Depok, SniperNew.id – Kamis, 21 Agustus 2025, sebuah truk pengangkut bata hebel mengalami mogok di kawasan lampu merah Ramanda arah ARH, Kota Depok. Peristiwa ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur padat tersebut. Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok kemudian bergerak cepat mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil derek resmi milik Dishub.
Informasi mengenai insiden ini pertama kali disampaikan melalui akun media sosial Infodepok24, yang menyebutkan bahwa kendaraan berat tersebut berhenti mendadak karena mengalami kendala teknis saat melintas di persimpangan lampu merah. Posisi truk yang sarat muatan berada tepat di jalur utama, sehingga membuat sejumlah kendaraan lain harus melambat dan menimbulkan antrean cukup panjang.
Menurut laporan saksi mata, truk bermuatan bata hebel itu awalnya melaju dari arah Ramanda menuju ARH. Saat sampai di lampu merah, kendaraan tiba-tiba tidak dapat bergerak. Diduga, terdapat masalah teknis pada mesin atau sistem transmisi sehingga sopir tidak mampu menghidupkan kembali truk tersebut.
Sejumlah pengendara yang berada di belakang terpaksa mengurangi kecepatan, bahkan sebagian harus berpindah jalur untuk menghindari kemacetan yang lebih parah. Beruntung, petugas Dinas Perhubungan Kota Depok yang sedang melakukan patroli di sekitar lokasi segera mendapat laporan dan mengirimkan armada derek.
Mobil derek Dishub Kota Depok tiba di lokasi beberapa waktu setelah truk mogok. Dalam proses evakuasi yang terekam dalam sebuah video, terlihat sebuah unit derek berwarna putih dengan tulisan “UNIT DEREK DINAS PERHUBUNGAN KOTA DEPOK” sedang berupaya menarik truk berwarna hijau tersebut.
Petugas Dishub kemudian mengatur arus lalu lintas untuk memastikan kendaraan lain tetap dapat melintas meski proses evakuasi berlangsung. Langkah cepat itu dilakukan agar kemacetan tidak semakin meluas, mengingat kawasan Ramanda dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan lalu lintas di Depok, terutama pada jam sibuk.
Kemacetan sempat terjadi di sekitar lampu merah Ramanda arah ARH. Antrean kendaraan terlihat mengular hingga beberapa ratus meter. Kendaraan roda dua, angkutan umum, hingga mobil pribadi terpaksa berjalan lebih lambat dari biasanya.
Meski demikian, setelah truk berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, arus lalu lintas kembali normal. Dishub memastikan bahwa tindakan cepat evakuasi dilakukan demi meminimalkan gangguan di jalan raya serta mencegah potensi kecelakaan lalu lintas akibat adanya kendaraan besar yang berhenti mendadak.
Sejumlah warga Depok yang melintas di lokasi mengapresiasi langkah cepat Dishub dalam menangani peristiwa tersebut. Menurut mereka, keberadaan armada derek sangat membantu, terutama ketika ada kendaraan berat mogok di tengah jalan yang dapat menghambat pergerakan lalu lintas.
“Saya tadi sempat terjebak macet karena truk berhenti di tengah jalan, tapi syukurlah ada petugas Dishub yang langsung menangani. Kalau tidak, mungkin macet bisa sampai lebih panjang,” ujar salah seorang pengendara motor yang melintas.
Dinas Perhubungan Kota Depok memang memiliki unit khusus untuk menangani masalah kendaraan mogok atau parkir liar di jalan protokol. Dengan armada derek yang disiapkan, Dishub dapat bergerak cepat ketika menerima laporan dari masyarakat maupun dari petugas di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok dalam beberapa kesempatan juga menekankan pentingnya kehadiran unit derek ini, terutama di wilayah padat seperti Margonda, Ramanda, hingga persimpangan besar lain di kota tersebut. Tujuannya adalah menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi pengendara.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan berat agar selalu memastikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi. Truk bermuatan besar seperti pengangkut bata hebel memiliki risiko tinggi jika mengalami kendala teknis di jalan raya. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin mesin, rem, dan komponen vital lainnya mutlak diperlukan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap sabar dan tertib saat menghadapi kondisi lalu lintas terganggu karena insiden semacam ini. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan menjadi kunci agar evakuasi dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan bahaya baru.
Kota Depok sebagai kota penyangga Jakarta memang dikenal dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Beberapa titik seperti Margonda, Ramanda, dan Jalan Raya Sawangan kerap menjadi langganan macet, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Insiden truk mogok di lampu merah Ramanda kali ini menambah daftar peristiwa yang berpotensi memperparah kemacetan. Namun, langkah cepat Dishub Depok menunjukkan bahwa koordinasi dan kesiapan armada dapat mengurangi dampak yang lebih luas.
Truk pengangkut bata hebel yang mogok di lampu merah Ramanda, Depok, pada Kamis (21/8/2025), berhasil dievakuasi menggunakan mobil derek dari Dinas Perhubungan Kota Depok. Kendaraan yang sempat menimbulkan kemacetan tersebut kini sudah dipindahkan dari jalur utama, sehingga arus lalu lintas kembali lancar.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapan petugas Dishub dalam merespons cepat setiap insiden lalu lintas. Selain itu, hal ini juga menjadi pengingat bagi para sopir angkutan barang agar selalu memastikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi di jalan raya yang padat.
Editor: (Ahmad)



















