Berita Ekonomi

Kurma Tropis dari Lombok Utara: Inovasi Silang Kurma dan Salak Jadi Sorotan Dunia

238
×

Kurma Tropis dari Lombok Utara: Inovasi Silang Kurma dan Salak Jadi Sorotan Dunia

Sebarkan artikel ini

Lombok Utara, SniperNew.id —  Sebuah inovasi pertanian unik lahir dari Kabupaten Lombok Utara (KLU). Seorang pelopor budidaya kurma lokal, Arif Munandar atau yang akrab disapa Uaq Dolah, berhasil melakukan eksperimen mengawinkan tanaman kurma dengan salak. Hasilnya menciptakan buah baru yang memiliki rasa manis khas kurma namun tahan terhadap kelembaban tinggi layaknya salak, Sabtu (08/11/2025).

Uaq Dolah merupakan pendiri Ukhuwah Datu Nusantara, komunitas pelopor pengembangan Kurma Kumari di Lombok Utara. Varietas Kurma Kumari sendiri telah diakui secara internasional dan tercatat dalam Khalifa International Dates Palm and Agriculture Innovation (KIDPAI), lembaga inovasi pertanian kurma dunia.

Dalam wawancara via WhatsApp, Uaq Dolah menjelaskan bahwa ide kawin silang ini muncul dari keinginan agar tanaman kurma dapat beradaptasi di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi.

“Kami ingin membuktikan bahwa kurma juga bisa tumbuh di daerah lembab seperti tanaman salak,” ujarnya.

Penelitian lanjutan kini dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BRIDA NTB, serta akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Brawijaya (Unibraw).

Mereka mencatat perkembangan ilmiah dari proses kawin silang hingga pembentukan buah sebagai bagian dari verifikasi riset.

“Kalau uji ilmiahnya lolos dan disetujui untuk dipatenkan, ini akan menjadi yang pertama di dunia. Lombok Utara akan tercatat sebagai daerah pelopor kurma tropis,” tambahnya.

Selain pengujian genetika, tim peneliti juga melakukan pengamatan adaptasi tanaman terhadap kelembaban dan kondisi tanah tropis. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi terobosan besar dalam pengembangan pertanian adaptif di kawasan beriklim lembab.

Inovasi “kurma tropis” dari Lombok Utara ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia dan dunia.

Penulis Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *