Tanah Karo, SniperNew.id — Personel gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, menemukan ladang berisi tanaman yang diduga g*nja di kawasan hutan Sibuatan, Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, pada Jumat (24/10).
Penemuan tersebut berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya tanaman mencurigakan di tengah hutan. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas memastikan bahwa tanaman tersebut benar merupakan g*nja. Ladang tersebut memiliki luas sekitar 20x20 meter, Senin (27/10/25).
Hingga berita ini diterbitkan, aparat masih melakukan penyisiran di area sekitar untuk memastikan apakah terdapat ladang lain di kawasan hutan tersebut. Pihak berwenang menyebutkan bahwa ladang g*nja itu rencananya akan dimusnahkan pada hari yang sama.
Unggahan mengenai penemuan ladang g*nja ini turut menjadi perbincangan di media sosial, salah satunya melalui akun Threads @folkonoha. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan.
“Personel TNI dan Polri Tanah Karo menemukan ladang g*nja seluas 20x20 meter di kawasan hutan Sibuatan, Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Sumut, Jumat (24/10)… Hingga kini, penyisiran masih dilakukan untuk mencari kemungkinan ladang lain. Ladang itu rencananya akan dimusnahkan hari ini oleh pihak berwenang. Gmn kata kalian pren?”
Unggahan tersebut disertai video pendek yang memperlihatkan aparat dan warga berada di tengah kawasan hutan, diduga lokasi ditemukannya tanaman g*nja tersebut.
Beragam tanggapan muncul dari warganet di kolom komentar unggahan itu. Beberapa di antaranya menyoroti kebijakan dan pola penemuan ladang g*nja yang sering terjadi menjelang masa panen.
Akun @malaongeluh menulis, “Kenapa ya semua temuan ladang g*nja di saat sudah mau panen? Ada yang tahu?”
Sementara akun @indrabayudjatmiko berpendapat, “Kalau tanah negeri terdapat g*nja diakui milik warga dan masyarakat, tetapi kalau di tanah itu terdapat minyak atau tambang emas malah diakui milik negara.”
Komentar lain datang dari @ineru_indonesia, “Yang tahu mereka, yang nemu mereka, yang bakar-bakar mereka. Trus kita mau bilang apa? Zaman kecil, inget pernah liat tanaman mirip kayak gitu dulu namanya Rami.”
Akun @yp_wignjo menambahkan dengan nada bercanda. “Baru 20x20 meter, lupa ya… di Bromo hampir 1 hektar tuh.”
Ada pula warganet yang mengaitkan temuan itu dengan potensi pemanfaatan medis. Akun @charbahri berkomentar, “Panen jadikan obat medis.”
Sementara akun @iwzstwn_ menutup dengan sindiran bernada nasionalis, “Indonesia makmur sentausa kaja raja, Indonesia tanah air beta.”
Pihak berwenang belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait siapa pemilik ladang tersebut maupun perkembangan penyelidikan lanjutan. Namun, tindakan pemusnahan direncanakan dilakukan segera setelah semua barang bukti diamankan.
Catatan Redaksi: Penulisan kata gnja* dilakukan dengan penyamaran sebagian huruf untuk menjaga kesesuaian dengan pedoman kode etik jurnalistik dan kebijakan platform digital terkait penyebutan zat terlarang. (Iskandar).













