Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Waspada! Aplikasi Survei Digiopinion Dinilai Hanya Membuat Janji Manis Tanpa Kepastian Pembayaran

1307
×

Waspada! Aplikasi Survei Digiopinion Dinilai Hanya Membuat Janji Manis Tanpa Kepastian Pembayaran

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Aplikasi peng­hasil uang Digiopin­ion kini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah banyak peng­gu­na mela­porkan keti­dak­pas­t­ian dalam sis­tem pem­ba­yaran­nya. Mes­ki menawarkan jan­ji menarik seper­ti “dap­atkan bayaran untuk opi­ni Anda” dan “hasilkan uang tunai nya­ta”, sejum­lah masyarakat men­gaku belum per­nah mener­i­ma pem­ba­yaran sete­lah menye­le­saikan sejum­lah survei, Senin 26 Mei 2025.

  Bank Nobu Tawarkan Bonus Saldo Lima Puluh Ribu

Digiopin­ion mengk­laim bah­wa peng­gu­nanya bisa mem­per­oleh peng­hasi­lan tam­ba­han hanya den­gan mengisi survei secara jujur, tan­pa memer­lukan keahlian khusus. Namun, lapo­ran dari berba­gai peng­gu­na menun­jukkan bah­wa aplikasi ini lebih banyak mem­berikan jan­ji dari­pa­da hasil yang nya­ta. Baca dan Klik Link ini Dap­at Sal­fo Gopay

“Saya sudah menye­le­saikan belasan survei dan memenuhi semua per­syaratan, tapi sal­do saya tidak per­nah cukup untuk ditarik. Selalu ada alasan tek­nis atau survei dibatalk­an sepi­hak,” ujar Dian, seo­rang maha­siswa peng­gu­na aplikasi terse­but.

  Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

Meskipun dalam keteran­gan­nya Digiopin­ion meny­atakan akan men­gir­imkan pem­ba­yaran melalui Pay­Pal atau Pay­sera dalam wak­tu 10 hari ker­ja sete­lah ambang batas sal­do ter­ca­pai, banyak peng­gu­na jus­tru men­gaku tidak per­nah mener­i­ma kon­fir­masi pem­ba­yaran, bahkan sete­lah menung­gu berming­gu-ming­gu.

Aplikasi ini memang gen­car mem­pro­mosikan dirinya seba­gai solusi bagi pela­jar, ibu rumah tang­ga, hing­ga pen­si­u­nan yang ingin men­da­p­atkan peng­hasi­lan tam­ba­han. Namun, tan­pa mekanisme kon­trol dan jam­i­nan pem­ba­yaran yang jelas, Digiopin­ion dikhawatirkan hanya men­ja­di alat bujuk masyarakat untuk mem­berikan data secara gratis kepa­da pihak keti­ga.

  Anggaran Publikasi Pekon Panggungrejo 2025 Masih Tanpa Kejelasan

Pakar dig­i­tal dari Lem­ba­ga Stu­di Kon­sumen dan Teknolo­gi Infor­masi, Riko Har­tan­to, meny­atakan, “Masyarakat harus lebih was­pa­da ter­hadap aplikasi semacam ini. Jika tidak ada transparan­si dalam pros­es pem­ba­yaran dan tidak jelas sia­pa yang bera­da di balik pen­gelo­laan datanya, maka patut dicuri­gai seba­gai ben­tuk eksploitasi data prib­a­di.”

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Digiopin­ion belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi atas keluhan yang muncul. Masyarakat diim­bau untuk mem­ba­ca ulasan peng­gu­na lain dan mema­ha­mi risiko sebelum men­gan­dalkan aplikasi seper­ti Digiopin­ion seba­gai sum­ber peng­hasi­lan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *