Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Ladang G*nja 20x20 Meter Ditemukan di Hutan Sibuatan, TNI-Polri Lakukan Penyisiran Lanjutan

282
×

Ladang G*nja 20x20 Meter Ditemukan di Hutan Sibuatan, TNI-Polri Lakukan Penyisiran Lanjutan

Sebarkan artikel ini

Tanah Karo, SniperNew.id — Per­son­el gabun­gan TNI dan Pol­ri di Kabu­pat­en Tanah Karo, Sumat­era Utara, men­e­mukan ladang berisi tana­man yang diduga g*nja di kawasan hutan Sibu­atan, Desa Pan­cur Batu, Keca­matan Merek, pada Jumat (24/10).

Pen­e­muan terse­but beraw­al dari lapo­ran war­ga yang men­curi­gai adanya tana­man men­curi­gakan di ten­gah hutan. Sete­lah dilakukan pemerik­saan di lokasi, petu­gas memas­tikan bah­wa tana­man terse­but benar meru­pakan g*nja. Ladang terse­but memi­li­ki luas sek­i­tar 20x20 meter, Senin (27/10/25).

  Polres Barito Utara Tanam Jagung dan Lepas Panen ke Bulog, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, aparat masih melakukan peny­isir­an di area sek­i­tar untuk memas­tikan apakah ter­da­p­at ladang lain di kawasan hutan terse­but. Pihak berwe­nang menye­butkan bah­wa ladang g*nja itu ren­cananya akan dimus­nahkan pada hari yang sama.

Ung­ga­han men­ge­nai pen­e­muan ladang g*nja ini turut men­ja­di perbin­can­gan di media sosial, salah sat­un­ya melalui akun Threads @folkonoha. Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menuliskan.

Per­son­el TNI dan Pol­ri Tanah Karo men­e­mukan ladang g*nja selu­as 20x20 meter di kawasan hutan Sibu­atan, Desa Pan­cur Batu, Keca­matan Merek, Sumut, Jumat (24/10)… Hing­ga kini, peny­isir­an masih dilakukan untuk men­cari kemu­ngk­i­nan ladang lain. Ladang itu ren­cananya akan dimus­nahkan hari ini oleh pihak berwe­nang. Gmn kata kalian pren?”

Ung­ga­han terse­but dis­er­tai video pen­dek yang mem­per­li­hatkan aparat dan war­ga bera­da di ten­gah kawasan hutan, diduga lokasi dite­mukan­nya tana­man g*nja terse­but.

  Tim Laser Polres Simalungun Bubarkan Balap Liar dan Cegah Tawuran di Jalan Medan

Beragam tang­ga­pan muncul dari war­ganet di kolom komen­tar ung­ga­han itu. Beber­a­pa di antaranya meny­oroti kebi­jakan dan pola pen­e­muan ladang g*nja yang ser­ing ter­ja­di men­je­lang masa panen.

Akun @malaongeluh menulis, “Kena­pa ya semua temuan ladang g*nja di saat sudah mau panen? Ada yang tahu?”

Semen­tara akun @indrabayudjatmiko berpen­da­p­at, “Kalau tanah negeri ter­da­p­at g*nja diakui milik war­ga dan masyarakat, tetapi kalau di tanah itu ter­da­p­at minyak atau tam­bang emas malah diakui milik negara.”

Komen­tar lain datang dari @ineru_indonesia, “Yang tahu mere­ka, yang nemu mere­ka, yang bakar-bakar mere­ka. Trus kita mau bilang apa? Zaman kecil, inget per­nah liat tana­man mirip kayak gitu dulu namanya Rami.”

Akun @yp_wignjo menam­bahkan den­gan nada bercan­da. “Baru 20x20 meter, lupa ya… di Bro­mo ham­pir 1 hek­tar tuh.”

Ada pula war­ganet yang men­gaitkan temuan itu den­gan poten­si peman­faatan medis. Akun @charbahri berko­men­tar, “Panen jadikan obat medis.”

  Live Cinta Kakek dan Gadis Ini Gegerkan Medsos: Antara Cinta Tulus atau Cinta Bonus?

Semen­tara akun @iwzstwn_ menut­up den­gan sindi­ran berna­da nasion­alis, “Indone­sia mak­mur sen­tausa kaja raja, Indone­sia tanah air beta.”

Pihak berwe­nang belum mem­berikan keteran­gan lebih lan­jut terkait sia­pa pemi­lik ladang terse­but maupun perkem­ban­gan penye­lidikan lan­ju­tan. Namun, tin­dakan pemus­na­han diren­canakan dilakukan segera sete­lah semua barang buk­ti dia­mankan.

Catatan Redak­si: Penulisan kata gnja* dilakukan den­gan penya­ma­ran seba­gian huruf untuk men­ja­ga kesesua­ian den­gan pedo­man kode etik jur­nal­is­tik dan kebi­jakan plat­form dig­i­tal terkait penyebu­tan zat ter­larang. (Iskan­dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *