Berita Edukasi MasyarakatTEKNOLOGI

Top Up E-Wallet Rp50 Ribu Diduga Tertahan, Warga Diimbau Lebih Teliti Saat Transaksi Digital

160
×

Top Up E-Wallet Rp50 Ribu Diduga Tertahan, Warga Diimbau Lebih Teliti Saat Transaksi Digital

Sebarkan artikel ini
Struk transaksi pengisian saldo e-wallet senilai Rp50.000 yang dilaporkan tidak masuk ke akun tujuan. (Foto: Dok. Warga)”

BANDAR LAMPUNG, SNIPERNEW.id — Sebuah transaksi pengisian saldo dompet digital (e-wallet) senilai Rp50.000 dilaporkan tidak masuk ke akun tujuan, meski pembayaran dinyatakan berhasil dan struk transaksi telah diterbitkan. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih teliti saat melakukan top up e-wallet melalui konter atau mesin pembayaran, Senin (29/12/2025).


Berdasarkan struk yang diterima redaksi, transaksi tercatat sebagai Top Up DANA (BI SNAP) pada 29 Desember 2025 pukul 11.23 WIB, dengan nomor tujuan 083166310256. Nominal pembayaran tercantum Rp50.000 tanpa biaya admin, dan status pembayaran dinyatakan tunai serta berhasil.

Namun hingga beberapa waktu setelah transaksi, saldo tidak tercatat masuk baik ke aplikasi DANA maupun GoPay milik pengguna. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran, terutama karena bukti transaksi dinyatakan sah.

Sejumlah kemungkinan penyebab mengemuka, mulai dari kesalahan jenis e-wallet yang dipilih, nomor tujuan yang tidak terdaftar aktif, hingga gangguan sistem jaringan pembayaran nasional (BI SNAP). Dalam kondisi tertentu, transaksi bisa tercatat di mesin namun tertahan di server penyedia layanan e-wallet.

Pakar literasi keuangan digital mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan jenis e-wallet, nomor tujuan, serta konfirmasi nama akun sebelum menyerahkan uang kepada agen. Selain itu, masyarakat juga disarankan menyimpan struk transaksi sebagai bukti apabila terjadi kendala.

Pihak pengguna diimbau untuk segera melakukan klarifikasi ke agen tempat transaksi, serta menghubungi layanan pelanggan resmi e-wallet terkait dengan melampirkan bukti struk, ID transaksi, dan nomor referensi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait status dana tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemudahan transaksi digital, ketelitian tetap menjadi kunci utama keamanan finansial masyarakat.

penulis: (iskandar).