Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

ketua DPRD Deli Serdang Memalukan sepihak,Dalam Mengambil Keputusan Demi Kepentingan Politik.

253
×

ketua DPRD Deli Serdang Memalukan sepihak,Dalam Mengambil Keputusan Demi Kepentingan Politik.

Sebarkan artikel ini

*Deli ser­dang,-*Snipernew.id

sudah dua tahun lamanya pros­es bela­jar-men­ga­jar di SMP Negeri 2 Galang berpin­dah-pin­dah lokasi aki­bat polemik kepemi­likan tanah den­gan Al-Wash­liyah. Aki­bat­nya, para guru dan siswa harus menumpang bela­jar di SMP Negeri 1 Galang, yang kon­disi yang jauh dari kata layak.

Tak ayal, sejum­lah guru menyam­paikan kege­lisa­han­nya atas keti­dak­pas­t­ian yang terus berlarut-larut.

“Kami ini guru, ten­tu taat pada per­in­tah pimp­inan. Tapi meli­hat anak-anak bela­jar dalam kon­disi seper­ti ini mem­bu­at hati kami han­cur,” kata Sri War­dani didampin­gi Sar­i­fah Aini Sia­haan dan Masi­dana Sia­haan, guru SMPN 2 Galang, kepa­da awak media Selasa (15/072025)

Per­pin­da­han SMPN 2 Galang dim­u­lai pada Jan­u­ari 2023, sete­lah kelu­ar putu­san Mahkamah Agung yang meme­nangkan pihak Al-Wash­liyah atas lahan seko­lah. Kemu­di­an atas instruk­si Dinas Pen­didikan daer­ah itu, selu­ruh kegiatan bela­jar harus dikosongkan.

“Kami pin­dah ke SD di Desa Pisang Pala ham­pir setahun. Tapi akhir tahun ter­ja­di pem­ba­cokan ter­hadap peker­ja seko­lah. Orang tua resah dan akhirnya kami direlokasi ke SMPN 1 Galang,” ujar Sar­i­fah kepa­da awak media

Kon­disi terse­but diper­parah den­gan sikap Ket­ua DPRD Delis­er­dang Zakky Shari yang diang­gap tak adil dalam menyikapi polemik. Para guru menyuarakan keke­ce­waan kare­na sela­ma dua tahun mere­ka berpin­dah-pin­dah tan­pa kehadi­ran wak­il raky­at, namun Ket­ua DPRD jus­tru muncul saat kon­flik den­gan Al-Wash­liyah men­cu­at, ” Ada apa den­gan Ket­ua DPRD dan wak­il nya ini

  Diduga Lamban, Kegiatan Long Segmen Pelang--Sungai Kepuluk Daerah Ketapang Intai Korban

“Kami juga war­ga Delis­er­dang, tapi kena­pa kami tidak diang­gap? Kami kece­wa. Dari awal kami terom­bang-amb­ing, beli­au tidak per­nah hadir. Tapi keti­ka ada keja­di­an kemarin, tiba-tiba beli­au muncul. Apakah kami ini bukan war­ga Delis­er­dang juga? Sia­pa yang sebe­narnya terza­l­i­mi?” ujar para guru penuh kepri­hati­nan.

Guru meni­lai, kemu­ncu­lan Ket­ua DPRD jus­tru mem­perkeruh situ­asi. Mere­ka mem­per­tanyakan keber­pi­hakan dewan yang seharus­nya men­ja­di penye­im­bang dan pem­bela raky­at tan­pa diskrim­i­nasi.

Namun, diten­gah-ten­gah polemik yang ada kon­disi bela­jar saat ini di SMP Negeri 2 Galang tak lebih baik. Mere­ka masuk siang, tan­pa kegiatan upacara, ekstrakurikuler, atau ruang guru yang layak. Siswa datang dari Desa Patum­bukan dan wilayah perke­bunan, den­gan jarak tem­puh yang jauh.

“Ada siswi menangis kare­na harus jalan kaki cukup jauh dari kebun untuk cari kendaraan ke seko­lah. Ini menyay­at hati kami,” tutur Masi­dana.

Trans­portasi men­ja­di ham­bat­an uta­ma para siswa di SMP Negeri 2 Galang. Ada siswa yang ter­pak­sa berhen­ti seko­lah kare­na tidak ada kendaraan. Bahkan, orang tua murid mem­ben­tuk alian­si agar bisa men­jem­bat­ani komu­nikasi kami seba­gai guru,” tam­bah Sri War­dani.

Iro­nis­nya, di ten­gah polemik yang tak kun­jung sele­sai, SMPN 2 Galang hing­ga kini tidak memi­li­ki kepala seko­lah. Hanya ada PKS (Pelak­sana Kegiatan Seko­lah) yang tidak pun­ya wewe­nang for­mal untuk menyam­paikan aspi­rasi ke Dinas.

  Usut Bimtek Ilegal Kop desa Merah Putih di Berastagi, Telan Anggaran 19,5juta Per Desa

“Kami merasa lengkap sudah pen­der­i­taan kami. Tidak ada pemimpin, tidak ada suara kami yang diden­gar secara struk­tur­al. Andai ada kepala seko­lah, kami bisa men­je­laskan kon­disi kami secara res­mi. Sekarang kami benar-benar sendiri,” keluh mere­ka.

Jum­lah siswa juga menu­run drastis. Dari yang sebelum­nya lebih dari 500 orang, kini ter­sisa kurang dari 240 siswa. May­ori­tas orang tua di Patum­bukan memil­ih menyeko­lahkan anak mere­ka ke tem­pat lain kare­na akses yang sulit.

“Kami tidak berharap banyak. Kami hanya ingin ada kepas­t­ian, di mana kami ditem­patkan. Kami pun tak ingin kem­bali ke gedung lama, kare­na pasti akan terus jadi sen­gke­ta. Yang kami hara­p­kan hanyalah tem­pat yang aman dan nya­man untuk bela­jar,” kata mere­ka lir­ih.

Pada kesem­patan itu, siswa juga menyuarakan hal seru­pa.

“Kami kece­wa harus pin­dah-pin­dah. Sekarang kami masuk siang, tidak per­nah ada upacara atau ekstrakurikuler lagi. Seko­lah kami jauh dari rumah. Teman-teman banyak yang pin­dah,” kata salah satu siswa kepa­da awak media sem­bari menangis den­gan Air mata, ” Ket­ua DPRD Deli ser­dang itu tak layak jadi Ket­ua DPRD, dia pil­ih kasih kami juga war­ga deli ser­dang bapak DPRD, ” Kata siswa

“Kami cuma ingin seko­lah kami kem­bali ke daer­ah Patum­bukan, dan pun­ya tem­pat tetap. Kami ingin bela­jar den­gan nya­man. Kami juga san­gat kece­wa den­gan Ket­ua DPRD Zakky Shari yang jus­tru menam­bah masalah. Sela­ma ini Pak Zakky dan Pak Ham­dani gak per­nah mau peduli, kok semalam peduli amat. Kem­ana aja sela­ma ini? Kami juga siswa yang juga butuh diper­hatikan ‚” papar siswa lain­nya.

  Revitalisasi SMPN 2 Banyumas Diduga Dikerjakan Pemborong, Pihak Sekolah Mengaku Tak Tahu-Menahu

Semen­tara anggota DPRD Delis­er­dang, Dedi Syah­pu­tra, SH juga menye­salkan tin­dakan Ket­ua DPRD Zakky Shari yang memak­sa mem­bu­ka segel pin­tu ger­bang SMPN 2 Galang.

Pada­hal, sudah ada kesep­a­katan untuk pros­es hibah atau pros­es lain yang tidak melang­gar atu­ran antara Pemkab dan pihak Al-Wash­liyah

“Jan­gan suasana yang mulai kon­dusif malah dig­oreng- goreng. Kasi­han anak-anak yang jadi kor­ban. Jadi jan­gan­lah uta­makan ego yang dibungkus den­gan kepedu­lian,” tegas poli­tisi Gerindra ini.

Dedi juga mengkri­tik Wak­il Ket­ua DPRD Ham­dani Syah­pu­tra yang ikut men­jan­jikan ten­da kepa­da siswa Al-Wash­liyah. Menu­rut­nya, sikap itu menim­bulkan kesan pil­ih kasih.

“Seharus­nya pimp­inan dewan datang mem­bawa solusi, bukan memer­cikkan api pro­vokasi. Kalau begi­ni, per­cikan api itu bisa menye­bar kem­ana mana,“paparnya.

Kalau mau jujur, sebut Dedi, sebe­narnya anak didi­ik Al Wasliyah bisa tidak telan­tar kare­na jarak SMPN2 Galang den­gan gedung seko­lah Al Wasliyah hanya sek­i­tar 100 meter lebih.

Dije­laskan Dedi, sesuai kesep­a­katan antara Dinas Pen­didikan Delis­er­dang den­gan Ket­ua Pen­gu­rus Cabang (PC) Al Wash­liyah Galang, gedung SMP Negeri 2 Galang dikosongkan sam­pai pros­es hibah sele­sai .

Ket­ua DPRD Delis­er­dang, Zakky Shari yang di kon­fir­masi melalui what­sapp tidak mem­beri jawa­ban.” bungkam. *(Tim)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *