Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Olahraga

Oliver Glasner Raih Dua Trofi Bersama Crystal Palace, Tuai Pujian Warganet

465
×

Oliver Glasner Raih Dua Trofi Bersama Crystal Palace, Tuai Pujian Warganet

Sebarkan artikel ini

Pelatih asal Aus­tria, Oliv­er Glas­ner, kem­bali men­ja­di sorotan dunia sep­ak bola sete­lah berhasil mem­persem­bahkan dua trofi untuk Crys­tal Palace hanya dalam wak­tu singkat. Keber­hasi­lan ini menam­bah rekam jejak prestasi Glas­ner yang sebelum­nya mem­bawa Ein­tra­cht Frank­furt meraih gelar juara Liga Europa.

Dalam sebuah ung­ga­han di media sosial X (sebelum­nya Twit­ter), akun sep­ak bola ter­na­ma menye­butkan bah­wa Glas­ner kem­bali mem­buk­tikan kual­i­tas­nya seba­gai pelatih top. “Oliv­er Glas­ner deliv­er­ing once again, after the Europa League tro­phy at Ein­tra­cht Frank­furt. Excel­lent coach,” tulis ung­ga­han terse­but, dis­er­tai dua foto Glas­ner. Foto per­ta­ma menun­jukkan sang pelatih memegang trofi bersama Crys­tal Palace, semen­tara foto ked­ua mem­per­li­hatkan momen keti­ka ia men­gangkat trofi Liga Europa bersama Frank­furt.

Ung­ga­han terse­but men­da­p­at respons besar dari pub­lik, den­gan ratu­san ribu tayan­gan dan ribuan inter­ak­si. Hing­ga pukul 23.18 WIB, ter­catat 1.834 kali post­ing ulang, 280 kuti­pan, dan 20 ribu suka. Jum­lah penan­da (book­mark) men­ca­pai 192 kali.

Meskipun banyak yang memu­ji pen­ca­pa­ian Glas­ner, ada pula war­ganet yang mem­berikan catatan. Akun ter­ver­i­fikasi @micoliser menulis, “Good man­ag­er but com­mu­ni­ty shield doesn’t count,” meni­lai bah­wa salah satu dari dua trofi yang diraih tidak masuk kat­e­gori gelar may­or, kare­na diang­gap hanya laga pem­bu­ka musim.

  Thiago Silva Resmi Gabung FC Porto

Namun, komen­tar terse­but tidak men­gu­ran­gi apre­si­asi pub­lik ter­hadap Glas­ner. Jus­tru, seba­gian besar komen­tar mem­band­ingkan pen­ca­pa­ian pelatih beru­sia 49 tahun itu den­gan man­a­jer klub besar lain­nya, khusus­nya Mikel Arte­ta dari Arse­nal.

Akun @Xperience, yang juga ter­ver­i­fikasi, menulis kri­tik pedas ter­hadap kin­er­ja Arte­ta:
“Yet Arse­nal fans keep mak­ing excus­es for Mikel Arte­ta and his fail­ures for 7 years now. Arte­ta have spent €900m and won the Emi­rate cup in 6 years, Glas­ner have spent less than €40m and won two sig­nif­i­cant tro­phies for Crys­tal Palace in 8 months. They’ll tell you Arte­ta is a…”
Komen­tar ini lang­sung memicu diskusi di kolom bal­asan, teruta­ma di kalan­gan pen­dukung Arse­nal dan netral yang mem­band­ingkan efisien­si Glas­ner den­gan inves­tasi besar yang dikelu­arkan Arte­ta.

Komen­tar berna­da sindi­ran juga datang dari akun @BeardedPriest:
“Crys­tal Palace: 2 tro­phies in 6 months. Arse­nal: 0000000.”
Ungka­pan terse­but jelas meny­oroti fak­ta bah­wa dalam kurun wak­tu singkat, Glas­ner telah mem­bawa Palace meraih kesuk­sesan, semen­tara Arse­nal masih kesuli­tan menam­bah kolek­si trofi dalam peri­ode yang sama.

Keber­hasi­lan Glas­ner di Crys­tal Palace sendiri ter­go­long istime­wa, mengin­gat klub terse­but tidak ter­ma­suk dalam jajaran elite Liga Ing­gris yang rutin men­golek­si gelar. Trofi yang diraih men­ja­di buk­ti strate­gi dan pen­dekatan kepelati­han­nya mam­pu men­gangkat per­for­ma tim, bahkan di ten­gah per­sain­gan sen­git Pre­mier League.

  Elemen Mahasiswa Sumut Bertemu Kapolda, Dorong Kolaborasi Tekan Narkoba dan Kriminalitas

Trofi per­ta­ma Glas­ner bersama Palace dise­but-sebut adalah Piala FA, yang men­ja­di pen­ca­pa­ian berse­jarah bagi klub. Semen­tara trofi ked­ua yang dimak­sud dalam perbin­can­gan war­ganet kemu­ngk­i­nan adalah Com­mu­ni­ty Shield, meskipun seba­gian fans meni­lai gelar terse­but memi­li­ki pres­tise yang lebih ren­dah diband­ing kom­petisi liga atau piala domestik uta­ma.

Sebelum menan­gani Crys­tal Palace, Glas­ner dike­nal suk­ses mem­bawa Ein­tra­cht Frank­furt meraih gelar Liga Europa pada musim 2021/2022. Keber­hasi­lan itu men­ja­di salah satu momen pal­ing berse­jarah bagi klub asal Jer­man terse­but dan mem­perte­gas rep­utasi Glas­ner seba­gai pelatih yang mam­pu mem­ban­gun tim kom­peti­tif den­gan anggaran ter­batas.

Sejak tiba di Sel­hurst Park, Glas­ner mam­pu men­gubah gaya per­mainan Crys­tal Palace men­ja­di lebih efek­tif dan disi­plin. Dalam wak­tu kurang dari setahun, ia berhasil meman­faatkan poten­si pemain yang ada dan memak­si­malkan strate­gi di berba­gai ajang.

Per­bandin­gan den­gan Mikel Arte­ta men­cu­at bukan tan­pa alasan. Arse­nal, yang meru­pakan salah satu klub terkaya di Ing­gris, telah menggelon­torkan dana besar untuk men­datangkan pemain bin­tang dalam beber­a­pa musim ter­akhir. Namun, hasil yang diraih belum sesuai ekspek­tasi seba­gian pen­dukungnya. Kri­tik yang diarahkan kepa­da Arte­ta ser­ing kali berband­ing ter­ba­lik den­gan pujian yang dilayangkan kepa­da Glas­ner, teruta­ma dalam hal efek­tiv­i­tas peng­gu­naan anggaran trans­fer.

Selain itu, keber­hasi­lan Glas­ner juga memicu diskusi ten­tang pent­ingnya pelatih den­gan visi tak­tis yang jelas dan kemam­puan mem­o­ti­vasi tim, diband­ing sekadar men­gan­dalkan keku­atan finan­sial klub. Banyak penga­mat berpen­da­p­at bah­wa pen­ca­pa­ian Crys­tal Palace di bawah Glas­ner men­ja­di buk­ti bah­wa klub den­gan sum­ber daya ter­batas pun bisa ber­saing di papan atas jika dikelo­la den­gan tepat.

  Taktik Arne Slot Dipuji, Liverpool Bangkit Lagi

Mes­ki begi­tu, perde­batan ten­tang nilai suatu trofi tetap men­ja­di top­ik panas di kalan­gan suporter. Seba­gian men­gang­gap bah­wa hanya kom­petisi uta­ma seper­ti Pre­mier League, Liga Cham­pi­ons, atau Piala FA yang layak dise­but seba­gai gelar presti­sius. Namun, bagi pen­dukung Palace, seti­ap trofi yang diraih tetap men­ja­di kebang­gaan tersendiri, mengin­gat sejarah klub yang jarang men­ci­cipi kesuk­sesan di tingkat nasion­al.

Oliv­er Glas­ner sendiri belum mem­berikan komen­tar pan­jang terkait respons pub­lik atas pen­ca­pa­ian­nya. Namun, ges­tur dan ekspre­si dalam foto-foto yang beredar menun­jukkan rasa puas dan bang­ganya. Den­gan modal dua gelar awal, Glas­ner kini dihadap­kan pada tan­ta­n­gan mem­per­ta­hankan per­for­ma tim di musim penuh, di ten­gah ekspek­tasi yang semakin ting­gi dari para pen­dukung.

Bagi banyak pengge­mar sep­ak bola, kisah Glas­ner di Crys­tal Palace men­ja­di inspi­rasi bah­wa ker­ja keras, strate­gi cer­das, dan kepemimp­inan efek­tif dap­at meng­hasilkan prestasi besar, bahkan untuk klub yang tidak selalu men­ja­di favorit juara. Semen­tara itu, per­bandin­gan den­gan klub besar seper­ti Arse­nal akan terus men­ja­di bahan diskusi, seti­daknya sam­pai akhir musim ini.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *