Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Tetes Manis Rasa Duit! Molases Makassar Diobral, Peternak dan Petani Rebutan

353
×

Tetes Manis Rasa Duit! Molases Makassar Diobral, Peternak dan Petani Rebutan

Sebarkan artikel ini

Makas­sar, SniperBew.id — Selasa 15 Juli 2025 Di ten­gah har­ga bahan pakan dan pupuk yang terus merangkak naik, kabar segar datang dari Kawasan Indus­tri Makas­sar. Sebuah pro­dusen lokal molases—atau yang lebih dike­nal den­gan sebu­tan tetes tebu—mendadak viral kare­na menawarkan pro­duk berkual­i­tas ting­gi den­gan har­ga raky­at jela­ta.

  Dirjen Pajak Tinjau Layanan SPT Tahunan di Sleman

Molases yang biasanya digu­nakan seba­gai penc­a­har ala­mi untuk ter­nak, bahan pem­bu­atan pro­bi­otik tam­bak dan empang, ser­ta seba­gai unsur uta­ma pupuk organik, kini bisa dibeli den­gan har­ga super mir­ing:

7 kg hanya Rp60.000

27 kg diban­derol Rp180.000 saja!

“Kami jaga kemur­ni­an­nya demi kepuasan pelang­gan. Tetes kami bukan abal-abal, dijamin man­is rasa duit!” ujar pihak pen­jual saat dikon­fir­masi SniperNew.id. Mere­ka juga menye­butkan bah­wa pen­gi­r­i­man bisa dilakukan ke selu­ruh daer­ah di Indone­sia, tan­pa batas provin­si.

Ala­mat pusat dis­tribusinya ter­letak di Jl. Tol Ir. Suta­mi No. 8, kawasan indus­tri Makas­sar, yang sela­ma ini dike­nal seba­gai kawasan strate­gis logis­tik di Sulawe­si Sela­tan. Tak her­an, pem­be­li dari berba­gai kalangan—peternak, petani, hing­ga pelaku tambak—ramai-ramai menghubun­gi kon­tak 082114678777 demi men­da­p­atkan stok sebelum kehabisan.

  SPPG Rp500 Juta per Hari, 93% Anggaran BGN Mengalir ke Daerah

Menariknya, tren pem­be­lian molases ini meningkat sejak awal Juli 2025, seir­ing naiknya har­ga bahan baku impor. Petani dan peter­nak lokal pun mulai melirik solusi alter­natif berba­sis lokal yang lebih hemat namun tetap berkual­i­tas.

“Molases ini bukan cuma buat sapi atau kamb­ing. Buat udang, ikan, sam­pai tana­man hor­tikul­tura juga bisa. Dan hasil­nya lebih sub­ur!” ujar Rah­mat, petam­bak dari Takalar, yang rutin mem­be­li molases dari Makas­sar ini.

  Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

Selain pro­mosi har­ga, bahasa pro­mosi sang pen­jual juga unik:
“Sala­ma­ki tapa­da sala­ma. Murah meri­ah, kual­i­tas ter­jamin, bukan asal cairan hitam!”

Tak hanya men­jual, pro­dusen molases ini juga mem­berikan edukasi men­ge­nai cara pemaka­ian molases untuk cam­pu­ran fer­men­tasi pakan, pupuk cair, atau akti­va­tor mikro­ba tanah.

Den­gan kom­bi­nasi har­ga bersa­ha­bat, dis­tribusi cepat, dan mutu ting­gi, tak her­an jika tetes man­is dari Makas­sar ini ten­gah jadi buru­an nasion­al.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *