Berita Nasional

Polres Pematangsiantar Bantah Keras Dugaan Pungli SIM A

215
×

Polres Pematangsiantar Bantah Keras Dugaan Pungli SIM A

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar –snipernew.id

Pol­res Pematangsiantar mene­gaskan bah­wa tuduhan pung­utan liar (pungli) dalam pros­es pener­bi­tan Surat Izin Menge­mu­di (SIM) A di lingkun­gan Sat­u­an Lalu Lin­tas (Sat Lan­tas) adalah tidak benar. Pene­gasan ini dis­am­paikan oleh Kepala Sat­u­an Lalu Lin­tas (Kasat Lan­tas) Pol­res Pematangsiantar, IPTU Friska Susana SH, pada Sab­tu, 6 Desem­ber 2025, menyusul pem­ber­i­taan sejum­lah media online dan ung­ga­han Tik­Tok yang menud­ing adanya pungli sebe­sar Rp500.000.

  Warga Pekanbaru Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Sumatera

IPTU Friska meny­atakan bah­wa pros­es pener­bi­tan SIM A di Sat­pas Pol­res Pematangsiantar telah ber­jalan sesuai den­gan Stan­dar Opera­sion­al Prose­dur (SOP), Per­at­u­ran Kepolisian (Per­pol) No. 2 Tahun 2023 ten­tang Pener­bi­tan dan Penan­daan SIM, ser­ta keten­tu­an tarif res­mi Pener­i­maan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Tidak benar ada pungli Rp500.000. Semua pros­es pener­bi­tan SIM A dilakukan sesuai atu­ran, transparan, dan dap­at diper­tang­gung­jawabkan,” tegas Friska.

Untuk mem­perku­at ban­ta­han terse­but, seo­rang war­ga berna­ma Anggiat Sahat Sili­ton­ga (28), war­ga Jalan Hara­pan, Kelu­ra­han Tualang, Keca­matan Tualang, Kabu­pat­en Siak, turut mem­berikan klar­i­fikasi melalui video pen­gakuan yang direkam lang­sung di Sat­pas. Dalam video terse­but, Anggiat meny­atakan bah­wa selu­ruh pros­es yang ia jalani—mulai dari pendaf­taran, pengam­bi­lan foto, ujian teori, ujian prak­tik, hing­ga penc­etakan SIM—berjalan lan­car tan­pa ada pung­utan di luar keten­tu­an res­mi.

  Anies Baswedan Lanjutkan Misi Kemanusiaan di Pidie Jaya

Anggiat juga mene­gaskan bah­wa ia hanya mem­ba­yar biaya sesuai tarif PNBP, yakni Rp120.000, dan tidak per­nah dim­intai biaya tam­ba­han oleh petu­gas mana pun.

Menu­rut IPTU Friska, kesak­sian terse­but mem­buk­tikan bah­wa tuduhan pungli yang telah beredar meru­pakan infor­masi yang tidak benar bahkan men­garah pada ujaran keben­cian ter­hadap insti­tusi kepolisian.

“Kami bek­er­ja berdasarkan SOP. Pros­es­nya transparan dan akunt­abel. Video war­ga yang sudah men­da­p­atkan SIM A mem­buk­tikan bah­wa tuduhan pungli itu tidak berdasar,” ujar Friska.

  Sukan SEA 2027 Jadi Momentum Perpaduan Nasional Malaysia

Kasat Lan­tas juga mengim­bau masyarakat agar tidak mudah ter­pro­vokasi oleh infor­masi tidak valid yang beredar di media sosial. Ia mene­gaskan bah­wa Pol­res Pematangsiantar selalu mem­bu­ka ruang bagi masyarakat yang ingin men­da­p­atkan infor­masi res­mi terkait layanan pener­bi­tan SIM dan pros­es lain­nya.

Den­gan klar­i­fikasi ini, Pol­res Pematangsiantar berharap keper­cayaan pub­lik ter­hadap layanan kepolisian tetap ter­ja­ga sekali­gus men­ja­di pene­gasan bah­wa seti­ap ben­tuk dugaan pelang­garan akan ditin­dak­lan­ju­ti sesuai mekanisme inter­nal yang berlaku.

Bas­t­ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *