Bandar Lampung, SniperNew.id – Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Sebuah rumah warga yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta No. 20, Lingkungan III, RT 10, Kampung Sinar Gunung, disatroni maling pada Kamis dini hari, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, satu unit sepeda motor milik korban, Lala Cristina, raib digondol pencuri.
Korban yang terbangun karena suara ribut-ribut saat subuh mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan dan motor miliknya sudah tidak ada di tempat. Sepeda motor yang hilang adalah jenis Honda Beat warna biru dop dengan nomor polisi BE 2102 DBD, nomor rangka MH1JM9125PK931311, dan nomor mesin JM91E2929108.
Selain sepeda motor, pelaku juga mengambil barang-barang lain seperti uang tunai sebesar Rp30.000, sebungkus rokok Surya, dan beberapa buah pisang. Tidak hanya itu, pelaku juga sempat membuka laci lemari piring untuk mengambil kunci motor, serta membuka pintu warung yang terletak di bagian depan rumah korban.
Pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela bagian depan setelah terlebih dahulu menggeser amben bambu dari teras. Dari olah TKP, pelaku meninggalkan barang bukti berupa sepasang sandal jepit merek Swallow warna merah di dalam rumah.
Atas kejadian tersebut, korban segera melapor ke Polsek Panjang dengan surat tanda terima laporan bernomor: LP/B/124/VIII/2025/SPKT/Polsek Panjang/Polresta Bandar Lampung.
Kronologi Diketahui Keluarga dan RT, Sri Ning Ratih, tante dari korban, mengatakan dirinya baru mengetahui peristiwa pencurian itu saat hendak pergi ke pasar. “Ya, saya baru tahu saat mau berangkat ke pasar. Motor sudah tidak ada, rumah dalam kondisi berantakan,” ujarnya.
Ketua RT 10 Kampung Sinar Gunung, Yongki, membenarkan telah menerima laporan dari korban dan langsung datang ke lokasi. “Saya sudah arahkan korban untuk melapor ke Polsek Panjang. Kami semua sangat prihatin dan geram dengan kejadian ini,” kata Yongki saat dikonfirmasi.
Menurut Yongki, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat, Pak Made, untuk menindaklanjuti peristiwa ini. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya sudah beberapa kali terjadi kasus pencurian di lingkungan tersebut.
“Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya rumah tante korban juga pernah kehilangan handphone, dan pelakunya ternyata bukan orang jauh. Jadi, kita memang harus lebih waspada,” tegas Yongki.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap korban yang sedang sakit. “Motor itu baru saja lunas cicilannya, dan sekarang raib. Ini sangat memukul korban secara mental dan finansial.”
Menyikapi laporan warga, pihak Polsek Panjang telah menurunkan anggota ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti awal. Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku.
Sementara itu, Hendra, ayah dari korban yang juga berprofesi sebagai wartawan, menyampaikan keresahannya atas maraknya aksi kriminal di lingkungannya. “Kampung ini sudah tidak aman lagi. Sebelumnya rumah saya pernah dibobol, sekarang motor anak saya dicuri. Ini harus jadi perhatian serius,” kata Hendra.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus ini hingga tuntas. “Kami serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke Polsek Panjang. Harapannya, pelaku bisa cepat tertangkap.”
Warga Desak Ronda Malam Dihidupkan Kembali, Sebagai bentuk antisipasi, Hendra juga mendorong agar sistem keamanan lingkungan seperti ronda malam kembali diaktifkan. “Kami sebagai warga merasa perlu adanya langkah pencegahan. Jangan sampai nanti masyarakat bertindak sendiri dan muncul aksi main hakim sendiri,” ujarnya.
Ia juga meminta agar ada solusi dari tingkat RT hingga kelurahan untuk menanggulangi kasus pencurian yang kian marak.
“Kalau perlu diadakan rapat warga bersama pihak kelurahan dan kepolisian agar kita bisa cari solusi bersama,” pungkasnya.
Ketua RT Yongki pun mengamini usulan tersebut. Ia mengaku akan segera menginisiasi koordinasi dengan warga dan aparat keamanan untuk kembali mengaktifkan sistem ronda malam dan memasang CCTV tambahan di titik-titik rawan.
“Saya punya tanggung jawab moral sebagai RT. Saya akan bantu cari info dan pantau CCTV yang ada. Kita belum bisa pastikan pelaku orang luar atau warga sekitar. Tapi yang jelas, ini harus dihentikan sebelum terjadi lagi,” tegas Yongki.
Kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Panjang Selatan ini menambah panjang daftar aksi kejahatan yang meresahkan warga. Harapan besar kini tertuju pada aparat kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku. Sementara warga diminta tetap waspada, memperkuat keamanan lingkungan, dan tidak segan melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan.
Lamporan: (Sufiyawan).
Editor: (Ahmad)



















