Pesawaran, SniperNew.id – Suasana malam di Desa Lumbirejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, berubah menjadi panggung budaya yang megah dan sarat makna. Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Lumbirejo ke-39 sekaligus gelaran Bersih Desa, warga tumpah ruah menyaksikan pagelaran wayang kulit spektakuler yang menghadirkan Dalang kondang Ki Suparman dari Lampung Tengah, Selasa malam (22/7/2025).
Acara ini mengangkat lakon klasik “Jumenenge Pari Kesit Dadi Nalendro”, yang sarat pesan moral dan kepemimpinan. Halaman Kantor Desa Lumbirejo disulap menjadi arena pertunjukan budaya yang meriah, menggugah ingatan kolektif masyarakat akan pentingnya melestarikan seni tradisional di tengah gempuran zaman digital.
Tak hanya menyuguhkan pertunjukan budaya, malam istimewa ini juga menjadi momentum bersejarah dengan launching Mars Desa Lumbirejo. Lagu kebanggaan ini diharapkan dapat memperkuat identitas dan semangat gotong-royong warga desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lumbirejo, Ridho, S.Kom, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh warga atas dukungan penuh yang membuat acara berjalan lancar.
> “Saya ucapkan ribuan terima kasih untuk seluruh masyarakat Lumbirejo. Tanpa kekompakan dan partisipasi kalian, malam budaya ini tak akan semeriah ini,” ujar Ridho penuh haru.
Lebih lanjut, Ridho juga menyampaikan harapannya agar masyarakat tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi.
“Mari kita hidup guyub, rukun, damai Gemah Ripah Loh Jinawi. Jangan sampai kita diadu domba oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,” tegasnya lantang disambut tepuk tangan warga.
Acara ini juga turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Camat Negeri Katon (diwakili Sutopo, SE), Kapolsek Gedong Tataan (diwakili Kasubsektor Negeri Katon, IPDA Sunardi), kepala desa se-Kecamatan Negeri Katon, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, awak media, serta para undangan lainnya.
Pagelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga menjadi sarana pengikat sosial antarwarga. Kebersamaan yang tercipta dalam acara ini seolah menegaskan bahwa Desa Lumbirejo tak hanya kaya budaya, tapi juga kuat dalam semangat kolektif menjaga warisan leluhur.
Dengan perayaan HUT ke-39 ini, Lumbirejo mengirim pesan kuat: melestarikan tradisi bukanlah langkah mundur, tetapi cara cerdas menatap masa depan.
Semalam di Lumbirejo, wayang kulit bukan hanya bayang-bayang di kelir — ia adalah cermin semangat warga yang tak pernah pudar.
(Sufiyawan)













