Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Ekonomi

LAPAK SERBA 13 RIBU GUNCANG PASAR AMBARAWA, NETIZEN: HARGA WARAS RASA SULTAN!”

580
×

LAPAK SERBA 13 RIBU GUNCANG PASAR AMBARAWA, NETIZEN: HARGA WARAS RASA SULTAN!”

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id - Pagi ini, suasana Pasar Ambarawa berubah men­ja­di lau­tan manu­sia. Bukan kare­na pro­mo e‑commerce atau konser dadakan, melainkan kare­na satu hal seder­hana: LAPAK DAGING SERBA 13 RIBUAN!. Sab­tu 12 Juli 2025.

Sejak pukul 06.30 WIB, war­ga dari berba­gai pen­ju­ru Ambarawa dan sek­i­tarnya sudah mema­dati dua titik panas: depan pasar Ambarawa dan depan bal­ai desa. Mere­ka datang demi satu tujuan: mem­borong ane­ka ola­han dag­ing segar seper­ti kepala ayam, leher, cek­er, ati ampela, hing­ga ati murni yang diban­derol hanya Rp13.000/kg.

  Cara Mudah Cek Status Aktif BPJS Kesehatan 2025 Lewat Aplikasi Mobile JKN

Har­ga yang san­gat jauh dari har­ga pasar ini son­tak mem­bu­at war­ganet geger. Tak hanya di dunia nya­ta, tetapi juga di jagat maya. Postin­gan pro­mosi yang menye­but “per­lakuan ser­ba 13 ribuan per kilo” son­tak viral, dis­er­bu komen­tar neti­zen yang kagum sekali­gus curi­ga. “Ini ben­er­an apa ngimpi? Har­ganya waras, rasanya sul­tan!” tulis akun @wargakuliner.

Tak berhen­ti di dag­ing murah, sang pemi­lik lapak yang akrab dis­apa “Bestie” ini juga menye­di­akan 150 loyang per­bolu­an kue basah khas Jawa den­gan tek­stur lem­but dan rasa man­is gurih yang meng­go­da dijual hanya Rp17.000 per loyang. “Murah banget, biasanya di toko kue udah di atas 25 ribu,” ujar Nur­janah (39), war­ga Pringa­pus yang rela datang sejak sub­uh demi men­da­p­at per­bolu­an favorit anaknya.

  Aplikasi Penghasil Uang Nyata Viral di Indonesia, Ini Daftar dan Cara Menggunakannya

Fenom­e­na ini bukan hanya menarik dari sisi kon­sum­si, tapi juga ekono­mi mikro. Di ten­gah fluk­tu­asi har­ga bahan pokok, hadirnya lapak murah semacam ini men­ja­di “napas segar” bagi masyarakat. Inisi­atif war­ga untuk berda­gang den­gan har­ga ramah kan­tong menun­jukkan beta­pa ekono­mi ker­aky­atan masih pun­ya ruang besar untuk tum­buh, bahkan viral.

Menu­rut penga­mat UMKM dari Uni­ver­si­tas Negeri Semarang, Dr. Ika Rahayu, fenom­e­na lapak murah ini bisa men­ja­di mod­el ekono­mi ger­akan lokal.

“Ada nilai sosial, ada nilai ekono­mi. Ini bukan sekadar jualan, tapi meng­ger­akkan eko­sis­tem sek­i­tar: peter­nak, pen­go­lah makanan, sam­pai trans­portasi. Hebat­nya, dilakukan den­gan pen­dekatan kekin­ian: viral dan dekat den­gan bahasa anak muda.”

  Danabijak, Solusi Kilat Saat Anda Butuh Dana Cepat!

Uniknya, pen­jual tak segan men­can­tumkan nomor What­sApp prib­adinya dalam pro­mosi, lengkap den­gan gaya bahasa yang akrab dan heboh. “Jam 7 kurang sudah di lokasi ya bestieee aku.….088287781423,” tulis­nya. Pen­dekatan ini mem­bu­at pem­be­li merasa dekat dan per­caya, kare­na komu­nikasi berlang­sung tan­pa sekat.

Lapak murah “Bestie” ini mem­buk­tikan bah­wa di era dig­i­tal, strate­gi dagang tak melu­lu harus lewat mar­ket­place besar. Den­gan kon­ten kre­atif, har­ga bersa­ha­bat, dan pelayanan laris-man­is, UMKM pun bisa jadi bin­tang uta­ma dalam pem­ber­i­taan ekono­mi nasion­al.

Kini, pub­lik menan­ti keju­tan berikut­nya dari “Bestie” Ambarawa. Apakah akan ada edisi ser­ba 10 ribuan? Atau malah kolab­o­rasi den­gan sele­b­gram kulin­er? Yang jelas, satu hal pasti: ekono­mi raky­at sedang bergeli­at, dan lapak-lapak kecil men­ja­di denyut nadinya.

Edi­tor: (Adm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *