Barito Utara SniperNew.id - Setiap pagi sekitar pukul 07.00 WITA, di bawah terik mentari Kalimantan Tengah yang belum terlalu menyengat, Yohanes Karwilus selalu punya satu kebiasaan unik yang tak pernah terlewatkan berselpi. Ya, berswafoto alias “selpy” dengan latar belakang aktivitas pekerjaan yang sedang ia jalani di Kabupaten Barito Utara, Minggu 27 Juli 2025.
Dalam salah satu potret terbarunya, tampak Yohanes berdiri di depan sebuah truk berwarna hijau limau cerah. Di belakangnya terlihat rekan-rekannya yang sedang bersiap memulai hari. Tangan kiri memegang ponsel, wajah serius namun penuh makna, topi hitam bertuliskan “Andai Mati Itu INVAL”, menjadi simbol gaya hidup keras namun tetap punya selera humor ala pekerja lapangan sejati.
Melalui unggahan-unggahan seperti ini, Yohanes tidak hanya sekadar membagikan potret wajah lelahnya di lapangan. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pekerjaan lapangan bukanlah hal yang harus disembunyikan, melainkan sesuatu yang bisa dibanggakan. Debu, oli, keringat, dan mesin bukan penghalang untuk tetap tampil percaya diri.
Dalam caption unggahan sebelumnya, Yohanes pernah menulis. “Pekerjaan bukan soal duduk di balik meja, tapi soal tanggung jawab. Mau kerja di bawah terik, debu, atau lumpur, asal halal dan untuk keluarga—ayok gaskeun!”
Tujuan Yohanes Karwilus sangat jelas: menginspirasi dan mengajak teman-temannya untuk bangga dengan profesi masing-masing. Entah itu sopir truk, mekanik, buruh sawit, atau petani sekalipun. Ia juga sering menandai lokasi di unggahannya agar orang-orang tahu bahwa kerja keras itu nyata, di tempat-tempat yang mungkin tak banyak dijamah media sosial.
Kabupaten Barito Utara di Kalimantan Tengah memang bukan pusat kota besar. Namun, dari tempat terpencil inilah Yohanes menyalakan semangat pagi. Ia ingin membuktikan bahwa walau jauh dari keramaian, setiap detik keringat yang keluar tetap punya makna. Ia percaya, kerja keras tak akan mengkhianati hasil, dan kadang cukup satu potret untuk menguatkan niat.
Lucunya, gaya Yohanes yang selalu selpi di waktu sama jam 07.00 telah menjadi semacam “alarm digital” bagi rekan-rekannya. Mereka sudah hafal, “Kalau bang Yohanes udah ambil gambar, berarti kerja udah mau mulai.”
Dengan kesederhanaan dan ketulusan dalam setiap unggahan, Yohanes Karwilus menunjukkan bahwa semangat hidup bisa datang dari mana saja. Dari balik topi hitam berdebu, dari senyum tipis di bawah langit Barito, dari tangan kasar yang menggenggam ponsel di tengah garasi truk.
Yohanes bukan artis, bukan motivator, tapi dari fotonya kita bisa belajar satu hal. “Jangan malu jadi orang lapangan, karena dari situlah negeri ini berdiri.”
Laporan: (Yohanes).//Editor: (Ahmad).



















