Berita Nasional

Sekjen Kemendagri Ajak Kepala Desa Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo

520
×

Sekjen Kemendagri Ajak Kepala Desa Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id  – Sekre­taris Jen­der­al (Sek­jen) Kementer­ian Dalam Negeri (Kemenda­gri) Tom­si Tohir men­ga­jak selu­ruh kepala desa di Indone­sia untuk berper­an aktif men­dukung pro­gram-pro­gram pri­or­i­tas pemer­in­ta­han Pres­i­den Prabowo Subianto.

Ajakan itu dis­am­paikan Tom­si saat mem­bu­ka Rap­at Ker­ja Nasion­al (Rak­er­nas) Dewan Pen­gu­rus Pusat (DPP) Asosi­asi Pemer­in­tah Desa Selu­ruh Indone­sia (Apde­si) Tahun 2025 di Kan­tor Badan Pengem­ban­gan Sum­ber Daya Manu­sia (BPSDM) Kemenda­gri, Jakar­ta, Jumat (8/8/2025).

Dalam kesem­patan terse­but, Tom­si menekankan bah­wa keber­hasi­lan pro­gram pemer­in­tah pusat san­gat bergan­tung pada dukun­gan dan keter­li­batan pemer­in­tah desa seba­gai gar­da ter­de­pan pelayanan pub­lik. “Saya berharap apa yang Bapak dan Ibu sam­paikan tadi men­dukung semua pro­gram pemer­in­tah, khusus­nya pro­gram pemer­in­tah Bapak Pres­i­den, betul-betul den­gan ikhlas dap­at dilak­sanakan,” ujarnya di hada­pan para peser­ta Rak­er­nas.

Salah satu pro­gram yang men­ja­di sorotan Tom­si adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu­rut­nya, pro­gram ini memi­li­ki man­faat besar bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi kese­hatan anak-anak, tetapi juga dari aspek ekono­mi kelu­ar­ga dan pen­cip­taan lapan­gan ker­ja.

Tom­si men­je­laskan, ter­da­p­at seti­daknya tiga man­faat uta­ma pro­gram MBG. Per­ta­ma, anak-anak seko­lah men­da­p­atkan asu­pan makanan bergizi secara gratis, sehing­ga dap­at mem­ban­tu mence­gah stunt­ing dan meningkatkan kual­i­tas kese­hatan gen­erasi muda. Ked­ua, pro­gram ini dap­at menghe­mat anggaran belan­ja rumah tang­ga, khusus­nya untuk kebu­tuhan gizi anak, yang sela­ma ini men­ja­di beban rutin kelu­ar­ga. Keti­ga, MBG berkon­tribusi lang­sung dalam men­cip­takan lapan­gan ker­ja baru di daer­ah.

  Cristiano Ronaldo Siap Perpanjang Kontrak di Al Nassr hingga 2027, SPL Makin Menggila!

“Jum­lah­nya tidak sedik­it loh. Kalau saya lihat, per dapur itu bisa meli­batkan sek­i­tar empat puluh orang, mulai dari yang belan­ja, memasak, sam­pai men­gan­tar makanan. Ini berar­ti ada banyak pelu­ang ker­ja baru yang lahir dari satu pro­gram,” jelas­nya.

Lebih lan­jut, Tom­si menekankan bah­wa keber­adaan MBG juga berdampak posi­tif ter­hadap perekono­mi­an lokal. Pasokan bahan makanan seper­ti beras, sayur, ikan, ayam, dan telur akan mem­pri­or­i­taskan pro­duk dari daer­ah setem­pat. Den­gan begi­tu, pro­gram ini tidak hanya menye­hatkan anak-anak, tetapi juga meng­ger­akkan roda ekono­mi masyarakat.

“Kita berharap pasokan ini harus lan­car, tidak boleh libur, tidak boleh telat. Kalau memang ada poten­si di daer­ah itu, ten­tun­ya yang dibeli ter­dekat ya dari poten­si yang ada di daer­ah terse­but,” tam­bah­nya.

Selain MBG, Tom­si juga meny­oroti pro­gram Kop­erasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Mer­ah Putih, yang men­ja­di salah satu pri­or­i­tas pemer­in­tah dalam mem­perku­at ekono­mi desa. Pro­gram ini dihara­p­kan mam­pu men­dorong kemandiri­an ekono­mi masyarakat desa melalui pen­gelo­laan usa­ha bersama yang pro­fe­sion­al dan berke­lan­ju­tan.

Menu­rut Tom­si, Kemenda­gri berkomit­men mem­ban­tu kelan­car­an pelak­sanaan ked­ua pro­gram terse­but, ter­ma­suk memas­tikan koor­di­nasi antara pemer­in­tah pusat, pemer­in­tah daer­ah, dan pemer­in­tah desa ber­jalan opti­mal. “Kami terus men­dorong per­cepatan pelak­sanaan pro­gram-pro­gram pri­or­i­tas yang berkai­tan lang­sung den­gan kese­jahter­aan masyarakat,” tegas­nya.

Ia juga mengin­gatkan para kepala desa untuk men­ja­di coro­ng infor­masi yang efek­tif bagi masyarakat. Pemer­in­tah desa dihara­p­kan mam­pu menyosial­isas­ikan berba­gai pro­gram pemer­in­tah pusat den­gan bahasa yang mudah dipa­ha­mi war­ga, ser­ta mem­berikan narasi posi­tif yang mem­bangk­itkan seman­gat gotong roy­ong.

  Takut Dikonfirmasi Wartawan Soal TPG IV Tahun 2024, Sekretaris Disdik Sergai Kurung Diri di Ruangan

“Ini juga pent­ing. Kita akan susun narasi-narasi ter­baik untuk memu­dahkan Bapak dan Ibu men­je­laskan kepa­da masyarakat, sehing­ga pro­gram-pro­gram ini dap­at diter­i­ma dan didukung penuh,” katanya.

Tom­si mene­gaskan, mem­ban­gun keper­cayaan masyarakat ter­hadap pemer­in­tah meru­pakan hal yang san­gat pent­ing. Ia mem­inta semua pihak, khusus­nya aparatur desa, untuk men­ja­ga opti­misme pub­lik den­gan menyam­paikan infor­masi secara jujur dan kon­struk­tif.

“Per­cay­alah, bah­wa hal-hal yang ter­baik akan diu­payakan oleh pemer­in­tah bagi selu­ruh masyarakat kita,” ucap­nya den­gan penuh keyak­i­nan.

Rak­er­nas DPP Apde­si 2025 ini men­ja­di ajang strate­gis untuk mem­perku­at sin­er­gi antara pemer­in­tah pusat dan desa. Perte­muan terse­but dihadiri berba­gai tokoh pent­ing, seper­ti Kepala BPSDM Kemenda­gri Sug­eng Hariy­ono, Kepala Badan Per­cepatan Pen­gen­tasan Kemiski­nan Budi­man Sud­jat­miko, Ket­ua Umum DPP Apde­si Sur­ta Wijaya, Ket­ua Majelis Per­tim­ban­gan Organ­isasi DPP Apde­si Muham­mad Asri Anas, Sek­jen DPP Apde­si Sumali, ser­ta para kepala desa dan perangkat desa dari berba­gai daer­ah.

Dalam forum ini, para peser­ta mem­ba­has berba­gai tan­ta­n­gan dan pelu­ang dalam pelak­sanaan pro­gram pri­or­i­tas, ter­ma­suk strate­gi mem­per­cepat penyalu­ran man­faat­nya ke masyarakat. Selain itu, Rak­er­nas juga men­ja­di wadah untuk bertukar gagasan dan pen­gala­man suk­ses dalam mem­ban­gun desa yang mandiri, sejahtera, dan ber­daya saing.

Ket­ua Umum DPP Apde­si Sur­ta Wijaya dalam sambu­tan­nya menyam­paikan bah­wa pemer­in­tah desa siap men­ja­di mitra strate­gis pemer­in­tah pusat dalam men­gaw­al kebi­jakan dan pro­gram pem­ban­gu­nan. Menu­rut­nya, keber­hasi­lan pro­gram nasion­al akan lebih mudah ter­ca­pai jika pemer­in­tah desa diberikan per­an yang kuat dalam tahap peren­canaan, pelak­sanaan, hing­ga eval­u­asi.

  Lansia Penyintas Kanker: Hidup Lebih Panjang Harus Tetap Berkualitas

Semen­tara itu, Kepala Badan Per­cepatan Pen­gen­tasan Kemiski­nan Budi­man Sud­jat­miko meni­lai bah­wa pro­gram-pro­gram seper­ti MBG dan Kopdeskel Mer­ah Putih sejalan den­gan upaya mem­per­cepat penu­runan angka kemiski­nan. Ia menekankan pent­ingnya peman­faatan poten­si lokal agar pro­gram ber­jalan efek­tif dan mem­berikan dampak lang­sung kepa­da masyarakat.

Dari sisi pelati­han dan pen­ingkatan kap­a­sitas, Kepala BPSDM Kemenda­gri Sug­eng Hariy­ono menyam­paikan bah­wa lem­ba­ganya siap mem­berikan dukun­gan penuh untuk mem­perku­at kom­pe­ten­si kepala desa dan perangkat desa dalam men­gelo­la pro­gram pri­or­i­tas. Pelati­han terse­but men­cakup man­a­je­men keuan­gan desa, pen­gelo­laan kop­erasi, ser­ta strate­gi pem­ber­dayaan ekono­mi masyarakat.

Melalui Rak­er­nas ini, dihara­p­kan ter­cip­ta kesep­a­haman yang kuat antara pemer­in­tah pusat, Kemenda­gri, dan pemer­in­tah desa, sehing­ga seti­ap pro­gram pri­or­i­tas dap­at ber­jalan tepat sasaran. Tom­si pun menut­up pesan­nya den­gan men­ga­jak selu­ruh kepala desa untuk men­jadikan momen­tum ini seba­gai awal dari ker­ja kolab­o­ratif yang lebih sol­id.

“Keber­hasi­lan kita adalah keber­hasi­lan bersama. Pro­gram ini untuk masyarakat, dan masyarakat adalah tang­gung jawab kita semua,” pungkas­nya.

Den­gan seman­gat kolab­o­rasi, Rak­er­nas DPP Apde­si 2025 dihara­p­kan mam­pu men­ja­di titik tolak bagi per­cepatan pem­ban­gu­nan desa yang selaras den­gan visi pemer­in­ta­han Pres­i­den Prabowo Subianto. Dukun­gan penuh kepala desa dan perangkat desa men­ja­di kun­ci agar man­faat pro­gram-pro­gram pri­or­i­tas seper­ti Makan Bergizi Gratis dan Kopdeskel Mer­ah Putih dap­at dirasakan secara mer­a­ta di selu­ruh pen­ju­ru negeri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *