Berita Daerah

Santunan Muharam ala Ibu-ibu Perumahan: Kompak, Ikhlas, dan Penuh Cinta

393
×

Santunan Muharam ala Ibu-ibu Perumahan: Kompak, Ikhlas, dan Penuh Cinta

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id – Sab­tu, 12 Juli 2025, Seti­ap datangnya bulan Muharam, selalu ada kisah menyen­tuh yang lahir dari hati-hati penuh kepedu­lian. Seper­ti yang dilakukan oleh sekelom­pok ibu-ibu peruma­han yang ter­gabung dalam sebuah komu­ni­tas kecil di lingkun­gan mere­ka. Sab­tu pagi, 12 Juli 2025, suasana hangat menye­limu­ti sebuah rumah seder­hana di sudut peruma­han. Ter­li­hat 14 orang ibu-ibu anggun men­ge­nakan busana ser­agam hitam den­gan jil­bab abu-abu, tersenyum ceria di balik dere­tan bingk­isan biru yang ter­ta­ta rapi di atas tikar.

  Bus Terjebak Banjir 3 Hari, 20 Penumpang Selamat Tiba di Lhokseumawe

Acara san­tu­nan anak yatim ini bukan hal baru bagi mere­ka. Sudah men­ja­di agen­da tahu­nan yang rutin dige­lar seti­ap bulan Muharam. Tan­pa sorotan media, tan­pa pub­likasi besar, namun sarat mak­na dan cin­ta yang tulus.

Sebuah ung­ga­han dari akun Face­book berna­ma Ida Hari men­ja­di cer­min dari suasana kekelu­ar­gaan dan keber­samaan itu. Dalam ung­ga­han­nya, ia menulis:

  Bupati Cup 2025 Soppeng Riaja, Sepak Bola Jadi Panggung Pemuda Tangguh

“Acara tiap tahun di bulan Muharam, san­tu­nan anak yatim bersama ibu-ibu peruma­han ☺️🕊️ Wak­tun­ya dis­u­ruh ngumpul tong­go dan kon­co yo kumpul, wak­tun­ya di rumah ya anteng di rumah. Wes gak mayeng-mayeng, wes tuek.”

Tulisan ini seder­hana namun penuh mak­na. Menggam­barkan bagaimana jiwa gotong roy­ong masih kuat ter­tanam di lingkun­gan mere­ka. Kata-kata “yo kumpul” mencer­minkan kesadaran bersama akan pent­ingnya sol­i­dar­i­tas. Sedan­gkan “wes gak mayeng-mayeng, wes tuek” men­ja­di reflek­si bah­wa kematan­gan usia mem­bawa kebi­jak­sanaan, men­jadikan kegiatan sosial seba­gai pang­gi­lan nurani.

Tidak hanya sekadar berba­gi materi, kegiatan ini men­ja­di ajang silat­u­rah­mi, mem­perku­at hubun­gan antar­war­ga, dan ten­tu saja mem­berikan keba­ha­giaan bagi anak-anak yatim yang dis­an­tu­ni.

  22 Halte TransJakarta Rusak, Perbaikan Ditarget Rampung Awal September

War­ganet yang meli­hat ung­ga­han ini pun tak sedik­it yang merasa terin­spi­rasi. “Begini­lah seharus­nya masyarakat, sal­ing peduli tan­pa per­lu menung­gu momen­tum besar,” tulis salah satu komen­tar.

Kegiatan seper­ti ini men­ja­di oase di ten­gah hiruk-pikuk kehidu­pan kota. Keti­ka banyak orang sibuk menge­jar dunia, para ibu ini jus­tru memil­ih berhen­ti seje­nak untuk mem­beri — bukan kare­na lebih, tapi kare­na peduli.

Semoga seman­gat kebaikan yang seder­hana namun berdampak ini bisa men­ja­di con­toh bagi komu­ni­tas lain. Kare­na sejatinya, keba­ha­giaan itu tum­buh dari mem­beri, bukan memi­li­ki.

Edi­tor: (Ahmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *