Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Maling Gasak Motor di Panjang Selatan, Warga Resah Keamanan Lingkungan

365
×

Maling Gasak Motor di Panjang Selatan, Warga Resah Keamanan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id – Aksi pen­cu­ri­an kem­bali ter­ja­di di wilayah Pan­jang Sela­tan, Keca­matan Pan­jang, Kota Ban­dar Lam­pung. Sebuah rumah war­ga yang berala­mat di Jalan Soekarno Hat­ta No. 20, Lingkun­gan III, RT 10, Kam­pung Sinar Gunung, dis­atroni mal­ing pada Kamis dini hari, 7 Agus­tus 2025, sek­i­tar pukul 05.00 WIB. Dalam keja­di­an terse­but, satu unit sepe­da motor milik kor­ban, Lala Cristi­na, raib digon­dol pen­curi.

Kor­ban yang ter­ban­gun kare­na suara ribut-ribut saat sub­uh men­da­p­ati rumah­nya dalam kon­disi beran­takan dan motor miliknya sudah tidak ada di tem­pat. Sepe­da motor yang hilang adalah jenis Hon­da Beat war­na biru dop den­gan nomor polisi BE 2102 DBD, nomor rang­ka MH1JM9125PK931311, dan nomor mesin JM91E2929108.

Selain sepe­da motor, pelaku juga mengam­bil barang-barang lain seper­ti uang tunai sebe­sar Rp30.000, sebungkus rokok Surya, dan beber­a­pa buah pisang. Tidak hanya itu, pelaku juga sem­pat mem­bu­ka laci lemari pir­ing untuk mengam­bil kun­ci motor, ser­ta mem­bu­ka pin­tu warung yang ter­letak di bagian depan rumah kor­ban.

  Kebakaran Hebat di Jalan Nangka, Dua Tewas, Tim Masih Lakukan Pencarian

Pelaku diduga masuk ke dalam rumah den­gan cara men­con­gkel jen­dela bagian depan sete­lah ter­lebih dahu­lu menggeser amben bam­bu dari teras. Dari olah TKP, pelaku mening­galkan barang buk­ti beru­pa sep­a­sang san­dal jepit merek Swal­low war­na mer­ah di dalam rumah.

Atas keja­di­an terse­but, kor­ban segera mela­por ke Polsek Pan­jang den­gan surat tan­da ter­i­ma lapo­ran bernomor: LP/B/124/VIII/2025/SPKT/Polsek Panjang/Polresta Ban­dar Lam­pung.

Kro­nolo­gi Dike­tahui Kelu­ar­ga dan RT, Sri Ning Ratih, tante dari kor­ban, men­gatakan dirinya baru menge­tahui peri­s­ti­wa pen­cu­ri­an itu saat hen­dak per­gi ke pasar. “Ya, saya baru tahu saat mau berangkat ke pasar. Motor sudah tidak ada, rumah dalam kon­disi beran­takan,” ujarnya.

Ket­ua RT 10 Kam­pung Sinar Gunung, Yong­ki, mem­be­narkan telah mener­i­ma lapo­ran dari kor­ban dan lang­sung datang ke lokasi. “Saya sudah arahkan kor­ban untuk mela­por ke Polsek Pan­jang. Kami semua san­gat pri­hatin dan ger­am den­gan keja­di­an ini,” kata Yong­ki saat dikon­fir­masi.

Menu­rut Yong­ki, pihaknya telah melakukan koor­di­nasi den­gan Bhabinkamtib­mas setem­pat, Pak Made, untuk menin­dak­lan­ju­ti peri­s­ti­wa ini. Ia juga menyam­paikan bah­wa sebelum­nya sudah beber­a­pa kali ter­ja­di kasus pen­cu­ri­an di lingkun­gan terse­but.

  Curanmor Tertangkap, Warga Heboh: Aksi Massa di Pandansari

“Ini bukan keja­di­an per­ta­ma. Sebelum­nya rumah tante kor­ban juga per­nah kehi­lan­gan hand­phone, dan pelakun­ya terny­a­ta bukan orang jauh. Jadi, kita memang harus lebih was­pa­da,” tegas Yong­ki.

Ia juga menyam­paikan kepri­hati­nan­nya ter­hadap kor­ban yang sedang sak­it. “Motor itu baru saja lunas cicilan­nya, dan sekarang raib. Ini san­gat memukul kor­ban secara men­tal dan finan­sial.”

Menyikapi lapo­ran war­ga, pihak Polsek Pan­jang telah menu­runk­an anggota ke tem­pat keja­di­an perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan buk­ti-buk­ti awal. Sam­pai saat ini, polisi masih melakukan penye­lidikan guna men­gungkap pelaku.

Semen­tara itu, Hen­dra, ayah dari kor­ban yang juga berpro­fe­si seba­gai wartawan, menyam­paikan kere­sa­han­nya atas maraknya aksi krim­i­nal di lingkun­gan­nya. “Kam­pung ini sudah tidak aman lagi. Sebelum­nya rumah saya per­nah dibobol, sekarang motor anak saya dicuri. Ini harus jadi per­ha­t­ian serius,” kata Hen­dra.

Ia berharap aparat kepolisian segera men­gusut kasus ini hing­ga tun­tas. “Kami ser­ahkan sepenuh­nya penan­ganan kasus ini ke Polsek Pan­jang. Hara­pan­nya, pelaku bisa cepat ter­tangkap.”

War­ga Desak Ron­da Malam Dihidup­kan Kem­bali, Seba­gai ben­tuk anti­si­pasi, Hen­dra juga men­dorong agar sis­tem kea­manan lingkun­gan seper­ti ron­da malam kem­bali diak­tifkan. “Kami seba­gai war­ga merasa per­lu adanya langkah pence­ga­han. Jan­gan sam­pai nan­ti masyarakat bertin­dak sendiri dan muncul aksi main hakim sendiri,” ujarnya.

  Mobil Ekspedisi Terbakar di Jalintim Muba, Puluhan Paket Ludes

Ia juga mem­inta agar ada solusi dari tingkat RT hing­ga kelu­ra­han untuk menang­gu­lan­gi kasus pen­cu­ri­an yang kian marak.

“Kalau per­lu diadakan rap­at war­ga bersama pihak kelu­ra­han dan kepolisian agar kita bisa cari solusi bersama,” pungkas­nya.

Ket­ua RT Yong­ki pun mengami­ni usu­lan terse­but. Ia men­gaku akan segera mengin­isi­asi koor­di­nasi den­gan war­ga dan aparat kea­manan untuk kem­bali men­gak­tifkan sis­tem ron­da malam dan memasang CCTV tam­ba­han di titik-titik rawan.

“Saya pun­ya tang­gung jawab moral seba­gai RT. Saya akan ban­tu cari info dan pan­tau CCTV yang ada. Kita belum bisa pastikan pelaku orang luar atau war­ga sek­i­tar. Tapi yang jelas, ini harus dihen­tikan sebelum ter­ja­di lagi,” tegas Yong­ki.

Kasus pen­cu­ri­an sepe­da motor yang ter­ja­di di Pan­jang Sela­tan ini menam­bah pan­jang daf­tar aksi keja­hatan yang mere­sahkan war­ga. Hara­pan besar kini ter­tu­ju pada aparat kepolisian untuk segera men­gungkap dan menangkap pelaku. Semen­tara war­ga dim­inta tetap was­pa­da, mem­perku­at kea­manan lingkun­gan, dan tidak segan mela­por jika men­e­mukan hal-hal men­curi­gakan.

Lam­po­ran: (Sufiyawan).

Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *