PRINGSEWU, SNIPERNEW.id – Menyikapi pemberitaan media online yang muncul di mesin pencarian Google terkait dugaan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disebut tertutup, pihak SMAN 1 Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi faktual di sekolah, Senin (26/01/2026).
Kepala SMAN 1 Banyumas, Achmad Firdaus, saat ditemui di kantor media, menyampaikan secara spontan bahwa pengelolaan Dana BOS di sekolah yang ia pimpin selama ini berjalan dengan baik, lancar, dan tanpa kendala.
“Pengelolaan Dana BOS di SMAN 1 Banyumas dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Achmad Firdaus.
Ia menjelaskan bahwa sekolah secara konsisten menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, baik kepada wali murid maupun kepada seluruh dewan guru.
Setiap perencanaan dan realisasi penggunaan Dana BOS dibahas melalui mekanisme internal sekolah, termasuk rapat dan dokumentasi administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Realisasi Dana BOS Sesuai Juklak dan Juknis.
Achmad Firdaus menegaskan bahwa Dana BOS digunakan sesuai dengan ketentuan Permendikbud yang mengatur penggunaan anggaran, antara lain untuk:
Kegiatan pembelajaran dan evaluasi pendidikan
Pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana sekolah
Pembayaran honor tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN sesuai aturan
Pengembangan perpustakaan
Kegiatan administrasi dan operasional sekolah.
Seluruh penggunaan anggaran tersebut, lanjutnya, dicatat dan dilaporkan secara berkala melalui sistem pelaporan resmi pemerintah serta disampaikan dalam forum sekolah.
Pihak sekolah juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan wali murid apabila terdapat pertanyaan atau klarifikasi terkait penggunaan Dana BOS. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak SMAN 1 Banyumas berharap agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, serta mengajak media untuk tetap mengedepankan verifikasi dan konfirmasi dalam setiap pemberitaan.
Penulis: (iskandar).



















