Berita Daerah

Supiyawan Imbau Warga Lampung Tetap Tenang, Jangan Terprovokasi Isu Demo Jakarta

318
×

Supiyawan Imbau Warga Lampung Tetap Tenang, Jangan Terprovokasi Isu Demo Jakarta

Sebarkan artikel ini

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id — Situ­asi poli­tik dan kea­manan nasion­al dalam beber­a­pa hari ter­akhir kem­bali men­ja­di sorotan, menyusul adanya aksi demon­strasi di wilayah DKI Jakar­ta. Peri­s­ti­wa ini tidak hanya menyi­ta per­ha­t­ian masyarakat ibu kota, tetapi juga menim­bulkan dampak psikol­o­gis bagi masyarakat di daer­ah, Sab­tu (30/08/2025).

Banyak kabar sim­pang siur beredar, khusus­nya melalui media sosial, sehing­ga menim­bulkan kekhawati­ran bah­wa kere­sa­han bisa men­jalar ke luar Jakar­ta, ter­ma­suk ke Provin­si Lam­pung.

Menang­gapi kon­disi terse­but, Ket­ua Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) Setwil Lam­pung, Supiyawan, menyam­paikan imbauan pent­ing kepa­da selu­ruh masyarakat Lam­pung, teruta­ma di Kabu­pat­en Pesawaran dan sek­i­tarnya. Ia mene­gaskan agar masyarakat tidak mudah ter­pro­vokasi oleh isu-isu yang berkem­bang, khusus­nya terkait aksi demon­strasi di Jakar­ta.

“Saya men­ga­jak selu­ruh masyarakat Lam­pung, ter­ma­suk Pesawaran, untuk tetap men­ja­ga situ­asi tetap aman dan damai. Jan­gan sam­pai kita ter­pen­garuh isu-isu dari luar daer­ah yang belum ten­tu benar. Kon­disi daer­ah harus kita jaga bersama demi kelan­car­an pem­ban­gu­nan,” tegas Supiyawan.

Menu­rut Supiyawan, sta­bil­i­tas kea­manan meru­pakan modal uta­ma untuk mewu­jud­kan pem­ban­gu­nan daer­ah. Tan­pa suasana kon­dusif, pro­gram pem­ban­gu­nan akan ter­gang­gu, dan dampaknya bisa lang­sung dirasakan oleh masyarakat.

  Menapaki Jejak Transmigrasi, Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi Bersama Keluarga Transmigran di Desa Bagelen

Ia men­con­tohkan bagaimana beber­a­pa daer­ah yang ser­ing dilan­da kon­flik hor­i­zon­tal men­gala­mi keter­lam­bat­an pem­ban­gu­nan infra­struk­tur maupun kese­jahter­aan war­ganya. Oleh kare­na itu, Lam­pung yang dike­nal seba­gai daer­ah mul­ti­kul­tur­al den­gan masyarakat yang maje­muk, harus tetap men­ja­ga har­moni sosial.

“Kita di Lam­pung ini ter­diri dari banyak suku, aga­ma, dan latar belakang. Jika kita mudah ter­pro­vokasi isu luar daer­ah, apala­gi sam­pai menim­bulkan kon­flik, maka yang rugi kita semua. Kare­na itu saya tekankan, mari uta­makan per­sat­u­an dan kedama­ian,” ujarnya.

Salah satu hal yang pal­ing dikhawatirkan Supiyawan adalah deras­nya arus infor­masi yang beredar di media sosial. Banyak masyarakat yang tidak memver­i­fikasi kebe­naran infor­masi sebelum mem­per­cayai atau menye­barkan­nya.

Hoaks atau beri­ta bohong, kata dia, bisa menim­bulkan kere­sa­han yang lebih besar diband­ing peri­s­ti­wa nya­ta itu sendiri. Bahkan, ser­ing kali hoaks sen­ga­ja dipro­duk­si untuk men­cip­takan polar­isasi dan men­gadu dom­ba masyarakat.

“Bijak­lah dalam mener­i­ma infor­masi. Jan­gan asal per­caya, apala­gi lang­sung mem­bagikan. Kita harus sar­ing sebelum shar­ing agar tidak ikut menye­barkan hoaks yang bisa merugikan diri sendiri dan memec­ah belah bangsa,” tegas Supiyawan dalam imbauan­nya.

Ia mengin­gatkan bah­wa penye­baran hoaks bukan hanya berba­haya dari sisi sosial, tetapi juga bisa men­jer­at sese­o­rang pada masalah hukum.

Selain menyam­paikan pesan kepa­da masyarakat umum, Supiyawan juga menekankan pent­ingnya per­an para tokoh masyarakat, tokoh aga­ma, pemu­da, ser­ta organ­isasi kemasyarakatan di Lam­pung. Mere­ka, menu­rut­nya, adalah gar­da ter­de­pan dalam men­ja­ga kon­du­siv­i­tas sosial di tingkat lokal.

  Truk Pengangkut LPG Terobos Genangan Banjir di Tol Medan

“Perbe­daan pen­da­p­at itu hal yang biasa, namun jan­gan sam­pai men­ja­di alasan untuk memicu kon­flik. Mari kita jaga per­saudaraan, kare­na den­gan per­sat­u­an dan suasana damai, pem­ban­gu­nan daer­ah bisa ber­jalan den­gan baik,” pungkas­nya.

Ia men­ga­jak selu­ruh ele­men untuk lebih aktif menyuarakan pesan damai dan keber­samaan, baik dalam kegiatan keaga­maan, sosial, maupun budaya. Den­gan begi­tu, masyarakat bisa lebih ten­ang dan tidak mudah ter­su­lut oleh isu-isu yang berkem­bang di luar daer­ah.

Supiyawan mene­gaskan bah­wa Lam­pung adalah salah satu provin­si yang bisa men­ja­di con­toh bagaimana masyarakat maje­muk hidup berdampin­gan den­gan damai. Lam­pung dihu­ni oleh beragam etnis, mulai dari masyarakat asli Lam­pung, Jawa, Sun­da, Bali, Batak, Minang, hing­ga Bugis.

Ker­aga­man ini, jika dikelo­la den­gan baik, jus­tru bisa men­ja­di keku­atan. Namun jika tidak dija­ga, berpoten­si men­ja­di titik rawan kon­flik. Kare­na itu, imbauan men­ja­ga kedama­ian bukan hanya sekadar pesan for­mal, melainkan kebu­tuhan nya­ta bagi kehidu­pan masyarakat Lam­pung.

Supiyawan juga meny­ing­gung pen­gala­man beber­a­pa tahun lalu, keti­ka isu-isu poli­tik di Jakar­ta sem­pat menim­bulkan gesekan di berba­gai daer­ah. Wak­tu itu, masyarakat di daer­ah ikut ter­pec­ah aki­bat perbe­daan pan­dan­gan poli­tik nasion­al. Hal terse­but harus men­ja­di pela­jaran pent­ing agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang lagi.

Menu­rut­nya, masyarakat Lam­pung tidak boleh men­gu­lan­gi kesala­han yang sama. Semua pihak harus lebih dewasa dalam menyikapi dinami­ka poli­tik dan tetap men­em­patkan kepentin­gan daer­ah ser­ta bangsa di atas kepentin­gan kelom­pok maupun indi­vidu.

  Penumpang Bus Rute Aceh–Medan Dilaporkan Hilang Kontak Sejak Kamis Pagi

Melalui perny­ataan ini, FPII Setwil Lam­pung mene­gaskan komit­men­nya untuk terus men­ja­di pelo­por dalam men­ja­ga keu­tuhan per­sat­u­an bangsa. Seba­gai organ­isasi pers, FPII memi­li­ki per­an strate­gis dalam mem­berikan infor­masi yang benar, mencer­ahkan, ser­ta mem­ban­gun kesadaran masyarakat agar tidak mudah ter­pro­vokasi.

Supiyawan mene­gaskan bah­wa FPII Lam­pung akan terus men­gaw­al masyarakat den­gan infor­masi yang aku­rat, ter­per­caya, dan berim­bang. Hal ini sekali­gus men­ja­di upaya nya­ta melawan deras­nya arus dis­in­for­masi yang beredar di media sosial.

“Kami dari FPII Lam­pung akan terus berdiri di gar­da ter­de­pan. Media harus men­ja­di penye­juk, bukan malah menyu­lut api. Kami ingin men­gaw­al masyarakat agar tetap ten­ang, tidak mudah ter­pro­vokasi, dan terus men­ja­ga per­sat­u­an bangsa,” tut­up Supiyawan.

Imbauan Supiyawan bukan hanya sekadar pesan biasa, melainkan reflek­si dari kon­disi nya­ta di masyarakat. Di ten­gah deras­nya arus infor­masi dan poten­si pro­vokasi dari luar daer­ah, Lam­pung harus tetap men­ja­di daer­ah yang damai, kon­dusif, dan fokus pada pem­ban­gu­nan.

Masyarakat Lam­pung dihara­p­kan lebih cer­das, kri­tis, dan selek­tif dalam mener­i­ma infor­masi. Per­sat­u­an dan keber­samaan harus men­ja­di pegan­gan uta­ma agar tidak ter­je­bak dalam kon­flik yang merugikan. Den­gan men­ja­ga suasana damai, Lam­pung bisa terus melangkah maju menu­ju kese­jahter­aan bersama. (Edi­tor: Ahmad)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *