Lampung, SniperNew.id – Wacana kenaikan tarif Tol Bakauheni–Terbanggi (Bak-Ter) kembali mengundang gelombang protes dari masyarakat. Isu ini menjadi perhatian publik karena dinilai memberatkan pengguna jalan di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit, Selasa 08 Juni 2025.
Sejumlah tokoh dan warga menyuarakan kekecewaan atas rencana tersebut. Salah satunya, Drs. Sukardiansyah M. Kes., Sp.K.I., tokoh adat dari Lembaga AMBL (Angkatan Muda Badik Lampung), yang juga pengguna rutin tol, menyatakan ketidaksetujuannya jika kenaikan itu benar diterapkan.
“Sangat mengecewakan bila tarif dinaikkan lagi. Tol seharusnya menjadi solusi kemudahan dan efisiensi, bukan malah menambah beban,” tegasnya.
Keluhan serupa datang dari kalangan pelaku usaha. Malik, seorang pengusaha jasa angkutan, mengaku lebih memilih kembali menggunakan jalur biasa jika tarif terus melonjak.
“Kalau terus naik, orang bisa balik ke jalan alternatif. Efisiensi jadi tidak ada,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tol maupun pemerintah terkait besaran tarif atau waktu penerapan kenaikan tersebut.
Yang lebih mengejutkan, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, Manajer Area Tol Bak-Ter, Andri Pandigo, justru memilih bungkam. Sikap cuek tersebut menambah kekecewaan publik terhadap pihak pengelola jalan tol.
Masyarakat berharap agar keputusan ini tidak diambil sepihak tanpa mendengar suara rakyat. “Kami butuh transparansi, bukan diam seribu bahasa,” tutup Sukardiansyah. (Penulis: Sufiyawan).












