutkan per­tanyaan ked­ua oleh Per­atin Pekon Padang Cahya, Muzani yang mem­per­tanyakan banyaknya titi­pan pro­fos­al ker­jasama kepa­da dirinya, dan terkait hal terse­but, dirinya harus bagaimana menyikapinya.

Sete­lah para Per­atin mem­per­tanyakan per­soalan yang di alaminya, Fat­ul men­jawab kalau memang ada adu­an masyarakat wartawan harus kon­fir­masi mem­inta tang­ga­pan kepa­da yang dituduhkan. dan terkait den­gan bisa menge­tahui wartawan yang asli dan wartawan yang abal-abal, Fat­ul men­yarankan untuk menge­cek media yang kon­fir­masi ke Pekon apakah sudah ter­ver­i­fikasi di Dewan Pers atau tidak, bila tidak ter­ver­i­fikasi Fat­ul men­yarankan untuk segera mela­porkan wartawan terse­but ke Polisi.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Menang­gapi perny­ataan terse­but, Deni meni­lai Dr Fat­ul Mu’in, M.H, tidak menger­ti atu­ran ten­tang ker­ja jur­nalis dan san­gat menye­satkan pub­lik. Pada­hal menu­rut Deni, Ket­ua Dewan Pers Ninik Rahayu, Dr. Ninik Rahayu, S.H., M.S., menye­but Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers pada wak­tu lahir tidak men­ge­nal pendaf­taran bagi perusa­haan pers.

Dan Seti­ap perusa­haan pers, lan­jut Ket­ua Dewan Pers, sep­a­n­jang memenuhi syarat berbadan hukum Indone­sia dan seper­ti PT. men­jalankan fungsi tugas jur­nal­is­tik secara pro­fe­sion­al dan ter­atur, dap­at dise­but seba­gai perusa­haan pers mes­ki belum ter­da­ta di Dewan Pers.

Hal ini diatur dalam Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jur­nal­is­tik. Semen­tara itu, dalam Pasal 15 ayat 2 (huruf g) Undang-Undang Pers, tugas Dewan Pers adalah men­da­ta perusa­haan pers.

Begi­t­upun Uji Kom­pe­ten­si Wartawan (UKW) bukan­lah syarat bagi sese­o­rang untuk men­ja­di wartawan di Indone­sia. UKW bukan­lah per­in­tah dan atau amanat dari Undang-Undang Pokok Pers.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

“Hadeh, jadi reg­u­lasi yang mana yang dipa­parkan oleh Dr Fat­ul Mu’in? Jan­gan men­tang-men­tang men­ja­di nara­sum­ber seo­lah-olah merasa pal­ing paham atu­ran. dan jan­gan asal men­gelu­arkan state­men yang menye­satkan pub­lik. Ingat, berbicar­alah den­gan bijak, jan­gan mem­bu­at bumerang bagi kalan­gan kawan-kawan Isan media, ayok kita ngopi bareng dulu pak Fat­ul, biar kita sama-sama bela­jar dan tidak sal­ing menge­cilkan peker­ja Pers!. Dr Fat­ul Mu’in harus­nya mem­ba­ca isi UU no. 40 Tahun 99, agar ga asal ngomong,” kata Deni.

Ter­akhir Deni berpe­san kepa­da para Per­atin, kalo bersih kena­pa harus risih. toh para wartawan bek­er­ja sesuai amanat Undang-undang. dan para per­atin diberi amanah atau tugas untuk mem­berikan man­faat bagi masyarakat­nya.

” Kita per­lu adanya klar­i­fikasi dari Dr Fat­ul Mu’in, bila state­ment­nya itu benar, untuk itu mari kita bersama-sama mela­porkan wartawan yang medi­anya belum ter­ver­i­fikasi di Dewan Pers ke pihak kepolisian,” tegas Deni.

Hing­ga beri­ta ini ditayangkan, tim kru media ini masih meng­gali keteran­gan res­mi dari pihak yang berkom­pe­ten. (Tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *