Pringsewu, SniperNew.id – Sebuah peristiwa unik sekaligus mengundang perhatian publik terjadi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Wakil Bupati (Wabup) Pringsewu, Hj. Ummi Laila, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat, Rabu (17/99/2025).
Sidak tersebut mengungkap dugaan bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) jarang hadir di sekolah, bahkan nyaris tidak pernah terlihat menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Kejadian ini menjadi viral setelah akun media sosial @akisukidi membagikan informasi tersebut di platform Threads. Dalam unggahannya, akun itu menuliskan bahwa saat Wakil Bupati melakukan pengecekan ke sekolah, Kepala Sekolah tidak hadir. Bahkan, ketika dihubungi via telepon untuk konfirmasi, Kepala Sekolah justru bertingkah seolah-olah mengalami gangguan sinyal.
“Wakil Bupati Pringsewu, Lampung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sebuah Sekolah Dasar dan didapati Kepala Sekolah tidak pernah hadir. Lalu Bu Wakil Bupati telpon Bapak Kepsek untuk konfirmasi, tp saat di telepon Bapak Kepsek bertingkah seolah-olah sinyalnya jelek. ‘Halo…halo…halo…maaf Bu, sinyalnya putus-putus,’” tulis akun tersebut dengan menyertakan video suasana sidak.
Fenomena ini langsung menuai banyak komentar dari warganet, baik yang menyoroti kinerja aparatur sipil negara (ASN), maupun yang mengaitkan dengan kepemimpinan daerah saat ini.
Inspeksi dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Pringsewu Hj. Ummi Laila, yang mendampingi Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas dalam masa kepemimpinannya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, berjalan dengan baik dan disiplin.
Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati menemukan fakta mengejutkan: Kepala Sekolah diduga tidak pernah hadir di sekolah. Saat ingin melakukan konfirmasi melalui telepon, Kepala Sekolah itu beralasan bahwa sinyal sedang terganggu. Unggahan di Threads menggambarkan adegan percakapan telepon yang terkesan dibuat-buat, sehingga memicu kritik publik.
Berdasarkan unggahan di Threads, peristiwa ini diunggah sekitar 3 jam sebelum viral, dan percakapan serta komentar publik bermunculan dalam hitungan jam setelah itu. Sejumlah komentar yang terekam dalam tangkapan layar menunjukkan warganet aktif memberikan pendapat dalam kurun waktu 1–3 jam setelah unggahan tayang.
Sidak dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Lokasi sekolah tidak disebutkan secara spesifik dalam unggahan, tetapi yang pasti merupakan sekolah dasar negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu.
Unggahan ini viral karena menggambarkan ketidakhadiran Kepala Sekolah yang merupakan figur penting di lembaga pendidikan. Ditambah lagi, adegan Kepala Sekolah yang berpura-pura mengalami gangguan sinyal menimbulkan kesan tidak profesional dan mengundang gelak tawa sekaligus kritik tajam masyarakat.
Publik menilai tindakan Kepala Sekolah tersebut mencerminkan rendahnya integritas dan kedisiplinan seorang ASN, terlebih ketika banyak guru honorer bekerja keras dan berharap mendapatkan kesempatan yang sama menjadi tenaga pengajar.
Komentar warganet yang dihimpun dari unggahan Threads menunjukkan kecaman keras terhadap sikap Kepala Sekolah. Berikut beberapa kutipan komentar netizen:
Akun debbysahara3 menulis.
“Ingat jaman sekolah SMA dulu, mau wakasek, kepsek nya… semua ikut ngajar, jadi setiap hari hadir di sekolah.”
Akun aku_kancane_kancamu menegaskan. “Banyak guru honorer yang tulus bekerja. Banyak yang antri mendapatkan kesempatan mengajar. Pecat. Dia telah memainkan watak. PNS hadir gak hadir tetap bayaran. Itu yang ada dalam pikirannya.”
Akun nawilyss menyarankan.
“Pecat aja Bu, pindahin jadi tukang jaga sekolah aja.”
Akun imam.suko14 menambahkan.
“Yang begini kepsek yang seharusnya diberhentikan. Kalau perlu berhentikan saja dari kerjanya atau suruh resign.”
Akun muqolik_agus mempertanyakan aturan. “Apakah ada aturan bahwa PNS tidak bisa dipecat?”
Akun kms_zainal berkomentar kritis.
“Nah kalau gini, bolehlah diganti… dibandingkan dengan kepala sekolah yang dipecat gara-gara tegur anak pejabat walikotanya, yang lagi viral.”
Akun meroketlambemu menyarankan.
“Bukankah evaluasi harusnya rutin, ya? Tidak perlu nunggu ada kesalahannya ketahuan dulu baru evaluasi. Justru seharusnya dari evaluasi rutin, akan ditemukan kesalahan-kesalahan.”
Akun yohanesberchmans menulis singkat.
“Pecat aja lah napain di evaluasi bu.”
Akun ucupliciouzzz menyindir.
“Baru jadi kepala sekolah udah begitu, gimana jadi kepala BUMN.”
Akun arirahmadi0 menegaskan.
“Langsung copot. Pindahkan ke pedalaman.”
Akun mamajapa.design memberikan pengalaman pribadi.
“Bisa-bisanya. Aku pas nganterin anakku malah kepsek udah hadir lagi nyapu halaman sekolah. Padahal gasik lho itu. Kepseknya laki-laki.”
Akun denimaja711 menyoroti.
“Lho jaman gini makan gaji buta.”
Akun yuniarsih122 menyimpulkan.
“Masih banyak yang mau kerja serius.”
Komentar-komentar tersebut menggambarkan kekecewaan masyarakat terhadap sikap abai seorang pejabat sekolah yang seharusnya menjadi teladan.
Di bawah kepemimpinan Bupati H. Riyanto Pamungkas dan Wakil Bupati Hj. Ummi, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen menegakkan disiplin aparatur, khususnya di sektor pendidikan. Inspeksi mendadak ini menjadi bukti nyata bahwa pemimpin daerah tidak segan untuk turun langsung memantau kinerja ASN.
Langkah ini juga diharapkan menjadi peringatan bagi pejabat publik lainnya agar tidak main-main dengan tugas dan tanggung jawabnya. Pendidikan adalah sektor vital yang menyangkut masa depan generasi muda, sehingga integritas tenaga pendidik dan kepala sekolah mutlak diperlukan.
Kasus Kepala Sekolah yang diduga mangkir dari tugas ini menyoroti pentingnya evaluasi berkala terhadap kinerja ASN, khususnya mereka yang menduduki posisi strategis. Reaksi publik yang keras menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan perubahan nyata dan menolak praktik “makan gaji buta.”
Wakil Bupati Pringsewu telah menunjukkan ketegasan melalui sidak ini, sementara publik menuntut tindak lanjut yang tegas, mulai dari evaluasi hingga pemberhentian jika terbukti melakukan pelanggaran.
Dengan demikian, peristiwa ini menjadi cerminan bahwa kepemimpinan daerah di bawah H. Riyanto Pamungkas dan Hj. Ummi Laila sedang berupaya memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab, demi kualitas pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Pringsewu.













