LAMPUNG , SNIPERNEW.id - Lembaga Uji Kompetensi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bekerja sama dengan Dewan Pers kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Kamis hingga Jumat, 12–13 Februari 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta Selatan, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (15/2/2026).
Uji Kompetensi Wartawan merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas wartawan Indonesia, sekaligus memastikan setiap jurnalis menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar kompetensi dan Kode Etik Jurnalistik.
Dalam kegiatan UKW kali ini, tercatat sebanyak 12 wartawan mendaftar sebagai peserta.
Namun, tiga orang peserta tidak hadir sehingga hanya sembilan orang yang mengikuti proses uji kompetensi hingga selesai. Para peserta berasal dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Timur sebanyak lima orang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dua orang, dan Sumatera Utara dua orang.
Wakil Ketua Lembaga Penguji UKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Dra. Hj. Retno Intani, ZA, MSc., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang hadir dinyatakan kompeten setelah melalui rangkaian pengujian yang ketat. Pengujian meliputi tes tertulis, praktik liputan, wawancara, hingga penilaian portofolio karya jurnalistik.
“Alhamdulillah, seluruh peserta yang mengikuti uji kompetensi dinyatakan lulus dan kompeten. Ini menunjukkan bahwa para wartawan tersebut telah memenuhi standar kompetensi profesi wartawan yang ditetapkan Dewan Pers,” ujar Retno Intani dalam keterangannya kepada media.
Dalam pelaksanaan UKW, tim penguji terdiri dari para akademisi dan praktisi media yang berpengalaman.
Di antaranya Bastian Tampubolon, SH., yang bertindak sebagai salah satu Koordinator Peserta , serta Kumar Khalid, SH., yang juga merupakan anggota dewan penguji dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Wakil Pimpinan Redaksi SniperNew.id, Bastian Tampubolon menegaskan bahwa UKW bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari upaya peningkatan profesionalisme jurnalis. Menurutnya, wartawan yang telah dinyatakan kompeten diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan prinsip-prinsip etika jurnalistik.
“Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan wartawan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap media dapat terus terjaga,” kata Bastian Tampubolon.
Adapun sembilan peserta yang dinyatakan kompeten dalam UKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) periode Februari 2026 ini adalah:
Feri Sismanto
Iskandar
Kongli Saragih
Sugito
Rudolf Ihut
Sepryanus Absalom
Richel Onnel
Rudiyanto
Paskalis Ricardo
Para peserta mengikuti uji kompetensi dengan penuh keseriusan selama dua hari pelaksanaan.
Mereka diuji dalam berbagai aspek, mulai dari pemahaman kode etik jurnalistik, teknik peliputan, penulisan berita, verifikasi data, hingga wawancara dan pelaporan multimedia.
Dr. Dra. Hj. Retno Intani, ZA, MSc., menambahkan bahwa peran perguruan tinggi dalam penyelenggaraan UKW sangat penting, terutama dalam mengintegrasikan pendekatan akademik dengan praktik jurnalistik di lapangan.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas jurnalis melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, Dewan Pers, dan industri media menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pers yang sehat dan profesional. UKW adalah salah satu instrumen penting untuk menjaga standar profesi wartawan,” ujarnya.
Kegiatan UKW ini juga merupakan bagian dari komitmen Dewan Pers untuk mendorong sertifikasi wartawan secara nasional. Hingga kini, ribuan wartawan di Indonesia telah mengikuti UKW sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Dengan dinyatakannya sembilan wartawan kompeten dalam UKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), diharapkan mereka dapat berkontribusi secara positif dalam penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Selain itu, hasil UKW ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme pers daerah, khususnya di Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.
Penyelenggara juga berharap agar semakin banyak wartawan di berbagai daerah mengikuti UKW sebagai bagian dari proses pengembangan karier dan peningkatan kredibilitas profesi. Dengan wartawan yang kompeten, pers Indonesia diharapkan semakin dipercaya publik dan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara efektif dan beretika.
Penulis: (31252).
















