Mesuji, SniperNew.id - Pada hari ini, di kantor balai Desa Suka Mandiri, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung di datangi tiem Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) untuk mengecek KWh listrik PLN yang diduga arus langsung atau bisa di sebut jemper arus listrik, Minggu (10/08/2024).
Saat itu, di kantor Balai Desa Suka Mandiri, tim P2TL disaksikan salah satu aparat Desa/RK dan Kasi Pelayanan Desa setempat untuk melakukan pemutusan kabel arus KWh di kantor Balai Desa.
Kepada SNIPERNEW.id Junaidi Prasetyo, petugas P2TL Mesuji menjelaskan, bahwa ditemukan disini ada sambungan kabel langsung diterminal.
“Karena ini tidak dibenarkan dalam peraturan ditenaga listrik. Dan ini kita cek, ternyata, terdapat pengelosan arus listrik dari tahun 2018 tidak ada pengisian token sampai sekarang,” terang Junaidi, saat itu di kantor Balai Desa.
“Untuk pidananya, itu bisa di tanyakan ke kantor kami. Kami hanya bertugas melakukan pemutusan dan membawa barang bukti pembongkaran ini serta insiden kejadiannya. Tapi kalau untuk prosedur kami tetap mengikuti prosedur. Kalau pidana itu pasti ada, Dan juga, harus menyelesaikan masalah ini dulu, baru bisa dipasang listrik dari PLN lagi,” tegas Junaidi Prasetyo.
Sementara, Budiman Kasi Pelayanan Desa setempat, hanya mengatakan soal yang bertugas untuk mengisi saldo token itu adalah Sekdes nya, tanyajan saja ke sekdesnya ini, karna dia yang lebih tau, bukan saya.
“Yang lebih jelas tanyakan saja ke pak carek mas, Karna yang ngisi itu kan pak carek. Bukan saya.” kara Budiman ke awak media.
Sementara kepala Desa (Kades) Hartono disambangi beberapa kali di kantor Balai Desa nya untuk dapat dikonfirmasi, Namun, tak juga pernah dapat dijumpai.
Berbeda tempat, Para warga desa Suka Mandiri merasa heran adanya pembongkaran dan pemutusan arus KWh kantor desa.
Disampaikan warga setempat, kades ko ora iso bayar listrik, ini kedengarannya lucu. “Lucu, kades kok ora iso bayar listrik kantor desa, padahal itu penting, malu-maluin kades kita gak bisa bayar listrik kantor desa, lalu kemana uang anggaran untuk listrik selama ini,” ungkap warga yang tidak mau ditulis namanya. (Ardi/Tiem)



















